
" wahhhh tuan anda benar benar pembuat pakaian terhebat didunia pakaian itu benar benar cantik apakah itu untukku?"
" tidak ini untuk yang mulia putri elsa silvia"
" apa?"
" hahaha wajahmu itu lucu sekali bener deh mau lihat?"
" emmm" ucapnya makin bingung.
" sudahlah tak usah di fikirkan pakai kita akan pergi ke pesta dansa putri"
" baiklah"
kami pergi kepesta itu dengan undangan para rakyat semua orang disana mengenakan topeng.
aku pergi keaula istana tempat perjamuan itu diadakan.
aku merasa aneh sedikit acara ini seperti upacara pengorbanan lambang yang ada dibawa sini semacam sihir namun ini tak terlihat sama sekali aku makin penasaran.
aku pergi kearah timur dan menyuruh elsa tuk menunggu sebentar. aku masuk sebuah ruangan kosong disana ada sebuah darah yang tergambarkan mantra sacrificial spells.
tunggu berarti...
aku menggunakan mantra teleportasi aku muncul disebelah elsa dan membawanya keluar namun kami dicegat oleh para pengawal istana.
__ADS_1
" kau ingin kemana?"
" aku ingin keluar untuk mengambil beberapa barang milik istriku yang tertinggal"
" kau tidak boleh pergi"
" kenapa aku hanya mengambil barang di kreta luar nanti aku masuk lagi kok"
" tidak kau tetap tidak boleh keluar yang telah masuk tidak diizinkan keluar gerbang lagi"
" kalau aku tetap ingin keluar?"
" maka kau harus mati "
" tuan kenapa anda ingin keluar?"
" hohoho.... nona ini tubuhnya bagus juga kau boleh keluar jikalau kau memberikan dia dengan kami"
" cihh... kau ingin meminta istriku? apakah kau berani?" ucapku dan mengeluarkan aura membunuh yang ekstra.
" apa?"
" kepung dia" ucap komandan itu.
" apakah kau benar benar ingin mati? aku hanya meminta keluar sebentar karena ingin mengambil barang istriku kau malah ingin membunuhku apakah ini kelakuan raja kalian raja olindel?" ucapku seketika seorang pria menepuk bahu ku.
__ADS_1
"nak kelakuan mu sangat mirip dengan putraku yang keras kepala biarkan mereka pergi sebentar." ucapnya yang mengagetkan ku
dialah raja Oliver dia berjalan kearahku dan elsa dia melihat ku dengan seksama sedangkan ibuku ratu Oliver menangis dan memlukku hingga topeng yang menutupi mataku terlepas.
raja artur terkejut melihat wajahku yang sangat mirip dengan putranya itu padahal sih iya.
" aku tak salah kau anakku" ucapnya.
" ma... maaf yang mulia saya hanyalah seorang prajurid saya tidak tau apa apa keluarga saya telah membuang saya karena saya memiliki aura iblis yanv pekat pada tubuh saya tak seorangpun yanv mengiginkan saya bahkan mereka takut pada saya...ehh maaf saya..... saya.... "
" tidak masalah nak apakah kau ingin menjadi anak angkat ku aku akan menjadi keluargamu kami akan menerima mu nak"
" be... benarkah.... tapi raja saya memiliki aura iblis saya akan membahayakan anda jikalau saya berada didekat anda yang mulia lagi pula saya hanyalah rakyat jelata yanv tidak menyukai kemewahan"
" ayolah kami ingin mengangkat mu aku ingin, kau sangat mirip dengan anakku mungkin umurnya akan sepertimu jikalau dia masih hidup" ucapnya sedih.
aku ingin menolaknya lagi tapi aku ingat jikalau mereka masuk altar itu akan meledak ini tak akan menjadi masalah jikalau kerajaan ini termasuk kerajaan sebelah timur lagi pula acanya tidak di istana utama.
akan merepotkan jika aku harus menyelamatkan mereka dahulu lalu melakukan penyerangan ahhh ini membuatku pusing...
bisakah kalian tidak datang kesini? kenapa kalian menjadi seorang penghalang kesuksesan ku sih....
menyebalkan dulu aku dihalang dan dilarang untuk bermain sekarang.... aku malah dihalang.
dan lebih parahnya lagi... kau ingin mengangkat ku akukan anakmu raja kenapa kau ingin mengangkat ku lagi? aneh... benar benar aneh...
__ADS_1