Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
59


__ADS_3

ruri dan ara sudah hampir sampai di supermarket


" ra apa mungkin itu ya tamu ustad Ansor" tunjuk ruri ke dalam supermarket, ara pun melihat orang itu saat membelakanginya


' kok orang itu seperti mas arsad ya, ah gak mungkin mas arsad ada di sini, mungkin hanya mirip saja' batin ara yang melihat punggung orang itu di dalam supermarket


" hy, kata nya gak perduli sama orang itu ,tapi kok ngeliatin nya sampek segitu nya" ledek ruri yang melihat ara terus menatap orang itu


" iih apaan sih kamu ,udah ayo kita masuk ke dalam" ucap ara yang langsung menunduk kan kepalanya


" udah gak sabar ya bisa melihat cowok ganteng" ledek ruri lagi


" udah ah gak usah bahas itu lagi , ayo masuk" ucap ara


mereka pun segera masuk ke dalam supermarket ,ara terus menunduk kan kepala nya tanpa melihat laki laki yang berpapasan dengan nya


begitu juga arsad ia juga tidak tau kalau perempuan bercadar yang berpapasan dengan nya adalah ara


arsad berjalan ke luar sedangkan ara berjalan masuk ke dalam supermarket


" sumpah ra , cowok nya ganteng banget" ucap ruri antusias


" aku gak liat" ucap ara yang langsung mengambil es krim yang dia ingin kan


" iii kamu ini , sayang tau gak ,cowok seganteng dia gak di liatin" ucap ruri


" hay ingat zinah mata " ucap ara memperingati ruri


" astagfirullah ,eh tapi gak papa lah hilaf sedikit hehe" ucap ruri


" terserah kamu lah ruri, balik ke kamar yuk " ajak ara yang langsung menuju ke kasir


" eh aku belum beli es krim nya" ucap ruri yang langsung mengambil salah satu es krim ke suka an nya


semua santri dan para ustazah yang ada di pesantren Al-Hidayah semuanya pada mengagumi ke tampanan arsad


" kenapa sih kok semua orang yang ada di sini pada membicarakan laki laki itu" tanya ara heran

__ADS_1


" ya harap maklum aja ra , mereka kan gak pernah melihat cowok ganteng " ucap ruri


" tapi kan seharus nya meraka tau kalau mengagumi seorang laki laki yang bukan mahram nya itu dosa" ucap ara


" iya juga sih,udah ah kita gak usah ngurusin merek , kita balik ke kamar dulu yuk" ucap ruri


" ya udah ayo" ucap ara, mereka pun kembali ke lamar mereka masing masing


saat ara sudah sampai di kamar nya ia langsung mencari baju kemeja arsad yang ia bawa waktu itu dan foto arsad


" mas aku kangen banget sama kamu , aku pengen ketemu sama kamu mas hiks hiks" ara menangis saat ia sedang kangen dengan arsad


" aku pengen pulang tapi aku takut , aku gak siap menerima talak dari kamu mas hiks hiks" ucap ara lagi


di tempat lain tepat nya di rumah ustad Ansor arsad saat ini baru selesai mandi


" kenapa dengan dada ku tiba tiba terasa sakit , ara , kenapa dengan ara , aku harap kamu baik baik saja sayang , dan semoga kita segera di pertemukan kembali" ucap arsad yang memegangi dadanya


arsad langsung memakai pakaian nya ,setelah itu ia segera keluar dari kamar nya ,untuk menemui ustad Ansor dan riki


" wallaikumsalam sad ,sini duduk " ucap abah Ansor yang menyuruh arsad untuk duduk di sofa di sebelah nya, arsad pun menuruti nya ia duduk di samping abah ansor


" arsad apa bener kamu sudah menikah ,kalau kamu sudah menikah kenapa istri mu gak di ajak" tanya riki yang penasaran .


" saya sedang ada masalah dengan istri saya , dia pergi meninggalkan saya" ucap arsad sedih kala mengenang dia dulu yang selalu menyakiti hati ara


" kalau boleh tau ada masalah apa nak , dan kenapa istri mu meninggal kan mu" tanya abah ansor


arsad pun menceritakan awal mula dirinya menikah dengan ara sampai ia juga menceritakan tentang perilakunya kepada ara selama manjadi istrinya,dan sampai ara menyamar manjadi orang lain untuk menjadi selingkuhan nya


" astagfirullah , kenapa kamu melakukan itu pada istri mi sad" tanya abah ansor


' kenapa ceritanya hampir mirip dengan cerita ara dimasa lalu nya dengan suaminya, apa jangan jangan arsad lah suami ara, ah tapi gak mungkin deh kayak nya' batin riki


" karena dulu saya pernah berjanji ke pada seseorang saat saya masih kecil dulu , saya ingin menepati janji itu , sehingga saya menjadi playboy untuk mencari ke beradaannya " ucap arsad


" terus apa kamu sudah menemukan perempuan yang kamu janjikan dulu" tanya abah ansor

__ADS_1


" perempuan itu adalah istri saya sendiri bah , saya sangat menyesal telah menyakitinya , saat ini saya sedang mencari ke beradaannya bah , bahkan saya sudah menyewa detektif handal , namun sudah hampir dua bulan ini belum ada perkembangan bah, saat ini saya ingin memperdalam agama saya bah , agar nanti saat istri saya kembali saya tidak menyia nyiakan nya lagi , saya pasti akan takut dosa kalau saya menyia nyiakan nya lagi" ucap arsad sambil meneteskan air matanya ,ia sangat menyesali perbuatan nya


" semoga Allah cepet mempertemukan kalian , dan mempersatukan kalian lagi" ucap abah ansor


" amin " ucap ucap arsad


" kalau boleh tau siapa nama istri kamu sad" tanya riki yang penasaran


" nama nya hu- " ucapan arsad terhenti kala ada seseorang yang mengucapkan salam


" assalamualaikum" ucap seseorang dari luar rumah


" wallaikumsalam " ucap abah ansor yang langsung menuju ke pintu depan bersama riki dan arsad


" ada apa ,kenapa kamu kelihatan sangat panik" tanya abah ansor


" apa ada umi hasnah ustad" tanya ruri ya yang datang adalah ruri


" ada di dalam , memangnya ada apa" tanya lagi ustad ansor


" saya mau minta bantuan umi untuk membawa ara ke rumah sakit ,aku menemukan ara tak sadarkan diri di kamar nya ,aku takut terjadi apa apa pada nya dan bayinya" ucap ruri menjelaskan


" humairah , apa yang terjadi pada nya ruri" tanya riki yang ikut khawatir


' humairah ,kenapa nama nya sama dengan nama ara, eh tapi tadi kata orang ini dia sedang hamil' batin arsad


" apa kamu sudah memberi tahu dokter Assyfa " tanya abah ansor


" sudah ustad , kata dokter Assyfa saat ini ke adaan ara sangat lah lemah , dokter Assyfa juga menyarankan agar ara di bawa ke rumah sakit" ucap ruri menjelaskan


" baik lah ayo kita ke kamar ara sekarang , riki tolong kamu panggilkan umi kamu ,dan segera ikut menyusul ke kamar ara" ucap abah ansor


" baik bah" ucap riki yang langsung berlari menuju ke dalam rumah untuk mencari keberadaan umi nya


" arsad apa kamu mau ikut " tanya abah ansor


" ya bah aku ikut " ucap arsad dengan penuh penasaran , apakah humairah istrinya atau bukan

__ADS_1


__ADS_2