
setelah ara menangis sambil terus memeluk baju arsad , lama kelamaan ia manjadi lemah dan jatuh pingsan
ruri yang ingin mengembalikan buku ara yang ia pinjam waktu itu
tok.... tok....
" assalamualaikum ara" ucap ruri yang sambil mengetuk pintu kamar ara ,namun tidak ada jawaban fari ara
" ara" panggil ruri sekali lagi
" kemana sih dia" ucap ruri yang membuka pintu kamar ara
" eh gak di kunci , tumben banget , apa jangan jangan dia ketiduran di dalem, ah sebaik nya aku masuk aja lah " ucap ruri yang langsung masuk ke dalam kamar ara
" astaga ni anak kenapa tidur nya seperti ini, gak sadar apa kalau anak nya kejepit kalau tidur nya seperti ini" ucap ruri yang melihat ara tidur sambil duduk dan memeluk kemeja arsad
" ra ,bangun benerin dulu posisi kamu tidur nya ,kasihan anak kami" ucap ruri sambil menggoyang goyang lengan ara, namun ara tak merespon nya
" ara ,kamu tidur apa pingsan sih susah banget di bangunin nya, ara hay bangun" ucap ruri yang terus berusaha membangunkan ara
ruri tak sengaja tersentuh kain yang basah si pelukan ara
" ara. ara bangun , bangun ra jangan buat aku takut" ucap ruri yang membenarkan posisi tidur ara, namun ara sama sekali tidak bangun , hal itu membuat ruri panik
" ara ,pliss bangun ,jangan kaya gini ara" ucap ruri yang sudah menetes kan air matanya melihat ara yang sangat pucat
" apa aku panggil dokter Assyfa aja ya buat memeriksa ara ,ya aku harus panggil dokter Assyfa" ucap ruri yang langsung bergegas keluar dari kamar ara dan menuju ke klinik yang ada di pondok
" assalamualaikum dokter" ucap ruri yang langsung membuka pintu klinik nya
" wallaikumsalam , ada apa ruri, kenapa kamu seperti panik sekali " tanya dokter Assyfa yang melihat ruri sangat panik
" ara dokter ,dia pingsan" ucap ruri
" apa , ayo kita kesana sekarang" ucap dokter Assyfa yang langsung menyiapkan segala keperluan untuk memeriksa ara nanti
" ayo dokter" ucap ruri
mereka pun berjalan dengan cepet menuju ke kamar ara , setelah sampai di kamar ara dokter Assyfa langsung memeriksa ke adaan ara
" bagaimana dokter ,ke adaan ara" tanya ruri saat dokter Assyfa baru selesai memeriksa ara
__ADS_1
" saat ini ke adaan ara sangat lah lemah , coba kamu temui umi hasnah untuk membantu kita membawa ara ke rumah sakit, saya takut kalau ke adaan nya semakin lemah bisa membahayakan anak nya" ucap dokter Assyfa menjelaskan
" apa penyebab ara bisa seperti ini dokter" tanya ruri yang penasaran
" kalau prediksi dari saya , ara terlalu banyak beban pikiran dan di juga sepertinya ara jarang makan" ucap dokter Assyfa
" ara jarang makan ,pantesan beberapa hari ini dia saat aku ajak makan dia bilang nanti aja " ucap ruri
" sudah , sekarang kamu minta batuan sana sama umi hasnah , semakin cepat kota membawa ara ke rumah sakit semakin cepet juga ara mendapat penanganan" ucap dokter Assyfa
" baik dokter,kalau begitu saya permisi dulu, tolong titip ara, assalamualaikum"ucap ruri
" ya , wallaikumsalam" ucap dokter Assyfa
ruri pun segera pergi menuju ke rumah umi hasnah untuk meminta bantuan , tak butuh waktu lama ruri, abah Ansor dan arsad sampai di kamar ara
" assalamualaikum" ucap ruri, abah ansor dan arsad
" wallaikumsalam,silahkan masuk" ucap dokter Assyfa
mereka semua pun masuk ke dalam kamar ara , ara sudah di pakaikan cadar oleh dokter Assyfa pas ruri pergi meninggalkan kamar ara tadi
" ke adaan ara sangat lemah ustad, saya takut kalau tidak di bawa segera ke rumah sakit akan berakibat fatal pada anak nya" ucap dokter Assyfa menjelaskan
sedangkan arsad yang berada di belakang abah ansor melihat ada kemejanya di tempat tidur ara
' itu seperti kemeja ku yang di belikan mama' batin arsad ,ia langsung melihat ara yang tak sadarkan diri
' apa dia ara ku' batin arsad lagi , arsad langsung mendekat ke arah ara dan mengambil kemejanya
" ada apa sad" tanya ustad Ansor heran
" ini kemeja milik saya bah" ucap arsad sambil menunjukkan kemeja yang ia pegang
" jangan mengada ngada kamu ya ,itu kemeja milik suami ara, dia yang membawa kemeja itu saat pergi dari rumah suaminya" ucap ruri yang pernah mendengar cerita dari ara
arsad langsung melotot saat mendengar ucapan ruri barusan
" maaf apa aku boleh melihat wajah ara" tanya arsad
" maaf kami tidak bisa membuka cadar ara sembarangan tanpa persetujuan darinya" ucap ruri
__ADS_1
" aku mohon , aku cuma mau memastikan dia istri ku atau bukan" ucap arsad memohon
ruri dan dokter Assyfa saling pandang, lalu mereka melihat ke arah abah Ansor
" biarkan nak arsad melihat wajah ara, dia hanya ingin memastikan saja" ucap abah ansor yang langsung membalik kan badan nya ,agar cuma arsad yang melihat wajah ara
" baik lah tapi cuma sebentar saja" ucap ruri yang membuka cadar ara dengan perlahan
alangkah terkejut nya arsad saat cadar ara di buka , ia langsung ingin memeluk ara namun di halangi oleh ruri
" mau apa kamu" tanya ruri dengan nada sinis nya
" dia istri ku ,humairah ki" ucap arsad
" aku tidak akan percaya pada mu ,apa buktinya kalau ara istri mu" ucap ruri
arsad langsung menunjuk kan cincin di jari manis nya
" kamu boleh lihat cincin ini sama dengan punya ara ,kalau kamu masih gak percaya ,ini aku tunjuk kan , didalam cincin ini ada nama aku dan ara" ucap arsad yang melepaskan cincin pernikahan nya dengan ara , di sana sudah ada tulisan arsad dan humairah
" kalau kamu masih gak percaya , kamu boleh lihat ,cincin milik ara, pasti sama dengan punya ku" ucap arsa
ruri pun langsung melepaskan cincin yang ada di jari manis ara setelah berhasil melepaskan nya , ruri langsung melihat ukiran nama di cincin ara
" benarkan aku tidak berbohong, sekarang bisa tolong minggir gak , aku akan membawa ara ke rumah sakit " ucap arsad
ruri langsung menggeser dari tempat tidur ara, arsad langsung mendekati ara
" sayang maafin aku ya" ucap arsad sambil meneteskan air matanya, ia kembali memakaikan cadar ara , lalu ia langsung menggendong ara
" abah aku akan membawa ara ke rumah sakit ya" ucap arsad
" jadi bener dia istri mu yang kamu cari sad" tanya abah Ansor
" iya bah" ucap arsad
" silahkan kalau kamu ingin membawanya ke rumah sakit, tapi sebaik nya kamu bawa juga ruri untuk memegang ara di dalam mobil" ucap abah ansor menyarankan
" baik bah ,ruri ayo ikut saya untuk memegangi ara di dalam mobil nanti" ucap arsad
" em baik lah" ucap ruri
__ADS_1