
ara langsung mendorong silvia agar menjauh dari suami nya
" aduh..." silvi terjatuh bersama dengan arsad, ara dengan cepat langsung memapah suami nya , dan segera ara membawa nya pergi
" hay , mau di bawa kemana arsad, jangan bawa dia pergi , dia milik ku" ucap silvi yang hendak mengejar ara dan silvi namun di hentikan oleh lisa
" mau kemana" tanya lisa yang memegang tangan silvia , yang hendak mengejar ara dan arsad
" lisa , lepas kan aku , aku mau mengejar perempuan itu , dia membawa arsad " ucap silvi yang meronta rontah minta di lepas kan
" mau apa kamu mengejar mereka ,mereka itu suami istri, biar kan saja" ucap lisa dengan santai nya sambil menahan tangan silvi
" lisa kan aku lisa , arsad itu milik ku , aku tidak perduli mau arsad sudah punya istri atau belum " teriak silvi yang minta di lepas kan dan silvi langsung mendorong lisa , sehingga lisa hendak terjatuh ke tanah namun ada seseorang yang menangkap nya sehingga lisa tidak terjatuh
" kamu gak papa" tanya bima , bima baru saja ingin memasuki kafe , ia melihat lisa yang sedang menahan seseorang , ia pun menghampiri nya
" aa-aku gak papa kok mas, terimakasih sudah menolong ku" ucap lisa langsung berdiri dan melepas kan pegangan bima
setelah mendorong lisa, silvi langsung pergi mencari keberadaan ara dan arsad
" ada masalah apa kamu sama perempuan itu, kenapa di sampai mendorong kamu" tanya bima
Lisa pun menceritakan kejadian yang sebenernya kepada bima
" jadi itu pacar nya arsad" tanya bima yang mulai emosi , mendengar kalau arsad ketemuan dengan pacar yang lain , ia tak rela kalau ara harus di sakiti terus oleh arsad
" setau aku sih silvi itu mantan nya mas, dia juga udah berhenti dari kantor " ucap lisa
" terus mau apa dia bertemu dengan arsad , kalau mereka sudah putus" tanya bima lagi
" kalau menurut aku dia , mau menjebak bos arsad , agar bos arsad mau menikahinya " ucap lisa menebak
" sekarang kemana ara membawa arad " tanya bima lagi
" aku gak tau mas , aku cuma menyuruh ara membawa pergi saja" jawab lisa dengan jujur
__ADS_1
" semoga saja mereka baik baik saja , oh ya kamu mau kemana" tanya bima
" aku mau pulang ke kosan aku mas " jawab lisa lagi
" ya udah ayo aku antar kamu sampai ke kosan" ucap bima
" gak usah mas , aku gak mau merepotkan mas" ucap lisa merasa tidak enak
" aku gak merasa di repotin kok, ayo masuk ke mobil aku , aku akan mengantar kan mu " ucap bima
" ya udah deh kalau mas maksa" ucap lisa dengan senang
' ada untung nya juga aku membatu ara tadi , aku bisa pulang di anterin mas bima' batin lisa dengan senang
lisa dan bima pun menuju ke mobil bima dan merea memasuki mobi, bima pun mengantar kan lisa ke kosan nya
🌸🌸🌸🌸🌸
Saat ini ara dan arsad sudah di dalam taksi yang ara stop tadi
" panas" ucap arsad sambil meletak kan kepala nya di leher ara
'duh aku bawa ke mana ya , kalu pulang jauh , aku bawa ke hotel aja lah' batin ara
" kita mau kemana neng" tanya supir taksi
" kita ke hotel terdekat saja pak , suami saya sedang tidak enak badan " ucap ara
" baik neng" ucap super taksi yang langsung menuju ke sebuah hotel
sesampai nya di hotel ara langsung membayar ongkos taksi itu , setelah itu ia memapah arsad menuju ke resepsionis untuk memesan kamar hotel. Setelah mendapat kan kunci nya ara langsung membawa arsad ke kamar yang ia pesan
sesampai nya di kamar ara langsung membawa arsad ke kamar mandi , untuk memandikan arsad yang sedang kepanasan , namun sebelum membawa arsad ke kamar mandi ara membuka jilbab dan cadar nya terlebih dahulu, ia tak sadar kalau nanti arsad akan bisa melihat wajah nya
" panas , aku udah gak tahan" ucap arsad yang menahan rasa panas di tubuh nya
__ADS_1
" kamu mandi ya mas biar , panas di tubuh kamu hilang" ucap ara yang tengah menyemprotkan tubuh arsad dengan keran air
Arsad yang sudah terpengaruh obat perangsang yang di berikan silvia langsung menarik ara dan langsung mencium ara
Ara berusaha memberontak dan memukul mukul dada arsad , namun tenaga nya kalah besar dari arsad, tak sampai di situ arsad juga melepas semua pakaian ara
" mas , sadar mas" teriak ara sambil menangis saat baju nya sudah di buka paksa oleh arsad
" sayang " panggil arsad saat melihat hara yang sudah tak berbusana akibat dia
" tolong aku sayang , aku mengingin kamu , aku sudah tidak tahan " ucap arsad dengan wajah sudah memerah menahan hasrat nya
' apa aku memberikan nya sekarang kepada mas arsad ya , tapi kalau aku tidak memberikan nya sekarang kasihan mas arsad , aku berikan saja lah toh , ini juga sudah menjadi hak nya' batin ara
" lakukan lah mas , tapi aku tidak mau kalau melakukan nya di kamar mandi" ucap ara
Arsad langsung menggendong ara menuju ke kamar , arsad langsung membaringkan ara di atas kasur dan langsung menyerang ara
Mereka melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kali untuk mereka , mereka sama sama menikmati surga dunia untuk pertama kalinya
" kamu ternyata masih perawan sayang , terimakasih sudah menjaga nya untuk ku , aku tidak akan meninggal kan mu" ucap arsad yang sudah berhasil menjebol mahkota yang selam ini ara jaga dengan baik
" sama sama mas" ucap ara yang menahan sakit akibat arsad berhasil menjebol mahkota nya
" kini aku sudah tau harus memilih siapa di antara kamu dan ara , aku kan memilih kamu untuk menjadi istri ku dan aku akan melepas kan ara " ucap arsad ynag melanjut kan kegiatan nya
Deg...
Jantung ara berdetak kencang mendengar ucapan arsad barusan , hati nya terasa sakit , kini ia bingung arus bagai mana , ara menahan air mata nya agar tidak tumpah , ia tidak mau kalau arsad melihat nya menangis
Setelah beberapa jam arsad mencumbu nya , arsad juga tidak sekali mencumbu ara namun berkali kali sampai mereka sama sama kelelahan
Cup
" terimakasih sayang" ucap arsad sambil mencium kening ara setelah menyelesaikan kegiatan nya, arsad langsung tertidur karena ia kelelahan
__ADS_1
Ara memastikan arsad tertidur ia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersih kan diri nya sambil menangis
" apa setelah ini aku akan menjadi janda hisk.. Hisk.., sungguh malang nasip mu ara hisk.. Hisk..,setelah aku di cerai aku harus pergi kemana , tidak mungkin kalau aku harus menyusahkan kaka harun lagi , aku harus kuat , dan aku harus bisa hidup mandiri" ucap ara sambil menangis di bawah guyuran air shower