Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
68


__ADS_3

sudah satu minggu ara di rawat di rumah sakit kini ke adaan nya semakin membaik. Hari ini ara sudah di perbolehkan pulang oleh dokter


" mas , kita mampir dulu ke pesantren ya mas!"ucap ara yang sedang duduk di tempat tidur pasien


" ya sayang , sekalian kita pamit ke abah, dan umi" ujar arsad yang sedang membereskan barang barang ara


" mas!" panggil ara yang sedang memperhatikan arsad, arsad pun menghentikan kegiatan nya dan melihat ke arah ara


" apa!" arsad langsung menghampiri ara yang sedang duduk di ranjang pasien


" apa aku masih boleh mengajar di pondok pesantren mas?" tanya ara dengan hati hati


" em , kalau untuk sekarang , kayak nya gak usah dulu ya sayang , aku takut kamu nanti kenapa napa " jelas arsad


" ya mas , tapi lain waktu, apa aku masih di perbolehkan untuk mengajar di sana?" tanya ara lagi


" jujur ya sayang , aku sebenernya gak mau kamu mengajar lagi di sana , aku mau kamu di rumah aja mengurus aku dan anak ank kita , maaf ya sayang seperti nya aku gak bisa mengabulkan permintaan kamu untuk mengajar " jelas arsad sambil memegang pipi ara, terlihat wajah kecewa di wajah ara saat arsad tidak mengizinkan nya mengajar di pondok pesantren


" tapi , kalau kamu mau berkunjung ke pondok pesantren itu , kamu bisa ikut aku setiap weekend ke pesantren " ujar arsad


" beneran mas?" tanya ara memastikan , dengan wajah yang gembira


" ya sayang , aku kan datang dan menginap di pesantran setiap weekend , aku masih mau belajar memperdalam ilmu agama aku sayang" jelas arsad


Ara langsung memeluk arsad dengan gembira


" terimakasih mas , aku seneng banget bisa ke pondok lagi " ara sangking senang nya, arsad pun langsung membalas pelukan ara


" sama sam sayang" jawab arsad yang merasa senang juga karena ara memeluk nya

__ADS_1


Ara langsung tersadar dan ia ingin melepaskan pelukan nya, ia merasa malu karena ia sudah lancang terlebih dahulu memeluk arsad


" biarkan seperti ini sebentar sayang" ucap arsad yang menahan ara agar ara tidak melepaskan pelukan nya. Ara pun terdiam dan menuruti ucapan arsad . Jujur ara juga sangat merindukan pelukan arsad yang sangat hangat menurut nya


" kita pulang sekarang yuk sayang , kita kan mau mampir dulu ke pondok pesantren terlebih dahulu, aku takut nanti kita akan pulang kemalaman nanti nya" jelas arsad sambil melepaskan pelukan nya , ia langsung mengecup kening ara


Ara yang mendapatkan perlakuan manis dari arsad pun tersenyum malu, sudah d pastikan kalau pipinya saat ini berubah jadi merah seperti tomat


" ya mas" jawab ara sambil menundukkan kepalanya


" aku lanjut beres beres dulu ya , kamu duduk aja di sini " ujar arsad.


" sini aku bantu mas" ara menawarkan untuk membantu arsad


" gak usah sayang , kamu cukup duduk manis di sini sabil ngeliatin aku , biar aku semangat membereskan semuanya" ucap arsad sambil tersenyum manis pada ara


Ara pun mau tidak mau menuruti ucapan arsad, ia sangat senang saat ini arsad sudah jauh berubah dari yang dulu, sekarang arsad lebih perhatian , lebih mengerti ,dan lebih lembut padanya


" ayo sayang , kita pulang " ajak arsad pada ara


" iya , ayo mas" ucap ara yang langsung turun dari ranjang pasien di bantu oleh arsad


" sayang , kamu gak papa kan berjalan sendiri , aku mau membawa barang barang ini"


" ya mas gak papa, sini aku bantu bawa tas yang itu" ara menunjuk tas kecil yang sedang di tangan arsad


" gak usah sayang , kamu cukup berjalan di samping aku aja" ucap arsad yang tidak memperbolehkan ar membawa barang sama sekali


" tapi kamu , keliatan sangat repot sekali mas" ara yang tidak tega melihat arsad membawa barang barang

__ADS_1


" gak papa sayang , aku masih bisa membawa semuanya kok" arsad masih kekeh ingin membawa sendiri barang barang yang cukup banyak itu


" ya udah eh kalau gak mau di bantu "


" ayo sayang " ajak arsad, ara pun mengangguk kan kepalannya


Mereka pun keluar dai ruang rawat ara dengan arsad membawa barang barang dan ara berjalan di samping arsad , mereka menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di rumah sakit yang melihat mereka berjalan


banyak yang memuji ke tampannan arsad dan perilaku arsad yang sangat manis kepada ara , dan ada juga yang mengagumi arsad sebagai pria idaman


ara yang mendengar arsad di puji puji dan ada juga yang bilang kalau arsad suami idaman dari kaum hawa yang ada di rumah sakit yang melihat mereka,ara sangat kesal dan ia seperti tidak terma kalau ada yang memuji dan memuja arsad sampai seperti itu


Setalah sampai di parkiran ara langsung masuk ke dalam mobil arsad , sedangkan arsad ia memasuk masuk kan barang terlebih dahulu ke dalam bagasi mobil , setelah itu ia langsung masuk ke dalam mobil tempat mengemudi


" sayang , kamu kenapa , cemberut begitu" tanya arsad yang melihat ara yang telah melepas cadar nya di dalam mobil dengan cemberut


"gak papa" jawab singkat ara sambil membuang mukanya ke arah luar jendela


Arsad pun yang melihat ara yang seperti nya marah padanya pun langsung merai tangan ara , dan tangan sebelah nya memegang pipi ara agar ara melihat ke arah nya


" sayang, kamu kenapa , kalau aku ada salah tolong bilangin sama aku , biar aku tau aku salah apa dan aku bisa memperbaikinya sayang , jangan langsung cemberut begini" ucap arsad yang memandang wajah cantik ara yang cemberut


" aku gap papa kok mas" jawab ara yang tidak mau mengatakan yang membuat nya kesal


" sayang" arsad memanggil ara, ia mau tau apa penyebab ara kesal padanya


" huff , aku gak suka aja sama cewek cewek tadi yang terus memuji kamu dan mengagumi kamu mas " jelas ara sambil mendukan kepalanya


Asad pun langsung tersenyum mendengar jawaban ara , ia langsung mengkup kedua pipi ara ,ia pun mengecup bibir ara sekilas

__ADS_1


" sayang , dengarkan aku ya, aku senang kamu bersiap seperti ini , itu tandanya kamu itu sedang cemburu dan cemburu itu tanda cinta,. Sayang meski pun banyak wanita di luar sana yang mengagumi aku dan memuja aku tapi aku hanya milik kamu seorang , tidak ada yang bisa memiliki aku selain kamu sayang , dan begitu pun sebalik nya " jelas arsad sambil tersenyum pada ara


pipi ara langsung memerah mendengar ucapan arsad yang dengan serius, ara langsung memeluk arsad sambil tersenyum malu, arsad pun langsung membalas pelukan ara sambil tersenyum dan hatinya juga sangat senang sekali


__ADS_2