
"sebaiknya aku membeli beberapa pil kontrasepsi terlebih dahulu dari pada aku hamil" ucapnya dan pergi untuk membeli beberapa pil kontrasepsi.
"permisi..."
" ya ada yang anda cari nona?"
" emmm saya ingin membeli pil kontrasepsi apakah ada?"
"wahhh pil kontrasepsi?"
" mau yang merek autik atau merek.. eh... yang mulia?"
" emm" ucapnya bingung dan membalikkan wajahnya.
" eh... an... anda?" ucapnya gagap.
" bawakan beberapa vitamin dengan merek kualitas tinggi"
"ehh ba.. baik yang mulia"
" hu.. sepertinya dia tak mengenali ku jadi... dia yang mulia... sang raja?" ucapnya dalam hati...
aku mendengar isi hatinya...
" jangan jangan dia wanita yang aku perkosa waktu itu..." ucapku dalam hati.
"ini yang mulia"
" hemmm dan.. beberapa pil penyehat kandungan ada tidak?"
" ehh un.. untuk siapa yang mulia?"
__ADS_1
" bawakan saja..."
"ba.. baik yang mulia" ucapnha lagi dan membawakan beberapa obat itu.
"oia nona... ingin mencari apa?"
"ahh saya... saya... saya hanya ingin mencari"
" ini dia yang mulia... oh ya nona jadi pil kontrasepsi nya?"
" ha?" ucapku marah...
" sejak kapan akh membiarkan seorang pedagang obat menjual pil tersebut ha?"
" ehhh ya...yang mulia?"
" apakah kau tak mengetahui bahwa di negara ini tak boleh ada penjualan pil seperti itu apakah kau benar benar sengaja melarang peraturan negara ha?"
" baiklah kali ini akan ku biarkan jika kau menjualnya lagi aku akan menghukum bunuh dirimu apakah kau paham?"
" ba... baik yang mulia saya saya paham..."
"jendral bakar semua obat kontrasepsi yang ada di tokoh ini... jangan sampai ada yang tertinggal"
"baik yang mulia"
aku melihat kearahnya dan menarik wanita itu dan membawanya kekereta kuda.
aku mengoyakkan kedua lengan baju wanita itu dan benar saja tanda itu ada... tanda kepemilikian ku tanda itu berbeda dengan yang lain karena tanda itu adalah tanda pemberian bibit.
walaupun aku tau tak akan mudah untuk bayi itu hidup di rahimnya tapi aku tak akan membiarkannya begitu saja ia ingin membunuh bayiku? apakah dia gila?
__ADS_1
" kau... kau ingin membunuh bayiku?" ucapku marah...
" ti.. tidak yang mulia sa.. saya tidak berani"
" walaupun begitu... kah bisa terkena hukuman karena telah membunuh anak sang raja"
" ma.. maafkan saya saya tidak tau bahwa anda raja waktu itu... sa... saat itu anda membabibuta melakukannya yang mulia"
" hemmm kau bisa tinggal di tempat ku hingga bayi itu lahir" ucapku.
" tapi... tapi saya punya rumah"
" dimana?"
" ehh di... di pegunungan bulson"
" bulson? pegunungan yang berada di selatan?"
" be.. benar yang mulia"
" jadilah selirku kau akan menikmati hidup mewah jika melahirkan seorang pangeran atau putri untuk ku"
" be.. benarkah?"... ia merasa puas hidupnya terjamin tapi jika raja elf tau bahwa aku menikah dengan manusia bagaimana?.... ucapan dalam hatinya terdengar jelas.... apakah aku akan dihukum oleh raja elf?, bagaimana jika peri mencari ku? apa yang akan ku lakukan jika mereka khawatir dan marah...
aku tak terfikirkan ke sana kemungkinan aku akan mengirimkan uang emas ke sana... akan sangat menyenangkan jika mereka tau bahwa anak mereka aku ambil.
" iya tugasmu hanya melayaniku saja" ucapku.
" ba... baik saya ingin" ucapnya dengan cepat.
" ha.. ini nasipku aku hanya bisa melakukan ini jika aku hamil aku akan mengurus anak ini dan makin banyak kebutuhan yang aku butuhkan sekarang aku tau raja elf pasti takkan menerima ku lagi karena aku memiliki seorang bayi diluar nikah"
__ADS_1