
keesokan pagi nya arsad sedang menyuapi ara sarapan
" sudah mas ,aku sudah kenyang" ara sambil menggelengkan kepalanya
" satu suap lagi ya sayang!" bujuk arsad ,karena ara makan baru sedikit menurutnya
" udah mas ,kalau di paksain nanti mutah" tolak ara sambil menutup mulut nya
" ya udah nanti ,di makan lagi ya sayang ,kamu baru sedikit makan nya" pinta arsad pada ara
" iya mas" jawab ara sambil tersenyum
tok..tok...
" sayang pakai lagi cadar nya ada yang datang" pinta arsad pada ara , ara segera memakai cadar nya lagi
" masuk" ucap arsad yang meletakan mangkuk bubur bekas ara makan ke meja
" assalamualaikum" sapa papa hasan dan mama risa saat memasuki ruang rawat ara
" wallaikumsalam" jawan ara dan arsad
" mama, papa" ucap ara dan arsad bersamaan
" ara , bagai mana kabar kamu nak" tanya mama risa yang langsung mendekat ke ara
" alhamdulilah baik ma ,mama sendiri apa kabar" tanya balik ara yang merasa agak canggung akan kedatangan mertuanya
" mama sangat baik nak , ara apa benar saat ini kamu sedang hamil nak" tanya mama risa memastikan , sebenernya ia sudah tau dari arsad semalam
" iiya ma" jawab ara gugup, ia takut kalau mertuanya tidak percaya kalau anak yang ada di dalam kandungan nya adalah anak arsad
" alhamdulilah berarti sebentar lagi mama mau punya cucu dong" mama risa dengan senang mendengar ara sedang hamil yang berarti sebentar lagi dirinya akan memiliki cucu yang sangat menggemaskan
" sudah beberapa bulan ra , kehamilan mu" tanya papa hasan, sontak pertanyaan papa hasan langsung membuat nya cemas , ara takut kalau nanti mereka tidak percaya
" sudah dua bulan pa" jawab ara
" apa sudah di periksa ke dokter kandungan ra" tanya mama risa dengan nada lembut
" kalau ke dokter kandungan si belum ma , aku cuma memeriksakan nya sama dokter umum yang ada di pesantren" jawab ara
" rencananya sebentar lagi kami mau memeriksakan nya ma , sekalian arsad mau tanya kenapa ara sangat susah untuk makan " arsad yang ikut bicara
__ADS_1
" kenapa kamu tidak ma maka ra" tanya mama risa pada ara
" bukan gak mau makan ma, cuma gak bisa banyak banyak , kerena bisa muntah nanti " jawab ara
" ya , meskipun kamu tidak mau makna , tapi kamu harus memaksakan nya ya ra , dulu mama juga gitu saat mengandung rika dulu , tapi tetep mama paksain " ucap mama risa yang menceritakan saat hamil anak keduanya
" benarkah , ma dulu mama seperi aku" tanya ara
" ya , terkadang mama kalau mau makan di sambil makan buah bahan buat jadi pencegah muntah nya" ujar mama risa
" bagai mana caranya ma" tanya ara yang penasaran
" ya caranya satu suap pan setelah nya satu potong buah , biar gak muntah , kalau tidak di akali seperti itu , mama males buat makan ,kalau setiap makan harus muntah lagi dan lagi" jawab mama risa
" boleh di coba tu sayang" ucap arsad sambil tersenyum, mama risa dan papa hasan saling pandang saat mendengar arsad memanggil ara dengan sebutan sayang
ara yang di panggil sayang oleh arsad di depan mertuanya sangat malu, ia hanya menjawab ucapan arsad hanya dengan mengangguk kan kepalanya saja
tok... tok...
" assalamualaikum" ucap seseorang yang mengetuk pintu kamar rawat ara
" wallaikumsalam" jawab semuanya yang ada di dalam ruang rawat ara
yang datang adalan abah Ansor, umi hasnah , riki dan ruri yang datang menjenguk ara yang sakit
"hay sob" ucap papa hasan yang langsung memeluk abah hasan
" apa kabar" tanya abah ansor sambil melepaskan pelukan sahabat nya
" alhamdulilah baik ,kamu bagai mama kabarnya" tanya papa hasan sambil menepuk nepuk bahu sahabat nya
" alhamdulilah baik juga ,oh ya kami datang ke sini ingin menjenguk ara ,aku bener tidak tau kalau arsad sudah menikah dan ternyata ara lah istri nya " ucap abah ansor
riki yang sudah tau kebenaran nya kalau ara itu istri dari anak sahabat abah nya pun hanya pasrah menerima kenyataan , meski hati nya sangat sakit setelah mengetahui kebenaran nya
" maaf , karena saat arsad menikah dengan ara itu sangat mendadak , jadi tidak sempat mengundang mu" ucap papa hasan
" pa suruh duduk ustad dan yang lain nya" tegur mama risa
" oh ya aku hampir lupa , ayo silahkan duduk !" ajak papa hasan
Di ruangan rawat ara sangat lah luas dan ada sofa panjang di ruangan itu,
__ADS_1
" iya ayo , sekalian kita ngobrol sudah lama kita tidak bertemu" ucap abah ansor
Abah ansor dan papa hasan pun mulai mengobrol, sedangkan arsad hanya duduk di samping istri nya sambil menggenggam tangan ara
" ara , bagai mana kabar mu dan kandungan mu " tanya umi hasnah
" alhamdulilah baik semua umi" jawab ara
" alhamdulilah kalau begitu " ujar umi hasnah
" hasnah, kita ngobrol di sana yuk sudah lama loh kita gak ketemu , semenjak mereka sibuk terus" ucap mama risa sambil melirik papa hasan dan abah ansor yang tengah asik mengobrol
" baik lah " umi hasnah pun mengikuti mama risa duduk di sofa yang tak jauh dari umi mereka
" wah , kalian ini bikin iri para jomblo aja" sindir ruri yang melihat tangan ara selalu di genggam oleh arsad
Ara langsung ingin melepaskan tangan nya yang di genggam arsad kerena ia merasa malu
" biarkan begini sayang, supaya mereka punya keinginan cepat menikah" arsad yang tidak mau melepaskan tangan ara
Riki yang melihat hal itu membuat hati nya sangat sakit, ia dul sangat berharap banyak kalau ara akan menjadi pendamping hidup nya
" ya gak ki" tanya arsad yang melihat riki melamun sejak tadi
" ah, iya" jawab riki
" ya kalau udah ada jodoh nya mah enak , lah kaya aku yang belum bertemu jodoh nya bagai mana" ucap ruri
" sabar ruri , anti juga ketemu jodoh nya" ucap ara sambil terkekeh
" iya kamu enak tinggal ngomong gitu , kerena kamu udah ketemu sama jodoh nya,ra ajarin dong bagai mana cara dapet jodoh yang ganteng dan sholeh" ucap ruri
" gak usah jauh jauh ruri , di belakang kamu tu ada yang ganteng dan sholeh , masih jomblo" ucap arsad sambil menunjuk riki dengan bibirnya
" kalau dia , kayak nya bukan jodoh aku deh" ucap ruri
" kok kamu bisa seyakin itu" tanya riki
" ya gak tau , filing aja " jawab ruri
" memang nya apa kurang nya ustad riki ruri, bukan nya dia sesuai dengan kreteria mu , tampan dan shaleh " tanya ara
" sayang jangan memuji pria lain , selain suami mu" arsad yang memperingatkan istrinya , ia tidak terima kalau ara memuji pria lain apa lagi di hadapan nya
__ADS_1