
beberapa bulan kemudian saat itu umur ku memasuki 7 setengah bulan
saat mereka berbicara aku terbangun dan melirik ke kanan ke kiri.
aku memanjat pagar tempat tidurku.
" aku harus bisa kabur" ucapku dalam hati.
" yang mulia anda sudah bangun?"
" apakah dia sudah bangun maka ia harus melakukan tradisi kerajaan"
" yahhh benar"
" bawa barangnya padaku" ucapnya para pengawal datang dan menyusun barang barang tepat didepanku.
" pilihlah" ucap ibuku menanti untuk aku mengambil barang yang ada diatas lantai itu.
ada sebuah pena, buku, tongkat, catur, pakaian, kerang, ranting, dan uang disana ada juga beberapa bola kristal.
mereka menyuruhku memilih beberapa barang.
aku mengambil buku, tongkat dan juga ranting awalnya mereka terlihat bahagia karena aku mengambil kedua barang itu namun saat mereka melihat ku mengambil sebuah barang berupa ranting mereka menjadi terdiam.
" baiklah terima kasih telah memilih yang mulia" ucapnya ingin mengambil kembali barang yang ada namun aku menarik tongkat yang ada dan mata kristal itu bercahaya serta bola kristal yang dibawa itupun bercahaya menampilkan beberapa warna yakni merah( api ), biru (angin), hijau (tanaman), biru pudar( air), hitam( kolem), dan putih bersih( es).
" yang mulia lihat " ucap ibuku bahagia.
" apa bagaiman bisa ke 5 warna terlihat disana"
" tidak yang mulia ada 6 dan putih itu membentuk lingkaran warna"
" apa biarkan aku melihatnya"
" hahahah benar aku akhirnya memiliki seorang double magic juga di istana ku"
mereka pergi dan bersiap siap ingin mengadakan pesta besar besaran.
saat malam akan tiba para pelayan mempersiapkan semuanya. mereka sibuk termasuk vitor.
" aku sudah mandi sekarang aku akan pergi jalan jalan" ucapku riang.
namun seseorang memandang dari pintu seperti sedang mengawasiku. aku bingung dan pergi melihatnya.
ahhh dia putri ke9 kakak saudaraku ternyata.
aku melihatnya dan duduk diam memandangnya. kembali aku mengulurkan tanganku ingin menyentuhnya namun ia lari kearah pintu keluar istana.
__ADS_1
" ahhhh dia lari apakah aku semenakutkan itu?"
aku pergi dengan berjalan hingga terdapat sebuah tangga aku ingin pergi keluar aku mulai menuruni tangga itu..
.....
" ahhhh aku benci ini akan butuh waktu seminggu untuk turun tangga seperti ini."
" ahhh pangeran kenapa anda ada disini?" ucap seorang pelayan disana.
" alan alan"
" ahhh apakah anda bosan saya bisa membawa anda berjalan jalan yang mulia"
" benalkah"...
" yah apakah anda mau"
" nya". ucapku mengangguk
" ayo kita jalan jalan"
" jom"
kami pergi ke taman istana disana banyak rumput berbagai macam bunga dan hewan.
" oh tidak Pollux layu apa yang terjadi padahal aku sudah menanam dan merawatnya setahun ini" ucapnya menangis.
" haaa??"
" apa yang dia bilang tadi Pollux tanaman itu bukannya hanya ada di duniaku yang dulu ya sebuah bunga penyerap Qi yang benar benar banyak khasiatnya.
" emmm" ucapku akupun merasa sedih itu tumbuhan langkah yang ada di duniaku sekarang hilang apa yang terjadi?
"yang mulia anda menangis? apakah anda juga merasa sedih karena tumbuhan ini layu?"
" emm" ucapku aku mencoba memegangganya lagi namun tumbuhan itupun mekar kembali tak seperti sebelumnya.
" ahhh yang mulia anda... anda menghidupkannya lagi?"
" ahhhaahahhh" ucapku senang.
" yang mulia anda.... akhirnya saya menemukan anda apa yang anda lakukan disini siapa kau? kenapa kau bersama yang mulia?"
" ahhh maaf kepala pelayan saya... saya... saya tadi menemukan pangeran sedang merangkak menuruni tangga jadi saya membawanya untuk berjalan jalan"
" apakah kau kira aku bodoh kemari kan pangeran" ia menarik ku namun aku tak ingin melepaskannya ia tetap ingin melepaskan tanganku dari baju pelayan itu.
__ADS_1
aku menangis jikalau aku melepaskannya dia akan berada dalam masalah.
" yang mulia ayolah kita harus kembali".
" vitor ada apa?" ucap yang salah satu selir datang.
"selir kerajaan ini yang mulia pangeran tak ingin melepaskan pakaian pelayan ini".
" pelayan murahan..... kau apakan pangeran mahkota?" ucapnya menjambak rambut pelayan itu.
"ahhh ampun yang mulia selir saya saya tak melakukan apa apa yang mulia"
" ahhhhh waaaaaaa waaaa..." tangis ku semakin besar.
selir itu mencoba menarik ku untuk melepaskan pakaian pelayan itu.
dan pada akhirnya tanganku terlepas. ia memegang ku dan memeluk ku dengan kencang aku merasa sesak.
aku menggigit dadanya dan terluka ia melepaskan ku aku akan jatuh namun seseorang menggunakan sihirnya dan menangkap ku dengan sihir itu.
" awwww pangeran kau menggigit ku"
"lancang kau kau ingin membuat putra mahkota jatuh kau ingin membunuhnya kah?" ucap suara itu dari atas.
dia ayahku aku dibawa ke pelukan nya.
aku terdiam sejenak.
" aku telah mengetahui semuanya kau akan ku suruh melakukan tugas vitor sebagai teman sedangkan vitor kau bertugas untuk mengajarinya apa yang ada di istana paham?"
" pa... paham yang mulia"
" dan kau selir kerajaan kau akan kucabut gelarmu menjadi selir kerajaan turunkan pangkatnya dan tarik ia di istana dingin sebagai hukuman atas kelalaian dan kesombongannya."
" yang.... yang mulia hamba mohon jangan letakkan hamba di istana dingin yang mulia" ucapnya memohon.
" ahaha" tawaku meledak.
" lihat kau menyukainya bocah nakal ha... baiklah kalau begitu potong jatah makannya 1 hari 1kali untuknya siapa yang mengirimkan makanan padanya maka ia akan ku jual ke penginapan teratai merah apakah kalian paham"
" huoaaahhh" ucapku bangga aku memiliki seorang ayah yang benar benar hebat.
" kau bocah nakal kau juga akan ku hukum karena tidak diam di kamarmu dan malah kau pergi berkeliaran membuat ibumu cemas akan ku kurangi jam mainanmu jadi 3 jam satu hari dan sisanya kau hanya boleh belajar paham?"
" ahhhhhh endak mau" ucapku sedih.
" jangan perlihatkan wajah itu padaku aku tak akan pernah terpengaruh olehnya".
__ADS_1
dia memegang ku layaknya seorang memegang barang bawaan namun kali ini kepalaku membelakangi.