
" benar ini bukanlah hal yang sepele yang bisa aku lakukan kekuatan kita tak sama hwa membunuhnya jikalau ia mempertajamnya dan sungguh sungguh marah maka hawa itu akan membunuhku bahkan 1 sekolah bisa mati." ucap dekan ren.
aku mendengar semuanya dari awal hingga akhir, sebenarnya aku bisa saja masuk langsung ke akademi nebula jika begitu anak anak dari kota eden akan pergi sekolah kesana dan tak ada yang namanya penghasilan dari para bangsawan untuk sekolah eden dan sekolah eden akan sepi karena tidak ada aku disana.
lagi pula tugasku juga banyak untuk apa aku menambahkan tugasnya lagi?.
....
di satu sisi seorang anak kembar lahir didunia yang satu berambut merah dengan mata biru yang bercahaya bagaikan kristal rubi namun yang satunya berambut merah dengan mata biru tidak menyala bagaikan kegelapan yang menguasai hati.
saat itu bidan yang melahirkannya mati ditempatnya dan mulutnya berbusa.
aku tau hal ini akan terjadi jika anak itu kembar.
" apakah sudah lahir?"
" sudah yang mulia tapi..."
" tapi?"
" bi... bidannya mati yang mulia"
" apa?"
" bi.. bidannya meninggal saat pangeran terakhir dilahirkan"
" baiklah beri keluarga bidan itu kompensasi"
" ba... baik yang mulia"
aku masuk melihat elsa yang terbaring kaku disana.
__ADS_1
" elsa"
" ha... yang mulia"
" jangan duduk tetaplah berbaring"
" ha... yang mulia... apakah.... anak ku selamat?"
" selamat kau tenang saja kau telah berusaha"
" benarkah apakah aku boleh menemuinya?"
" bawakan bayinya"
para pelayan membawakan ke2 pangeran yang satu menangis dengan kencang namun yang satu lagi tidak namun pandangannya begitu dingin.
aku mencium kening bayi itu dan menyegel inti mananya untuk sementara agar ia bisa seperti anak anak yang lain bermain diusianya yang muda.
" tak masalah yang mulia yang terpenting ia selamat"
" ha... benar... selanjutnya kau harus memberikan ku anak perempuan"
" a... apa tapi anak itu baru lahir yang mulia dan sekarang anda meminta anak perempuan?"
" hahaha iya kau harus bekerja keras mulai sekarang"
" ba.... baiklah yang mulia" ucapnya memerah.
saat aku mengganggunya bayi itu menangis dengan kencang di gendongan ibunya...
" hahahaha sepertinya anakku tak ingin melihat aku menggoda ibunya " ucapku dan pergi keluar.
__ADS_1
aku memberikan sihirku untuk melindungi mereka didalam saat aku tak ada disana.
aku menyuruh penyihir bangunan untuk membangun sekolah penyihir secepatnya agar dengan mudah untuk dilakukan aku tidak ingin rakyatku harus susah susah mencari sekolah yang bagus diluar negaranya dan tidak ingin mereka pergi susah susah hanya untuk belajar saja.
aku pergi kesana untuk melihat pembangunannya dan setelah selesai 1 bangunan hari sudah hampir sore aku pulang.
namun saat perjalanan pulang aku melihat sesuatu yang janggal di cincin dimensi seperti ada sesuatu yang tidak diinginkan.
aku masuk ke cincin dimensi.
aku melihat adanya keributan di bagian timur dunia dimensi.
" Ada apa ini?" tanyaku penasaran.
" ayah kau datang mereka berebutan bahwa merekalah yang asli padahal kan ini membuatku bingung"
" baiklah...."
" kau... kau yang menirukan anakku" ucap sang raja itu"
" ha... merepotkan kalian ini sudah tau sama sama tua bangka masih saja merepotkan" ucapku.
aku memberikan mereka masing masing posyen anti mana.
aku juga memberikannya pada ibu.
" minumlah aku ingin melihat siapa yang berbohong ia akan mati" ucapku.
mereka meminumnya tapi yang satu lagi seperti ragu ragu tuk meminumnya.
" minum cepat habiskan" ucapku marah.
__ADS_1