
setelah paginya ia terbangun ada sebuah kantung disisi kanannya kantung itu berisi koin emas kisaran 1000 koin emas.
" astaga siapa yang memberikan ini... eh.. surat... dia mana tuan yang tadi?"
" hey... kau davura gunakan uang ini dengan seksama aku tak akan memberikan mu uang lagi selanjutnya kau harus menjadi sukses dengan uang itu dan rebutlah tahta kekaisaran... jadilah seorang pria dengan ambisi besar sekarang ibu dan adikmu davira berada ditangan raja dan siap untuk dibunuh jangan gegabah jangan datang ke istana jika kau tidak memiliki kekuatan kau bisa membawanya setelah kau siap jika kau sudah siap dalam waktu dekat temui aku disalah satu pohon anggur ditepi sungai aku akan berada disana sampai kau siap untuk menggepur istana" ucapku dalam sebuah surat yang kutinggalkan setelah ia membaca surat itu surat itupun lenyap.
" benar aku tak boleh lengah... aku harus menjumpai ibu dan adikku" ucapnya lalu berdiri dan menjual koin emas itu harganya lumayan besar ia menjual 5 buah koin emas dan mendirikan sebuah tokoh kain disana.
berselang lama kisaran 7 bulan berlalu didunia nyata...
" perkembangan mu lumayan lambat kau butuh waktu bertahun tahun untuk lebih menguasai dan mempertajam kekuatanmu itu dan bahkan untuk mempelajari pengendalian mana pun kau lambat aku terpaksa harus melakukan uji coba lebih lagi sepertinya..."
" emmm maaf guru soalnya saya pusing dengan kata yang ada pada buku..."
" sudahlah lanjutkan..."
__ADS_1
ia mengendalikan air dengan halus dan menebang bambu dengan mudah, langkah selanjutnya yakni sebagai pelindung aku menghunuskan bambu dengan mana anginku secara pelan...
namun pertahanan airnya pecah...
" ha... kau butuh latihan lebih banyak lagi rupanyaa... sudahlah... perkuat akan ku coba kau besok lagi..."
aku pergi ke pohon anggur tepi sungai... benar saja dia menunggu disana...
" apakah lancar?"
" iya lancar ehh anda... bagaimana bisa?"
" hah... saya sudah memutuskannya saya akan melakukan penyerangan di istana namun saya memerlukan beberapa orang untuk melakukan pemberontakan"
" hanya cukup aku jika kau ingin kau bisa jadi bawahanku... aku tidak akan menjadikanmu sebagai murid anak kerajaan sungguh lambat..."
__ADS_1
" ma...maksud anda?"
" sudahlah jangan siapkan apa apa aku hanya perlu mengobrak abrik kerajaan dengan tanganku saja itu lebih mudah dari pada harus memakan korban... yang aku butuhkan hanya informasi dari istana pekerja kan beberapa orang untuk mengawasi beberapa mentri dan beberapa orang untuk mengawasi Duke dan 1 orang untuk mengawasi sang raja cari orang orang yang benar benar bisa dipercaya"
" ba... baik akan saya laksanakan"
ia pergi dari tempat itu aku menyuruh toto tuk mengawasinya aku sama sekali tidak percaya dengan pekerjaan dan informasi dari mereka jadi aku akan menyuruh toto untuk mengawasi mereka.
aku juga mengeluarkan tutu dari dunia dimensi.
" tuan... apakah ada tugas untukku?"
" ada... pergi ke kerajaan awasi baginda kaisar jangan sampai kau ketahuan sebelum itu..." aku memegang kepala tutu dan ia berubah menjadi seorang anak kecil dengan ekor...
" kenapa kau memiliki ekor? padahal kan aku sudah susah payah mengubah mu emmm.... kita coba sekali lagi"
__ADS_1
aku mulai kembali memegang kepala tutu ekor itu menghilang aku membacakan mantra padanya lalu tubuh tutu hilang. hanya aku yang tau dimana situtu.
karena aku dan dia terikat menjadi satu yang utuh....