Akulah Raja Termuda Didunia Sihir

Akulah Raja Termuda Didunia Sihir
ep. 11


__ADS_3

setiap hari aku pergi ke istana ibu dan terkadang membawa beberapa makanan yang aku curi dari dapur kerajaan.


"Rey bagaimana kau bisa membawa banyak makanan akhir akhir ini apakah juru masak tidak marah rey karena kau selalu mengambil makanan cadangan darinya?"


" tidak ibu dia tidak akan marah kalau dia marah aku akan kembalikan memarahinya oia bu aku lupa aku kemarin pergi ke salah satu kebun bunga yang sangat indah aku mengambilkan beberapa dan mencuci akarnya untukmu ibu lihatlah" ucapku gembira namun ibu memandang ku dengan marah.


" emm apakah ibu tak menyukainya?" ucapku sedikit sedih.


" suka tapi aku marah kau tidak membawaku kemarin dan gara gara kau mengambil bunga itu tanganmu seperti ini jadinya jangan ulangi lagi paham?"


" hehehe aku tidak hati hati lain kali aku janji deh gak akan ngelakuinnya lagi"


" oia ibu besok aku akan pergi"


" kemana?"


" ayah menyuruhku tuk pergi ke akademi nebula besok vitor dan kak cila sudah mengemasi pakaian dan keperluanku perjalanannya akan membutuhkan waktu 2 hari aku tak ingin meninggalkan ibu tapi aku harus belajar"


" haaa aku tak bisa berbuat apa apa lagi sekarang semua diatur oleh ayahmu sayang kau takkan bisa mengelakkannya"


" hemmm" ucapku lalu memeluk ibuku.

__ADS_1


" oia tapi... apa tidak menunggu hingga lusa baru kau pergi? lusakan hari ulang tahunmu sayang aku bahkan belum menyelesaikannya"


" apa?"


" hadiahmu aku belum menyelesaikannya jikalau besok"


" tak perlu aku hanya ingin pelukan agar aku bisa mengingatnya jikalau barang itu akan rusak dan tak bisa dikenang" ucapku.


" kau ini sekarang kau tidur ibu nyani kan lagumu dulu"


" tidurlah sayangku hingga mentari terbit biarkan ku menjagamu siang dan malam agar kau tetap aman. bulan kan tiba, bintang kan bersinar. malam kan jadi sebuah kisah. dimana kau akan diciptakan, matahari kan terbit tapi bulan enggan pergi, cinta dan kasih takkan pernah bisa hilang didunia ini. kekekalan akan membawa kematian abadi selamanya" nyanyinya berhenti saat melihatku tertidur pulas.


" sayang kau harus bangun nanti telat"


" emmm bu bentar lagi rey masih ngantuk"


" ayolah Rey bangun ayahmu bisa marah nanti"


" a... ayolah bu aku masih ngantuk aku tidak ingin waooo apakah ibu yang membuatnya?" ucapku takjub saat melihat sebuah pakaian yang sangat cantik di depan ku berwarna merah dan putih campuran antara kebangsawanan dan kesucian aku menyukainya aku tau ibuku pasti bekerja dengan keras tuk membuatkan pakaian itu untukku.


" ayo siap siap kau akan mengenakan ini untuk pergi nanti"

__ADS_1


" emmm baiklah"


aku pergi membersihkan badanku lalu bersiap siap ibu membantuku memasang kan pakaian ku yang lumayan ribet dan ia memberikan sebuah sarung tangan dan kalung rubi merah darah padaku.


" ehhh aku tidak memakai kalung ibu" ucapku menurutku kalung itu hanya untuk anak perempuan.


" pakai ini akan menjadi pelindung untukmu kau tidak boleh melepaskannya apalagi ini sarung tangan ini dibuat dari kulit best tikus tanah yang lumayan tebal sebagai pertahanan cadangan sekaligus sebagai penyerang terbaik ingat jangan melukai dirimu sendiri paham" ucapnya khawatir.


" hemm paham ibu juga jikalau aku kembali kau harus baik baik saja janji padaku?"


" janji ibu akan baik baik saja"


" apakah kalian sudah selesai kita akan pergi" ucap ayah melihat dari jauh.


" berjanjilah kau akan menjaga ibu ku dengan baik jangan lakukan apapun yang menyakitkan padanya pak tua"


" bawel kau ini semua anakku tidak ada yang sepertimu ini yang seenaknya memanggilku pak tua cepat semua orang hanya menunggumu saja tuk pergi"


" ia aku akan pergi" kami berjalan ke gerbang istana aku pergi menggunakan kereta kuda milik kkerajaan


seharian aku dan vitor serta cila juga ikut cila duduk di depan ku dan melihat kearah depan para komandan yang bertugas untuk mengantar ku berada di kereta belakang mengawal sedangkan vitor berada didepan.

__ADS_1


__ADS_2