
ini hampir sama persis dengan momo saat ia menetas namun momo sudah mengenali ibunya dan mereka mengenali ku sebagai ibu?? hey aku laki laki lah...
oia dia adalah burung raksasa bulan ia termasuk burung merak dengan item es warna bulunya berwarna biru muda netral dan bercorak sedikit putih.
" kau bukan ibunya apa yang kau perbuat dengan dia? apakah kau ingin memakannya ha?"
" emmm aku ibunya aku menetaskan dia disini sudah lama" ucapnya.
" kau seekor naga tua dan lagi kau jantan bagaimana kau bisa menetaskan telur ha??"
" apa bagaimana kau tau?"
" kau berdebat denganku aku tau semuanya momo... apakah dia termasuk spesiesmu?" ucapku kasar.
" emmm bukan dia seekor naga dari spesies biasa sedangkan aku spesies murni jangan sama kan aku dengannya ayah" ucap momo muncul tiba tiba dengan gerak gerik naga yang ketakutan.
" ooo spesies biasa oke kalau begitu beri dia pelajaran momo"
" hahahaha kau ingin memberiku pelajaran tak semudah itu... kau yang sekecil ini mau memberiku pelajaran... hahahaha"
" siapa yang bilang aku tidak bisa memberikan mu pelajaran ha?" ucap momo kesal ia mengubah wujudnya menjadi ukuran semula.
mereka bertengkar sang naga tua itu habis diberi pelajaran dengan momo dan ia patuh.
" dimana kau mendapatkan burung bulan kecil ini ha?"
" aku... aku menemukannya di lereng bukit saat itu ibunya terluka dan aku mengambilnya engan hati hati"
" kau mencuri?" ucapku dengan aura membunuh yang mengerikan.
__ADS_1
" ma... maaf tuan saya tidak bermaksud".
" ha sudahlah mungkin dia sudah habis sekarang aku akan mengembalikannya nanti" ucapku namun salah satu anak burung bulan itu menggigit jari ku sehingga terbentuk kontrak baru aku kaget.
dan disusul anak burung yang lain aku berusaha melepaskan nya namun nihil mereka akhirnya membuat kontrak lagi padaku.
" yaampun kalian ini aku tidak tau harus bagaimana" ucapku bingung aku ingin mengembalikannya namun merwka menginginkan aku menjadi tuan kontrak mereka.
" ha... baiklah aku akan memberi nama kalian kiki dan mumu. momo tutu,toto, kiki dan mumu bagaimana?"
mereka sangat menyukainya. tapi tidak dengan momo
" kenapa momo?"
" kau tidak adil namaku dengan namanya hampir sama"
" hahahaha aku sengaja kau paling malas untuk keluar jadi aku memberi namanya agak sama denganmu agar kau bisa bersaing dengannya untuk mendapatkan hatiku"
kami pergi dari sana dan pulang saat aku pulang aku disambut oleh elsa dan tutu yang sedang menungguku pulang.
" tuan akhirnya kau pulang" ucapnya memelukku.
" ni pakaianmu gandi baunya tidak sedap"
" anda masih sama seperti dulu tuan"
" aku tidak akan berubah"
" ini daging untukmu tutu yang kau pesan untukmu"
__ADS_1
" terimakasih tuan"
" ay... siapa mereka imut sekali teman baru ya?"
"hemm tugasmu toto" ucapku toto langsung keluar dari cincin dimensi.
" yap aku datang tuanku"
" ajari mereka untuk meningkatkan level pertahanan nya dan ajari dia menyampaikan pesan dan berbicara"
" emmm tuan aku ingat tidak semua hewan bisa berbicara"
" mereka bisa"
" ha... baiklah tuan"
" saljunya turun" ucap elsa sambil menampung kan tangannya.
" benar cantik" ucapku...aku melihatnya benar benar cantik dan memindahkan pandanganku ke yang lain...
"tuan... bisakah kita terus seperti ini?"
" tentu bisa apakah kau mau terus begina?"
" hemmm aku ingin melihat salju setiap hari"
" kau tak bisa tapi aku bisa mengabulkannya"
" benarkah?"
__ADS_1
" hemmm" aku mengayunkan tongkat sihir ku dan membacakan mantra.