Aku Selingkuhan Suamiku

Aku Selingkuhan Suamiku
84


__ADS_3

abah Ansor dan umi hasnah langsung menatap ke arah ustazah halimah


" halimah , apa yang kamu lakukan ke pada ara , sampai ara mengalami pendarahan?"tanya Abah Ansor yang langsung pada titik permasalahan nya


" oh jadi saya di panggil ke sini karena ara, saya tidak melakukan apa apa pada ara , saya hanya membalas keren ara telah berani menampar wajah saya, ustad maaf ya sebelum nya, kalau perkataan saya nanti akan menyakiti ustad dan umi, sebenar nya anak yang ada di kandungan ara itu bukan anak ya arsad" ujar ustazah halimah


" kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya abah ansor dengan penasaran


" maaf sebelum nya ustad , karena anak yang ada di dalam kandungan ara itu anak ustad riki , anak ustad dan umi" jawab ustazah halimah dengan enteng nya


ustad riki yang mendengar ucapan ustazah halimah pun ikut terbawa emosi , ia langsung beranjak daru duduk nya dan ingin melaberak ustazah halimah, namun dengna cepat zaki dan rudi menahan nya agar tidak keluar dari tempat persembunyian


" sabar, kita dengarkan dulu sampai selesai, jadi kita bisa tau , apa sebenar nya tujuan dia" bisik zaki pada ustad riki


" ya benar apa kata zaki, sabar dulu , kalau kamu keluar sekarang , kamu gak bisa tau apa tujuan dirinya sebenarnya " ujat rudi yang ikut menenangkan ustad riki


Ustad riki pun menuruti perkataan zaki dan rudi , ia duduk kembali dan menyimak lagi apa yang di ucapkan ustazah halimah


Abah Ansor dan umi hasnah pun terkejut dengan apa yang di katakan ustazah halimah


" kenapa kamu bisa bicara seperti itu? , jangan asal bicara , kerena itu bisa menimbulkan fitnah " ucap Abah Ansor


" ya benar , apa kamu punya bukti nya ?" tanya umi hasnah yang mulai kesal dengan ustazah halimah

__ADS_1


" saya tidak asal bicara ustad , kalau mengenai bukti , memang saya gak ada bukti nya , namun saya sering melihat dengan mata kepala saya sendiri , kalau ustad riki dan ara sering bertemu di tempat tempat sepi , yang di mana hanya ada mereka berdua saja" jelas ustazah halimah yang pernah melihat kebersamaan ara adan ustad riki


" mungkin mereka tidak sengaja bertemu , kamu jangan langsung menyimpulkan kalau mereka punya hubungan , kalau tuduhan kamu tidak benar kan kamu sudah menfitnah mereka" ujar Abah Ansor yang berpikir positif


" ya kalau sekali atau dua kali ustad , ini sudah sering, terkadang juga mereka bertemu nya di malam hari ustad " ucap ustazah halimah yang ingin membenarkan apa yang ia lihat


" baik lah , untuk mengetahui kebenaran nya , mari kita tanya langsung pada riki, riki , sini nak " ucap abah ansor yang langsung memanggil riki


Riki yang mendengar di panggil oleh abah nya pun langsung keluar dari ruangan tempat mereka sembunyi


" silahkan duduk riki" ucap abah ansor yang mempersilahkan ustad riki utuk duduk


Ustad riki pun duduk di kursi samping umi hasnah


" tidak pernah abah" jawab riki jujur


" bohong, waktu itu saya melihat ustad bersama ara di belakang gedung kamar santri , saat malam hari, dan di sana cuma ada kalian berdua" ujar ustazah halimah yang menyangkal jawaban ustad riki


" apa benar apa yang di katakan halimah riki?" tanya abah ansor dengan penuh selidik


" saya memang bertemu ara di belakang gedung kamar santri , tapi-" ucapan ustad riki terpotong


" tu kan ustad bener apa kata saya , mereka bertemu " ujar ustazah halimah

__ADS_1


" halimah tolong kamu bisa diam terlebih dahulu , biarkan riki menyelesaikan ceritanya" ucap Abah ansor dengan tegas


" lanjutkan riki" ujar abah ansor lagi menyuruh riki melanjutkan ceritanya


" saya dan ara tidak pernah berjanji bertemu di sana , saat itu saya sedang mengontrol para santri yang masih berkeliaran di luar gedung , namun saya tidak sengaja melihat ara yang sedang melamun memandangi bintang di sana , terus saya hampiri lah dia , kami hanya mengobrol beberapa kata saja ,karena ara langsung menghindar ingin kembali ke kamar nya" jelas ustad riki dengan sejujur jujur nya


" sudah lah ustad , anda tidak perlu berbohong , akui saja kenapa , anda itu seorang ustad , seharusnya anda tau kalau bohong itu dosa" ucap ustazah halimah yang tidak percaya dengan ucapan ustad riki


" saya berani bersumpah , kalau saya tidak berbohong , ustazah halimah , anda juga seorang ustazah kan , seharus nya anda tau kalau menfitnah seseorang itu dosanya sama dengan membunuh , apa anda lupa kalau anda seorang ustazah" ucap ustad zaki yang memojokkan ustazah halimah


Ustazah halimah langsung terdiam saat mendengar ucapan ustad riki yang memojokkan diri nya


" bagai mana halimah , apa kamu sudah puas dengan jawaban riki , jika kamu sudah puas , maka saya peringatkan kamu dengan keras , jangan suka menfitnah seseorang tanpa bukti" tegas abah ansor pada ustazah halimah


" maaf ustad , ada satu lagi yang ingin saya tau ,waktu itu ustad riki apa juga tidak sengaja bertemu dengan ara yang tengah mengambil mangga yang ada di samping rumah ini?" tanya ustazah halimah


' wanita ini sungguh licik , ia pasti akan terus mencari kesalahan yang lain nya setelah aku menjawab pertanyaan nya yang ini' batin ustad riki yang menatap sinis pada ustazah halimah


" oh ya waktu itu, saya saat itu sedang ada di dalam kamar saya tepat nya ada di lantai atas dan di samping pohon mangga itu, saat itu saya melihat ara dan ruri tengah kesusahan mengambil buah mangga , dan saya merasa kasihan saya pun membantu mereka , kami tidak berdua , si sana ada ruri yang menemani ara" jelas ustad riki yang menjelaskan kronilogi kejadian nya


"Bagai mana halimah , apa kamu sudah puas dengan jawaban riki?" tanya abah ansor


Ustazah halimah pun terdiam , ia tak menjawab pertanyaan dari ustad ansor

__ADS_1


" halimah , saya sangat kecewa dengan kamu ,, padahal kamu itu guru yang sangat pintar di persanteren ini, namun sayang , perilaku mu yang mencoreng kepintaran mu , mohon maaf halimah , mulai hari ini kamu saya berhentikan mengejar di pesantren ini, kamu sudah keterlaluan , kamu hampir saja menghilangkan nyawa bayi yang tak bersalah yang ada di dalam kandungan ara dan kamu terangan terangan menfitnah ara dan riki memiliki hubungan , kalau sabat saya tau kalau calon cucunya hampir saja menegang nyawa di pesantren ini , mau di taro mana muka saya, , jadi silahkan membereskan barang barang milik kamu dan segera lah keluar dari pesantren ini , dan ini adalah gaji dan pesangon untuk mu, terimakasih sudah mau membagi ilmu kamu di sini" ucap abah ansor sambil mengeluarkan sebuah amplop yang berisi uang kepada ustazah halimah


__ADS_2