
mereka semua pun sedang berbincang bincang di ruang rawat ara
tok.. tok...
" assalamualaikum" ucap harun dan lia di depan pintu ruangan rawat ara
" wallaikumsalam" jawab semuanya yang ada di sana
" ara" panggil hasan langsung berjalan menuju adik nya ,ia memeluk adik satu satu nya itu, ia sangat mencemaskan ke adaan adik perempuan nya
" kakak" ara yang membalas pelukan sang kakak , ara sangat merindukan kakak nya, arsad yang melihat istri nya di peluk oleh harun pun merasa tidak terima ,namun ia menahan nya
" kamu ke mana aja ara? kakak selalu mencari keberadaan mu !" harun selalu menyempatkan diri untuk mencari adik kesayangan nya, di sela sela pekerjaan nya
" maafkan ara kak!! ara telah membuat kakak menghawatirkan ara" ucap ara yang merasa bersalah karena telah membuat sang kakak menghawatirkan nya
" lain kali kamu jangan seperti ini lagi ya ra!! kakak akan merasa bersalah jika terjadi apa apa padamu, ayah dan ibu telah menitipkan mu kepada ku" harun yang akan merasa bersalah kalau adik perempuan satu satunya ini kenapa napa
" maafin ara kak ,maaf udah bikin kakak khawatir , maaf juga aku pergi gak pamit sama kakak" ucap ara sambil menangis di pelukan kakak nya
semua nya melihat ke arah ara dan harun, mereka ikut meneteskan air mata melihat interaksi ara dan hasan
" ya gak papa , lain kali jangan di ulangi lagi ya , kalau mau pergi itu harus bilang , biar gak buat orang khawatir " ucap harun sambil mengelus kepala ara
" iya kakak, aku gak akan mengulangi nya lagi" ucap ara dengan sungguh sungguh , ia menyesal telah pergi tanpa memberi tahu siapa pun, sehingga membuat semua orang menghawatirkan nya
" hasan , kami pamit pulang dulu ya" ucap abah ansor pamit pulang , ia merasa tidak enak kalau mereka masih di sini , sebab seperti nya mereka akan membahas tentang masalah keluarga
" kenapa terburu buru sekali" tanya papa hasan
" pesantren tidak ada yang menjaga san"
__ADS_1
" ya sudah , lain kali aku akan main ke pesantren , agar bisa mengobrol dengan mu lebih lama " ucap papa hasan
" ya , kamu boleh kapan saja main ke pesantren " ujar abah ansor
" ya , nanti aku akan ajak sekalian istri dan anak ku , sekalian untuk memperdalam agama kami"
" baik lah, aku akan menungggu nya , ya sudah kami pamit dulu ya " ucap abah ansor
" ya hati hati di jalan " ucap papa hasan
" ya , ayo mi, riki kamu mau ikut pulang bersama kamu" ucap abah ansor
" ya bah , aku ikut pulang" riki memilih untuk ikut pulang , sebab ia tidak tahan melihat ara dan arsad yang seperti perangko, ia juga ingin mencoba untuk mengikhlaskan ara bersama arsad
" ruri apa kamu mau ikut bersama kamu?" tanya umi hasnah
" seperti nya aku masih mau di sini umi" ucap ruri , ia yang masih ingin bersama ara
" iya umi , terimakasih sudah menjenguk saya dan terimakasih untuk semuanya" ucap ara sambil tersenyum ke arah umi hasnah
" sama sama ara, nanti setelah kamu sudah sehat dan di perbolehkan pulang , mampir lah ke pesantren ya ara" ucap umi hasnah
" iya umi, anti aku aan mampir ke sana , lagian kan barang barang aku masih di sana umi" ucap ara
" ya udah semua nya kami pamit pulang dulu ya , assalamualaikum" ucap abah ansor
" wallaikumsalam" jawab semua orang yang ada di rungan ra
Abah ansor , umi hasnah dan riki pun pergi meninggalkan ruangan ara, mereka langsung pilang ke pesantren
" ara , bagai mana kabar kamu" tanya lia pada adik ipar nya
__ADS_1
" alhamdulilah baik mbak, mbak sendiri apa kabar nya , anggi mana" ucap ar yang tidak melihat keponakan nya
" mbak alhamdulilah baik ra , kalau anggi mbak titipin ke saudara mbak , kasihan kalau mengajak anggi ke rumah sakit" ucap lia
" pak hasan , ibu risa , dan kamu sad , sesuai perkataan saya waktu itu , kalau saya mau meminta kepada arsad untuk melepaskan ara , saya gak mau kalau kejadian waktu itu terulang lagi " ucap harun pada semuanya
perkataan harun membuat semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut , ara yang mendengar ucapan kakak nya pun bingung , apa maksud dari ucapan kakaknya
" tapi kak-
" arsad saya sudah bilang kan waktu itu , saya tidak mau kalau kamu akan menyakiti adik saya lagi , saya juga tidak terima adik saya kamu perlakukan seperti itu" ucap harun
" run apa tidak bisa kamu beri kesempatan untuk arsad merubah semuanya" ucap papa hasan yang tidak tega kalau melihat ara dan arsad , apa lagi saat ini arsad sudah berubah , dan teah menyesali perbuatan nya
" tidak pak , saya tidak akan memberikan kesempatan untuk arsad bersama ara lagi"
" apa maksud kakak , kenapa aku tidak boleh bersama dengan mas arsad , mas asad kan suami aku" tanya ara yang bingung
" ara , mulai sekarang kamu akan tinggal bersama kakak , kakak tidak akan membiarkan kamu di sakiti oleh arsad lagi" uap harun pada adik nya
" jadi kakak menyuruh ara dan mas arsad untuk bercerai" tanya ara yang mulai mengarti arah jalan pembicaraan kakak nya
" ya ara , kakak minta kamu sama arsad bercerai saja , kakak tidak mau kamu tersiksa bersamanya , kakak tidak terima kalau kamu di perlakukan seperti pembantu dan tidak di anggap sebagai istri nya" ucap harun yang masih tidak terima dengan perilaku arsad pada ara waktu itu
" mas , kenap kamu diam saja , apa kamu beneran mau mencarai kan aku" tanya ara yang melihat arsad diam saja, ara meneteskan air matanya saat kakak nya meminta dirinya untu bercerai dari suami nya arsad
" aku tidak mau menceraikan kamu sayang , sampai mati pun aku tidak akan menceraikan kamu , apa lagi sekarang ada anak ku di rahim mu, aku tidak akan membiarkan dia tidak memiliki orang tua yang lengkap" ucap arsad yang ikut meneteskan air matanya
" apa, kamu sedang hamil ara" tanya harun,ia sangat bingung kalau benar ara hamil , di sisi lain kalau ara benar hamil ia tidak akan tega melihat keponakan nya tumbuh tampa di dampingi ayah nya, di sis lain ia takut kalau arsad akan mengulangi kesalahan nya , ia tidak mau kalau ara di sakiti lagi oleh arsad , cukup satu kali saja ia kecolongan saat arsad menyakiti ara , ia tidak mau hal itu terulang lagi
" ya kakak aku saat ini sedang hamil anak nya mas arsad! Aku mohon sama kakak , tolong jangan pisah kan kami , aku tidak akan sanggup kalau harus mengurus anak ini sendirian , dia butuh sosok ayah untuk membimbing nya tumbuh kakak" ucap ara yang memohon kepada harun
__ADS_1