Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
75


__ADS_3

setelah mandi ara mencari handuk dalam kamar mandi namun nihil


" aduh... bagai mana ini, handuk nya ada di luar " gumam ara di dalam kamar mandi


Ara terus berjalan mondar mandi di dalam kamar mandi , dengan memikirkan cara keluar dari kamar mandi


" apa aku minta bantuan mas arsad aja ya ?" gumam nya lagi , ia langsung membuka sedikit pintu kamar mandi , ia mengintip apa kah ada arsad di dalam kamar , ternyata arsad sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan laptop nya


" mas" ara memberanikan diri untuk memanggil arsad


Arsad pun langsung menoleh ke arah pintu kamar mandi yang di mana sudah ada kepala ara yang keluar sedikit


" em" jawab arsad


" tolong ambilkan handuk aku mas!" pinta ara dengan tatapan memohon


" memang nya kamu taro di mana handuk nya?" tanya arsad yang pura pura tidak tau , padahal ia tau di mana letak handuk ara


" ada di ruangan ganti , tadi aku lupa membawa nya "


" apa imbalan ku kalau aku mengambilkan mu handuk?" tanya arsad yang ingin menggoda ara


" imbalan?"


" ya , aku meminta imbalan " jelas arsad dengan terus menatap ara


" em baik lah ,nanti aku akan memberikan imbalan sesuai dengan apa yang mas mau , tapi tolong ambilkan handuk ku"


" baik lah , aku akan menagih nya nanti jadi bersiap lah" ucap arsad yang terdengar ambigu bagi ara, arsad langsung berjalan menuju ruang ganti dan langsung mengambilkan handuk untuk ara


" duh.. Kenapa aku bicara seperti itu bagai mana nanti kalau mas arsad meminta hal yang aneh" gumam ara sambil melihat punggung arsad yang memasuki ruangan ganti baju


Tak lama arsad pun keluar dengan membawa handuk untuk ara

__ADS_1


" nih , handuk nya " ujar arsad yang menyerah kan handuk ke ara , dengan cepat ara langsung mengambil nya dan langsung menutup pintu kamar mandi


"hufff dasar ara " ucap arsad sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri nya itu , ia kembali menuju ke kasur , ia sedang mengecek laporan yang di kirim oleh zaki padanya


Ara kini sudah memakai handuk yang hanya menutupi sebagian dari tubuh nya


"duh aku masih malu mau ke luar dengan hanya menggunakan handuk saja begini" gumam ara yang melihat tubuh nya yang hanya di balut handuk


" tapi gak papa lah , ini lebih baik dari yang tadi " gumam nya lagi , ia memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi , namun jantung nya terus berdetak kencang dan ia merasa gugup


Saat pintu kamar mandi terbuka ara melihat ke arah arsad yang sibuk dengan laptopnya , ara berfikir ini lah kesempatan dirinya untuk keluar dari kamar mandi , ia yakin kalau arsad tidak akan melihat dirinya, ara langsung buru buru langsung menuju ke ruang ganti baju


Arsad yang sedari tadi sibuk dengan laptop nya pun melihat ara yang hanya menggunakan handuk saja , memperlihatkan sebagian dari tubuh nya berjalan terburu buru menuju ke kamar mandi


' oh sitt ' batin arsad saat merasakan ada yang merespon di bawah sana saat melihat tubuh ara , arsad langsung menyudahi kerja nya ia sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi setelah melihat ara tadi


Tak lam ara pun keluar dari ruang ganti baju , ia sudah mengenakan baju gamis nya di sertai jilbab yang panjang nya


" kamu gak mandi mas?"tanya ara yang menghampiri arsad di atas ranjang, ia tidak tau kalau arsad tadi sempat melihat dirinya yang hanya menggunakan handuk saja


" handuk nya mas jangan lupa , di kamar mandi gak ada handuk!" ucap ara yang melihat ara yang hendak memasuki kamar mandi


Arsad langsung mengambil handuk nya tanpa menjawab ucapan ara , sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi ia berbalik melihat ke arah ara


" jangan lupa janji mu tadi " ucap arsad yang langsung memasuki kamar mandi dan menutup nya sebelum mendengar jawaban dari ara


" janji... Ah apa maksud mas arsad tai adalah permintaan nya yang tadi" gumam nya saat melihat arsad sudah menutup pintu kamar mandi nya


Ara langsung keluar dari kamar , ia sengaja keluar kamar untuk menghindari arsad dan ia juga ingin membantu mama mertuanya masak makan malam


" assalamualaikum ma" ucap ara yang baru sampai di dapur , dan melihat mertuanya sedang memasak


" wallaikumsalam sayang , arsad mana ra?" tanya mama risa

__ADS_1


" mas arsad lagi mandi ma , mama masak apa ,ara mau bantu boleh!"


" memang nya kamu gak mual apa sama bau bau masakan ?"tanya mama risa


" sepertinya gak deh ma , soal nya dulu waktu di pesantren aku pernah membantu masak di dapur santri " ujar ara menjelaskan


" oh ya udah kalau begitu , kamu bagian mengiris sayur nya aja ya , biar mama sama bik sum yang memasak dan menggiling bumbu nya"


" baik ma " ucap ara


mereka pun memulai masak nya dengan sesuai tugas masing masing , mereka sambil bercanda ria mengiring acara masak mereka


Di dalam kamar arsad baru selesai mandi , ia mencari keberadaan ara di kamar namun ternyata ara sudah tidak ada


" kayak nya sengaja dia menghindar, liat aja nanti " gumam arsad yang langsung menuju ke ruang ganti baju dan segera mengenakan baju nya


Arsad segera keluar dari kamar , ia menuju ke arah lantai dasar , terlihat papa hasan sedang dudu di ruang tv sendirian , ia langsung menghampirinya


" pa" panggil arsad yang langsung duduk di samping papa nya


" hem" jawab papa hasan


" papa baru pulang?" tanya arsad


" ya , begitu lah , papa tadi abis bertemu dengan riko teman papa "ucap papa hasan


" apa papa menjalani kerja sama dengan om riko itu?" tanya arsad lagi


" ya , rencana nya , kan kamu tau sendiri kalau papa mau membuat proyek baru dan dia bersedia berkerja sama dengan papa " jawab papa hasan


" papa harus hati hati sama orang pa , jangan mentang mentang dia teman papa , jadi papa percayabegitu aja " ucap arsad yang memperingati papa nya , entah semenjak bertemu dengan riko arsad merasa kalau riko hendak memanfaat kan papa nya dan arsad merasa kalau riko sedang merencanakan sesuatu


" ya papa ngerti , kamu tenang saja , papa udah kenal dia sejak smp jadi mana mungkin dia mau berbuat jahat sama papa" ucap papa hasan yang percaya dengan sahabat nya itu

__ADS_1


" ya , kita kan gak tau dalem nya pa , gak menutup kemungkinan meskipun sudah berteman sejak lama ,tidak bisa saling meyerang, biasanya dunia bisnis tidak pandang bulu pa , bisa siapa aja yang akan menjadi sasaran empuk nya" jelas arsad yang terus mengingatkan papa nya


__ADS_2