
" Rey kemana saja kau pergi aku mengkhawatirkan mu Rey?".
" bu ley telbang jauhhh bussss acik " ucapku sambil memperagakannya.
" apa yang ia coba katakan aku tak mengerti"
" hahaha aku kira kau sedang bersenang senang tadi" ucapnya riang.
" baiklah acaranya akan dimulai vitor akan membawamu untuk mandi lagi."
" emmmm bicakah ley tidak mandi?"
" kau tidak mau mandi?"
" hemmmm" ucapku memeluk dengan erat.
" tapi kau harus mandi badanmu bau pelayan dapur sayang"
" waaaa" teriakku menangis.
" oke jikalau aku yang memandikanmu apakah kau akan mau mandi sayang?" ucapnya tersenyum.
" emmm".
" baiklah kalau begitu kita akan mandi oke?"
setelah kami siap siap kami pergi le aula istana aku didalam pelukan vitor mataku ngantuk saat aku sudah selesai mandi.
dan lebih buruk lagi kalau aku akan belajar besok untuk mengenal tempat ini.
" yang mulia raja Oliver raja elbert jovial Arthur Oliver dan ratu Oliver serta sang putra mahkota"
acara berjalan lancar hingga aku terbangun mataku yang biru berkilau, rambut berwarna merah darah mengkilat saat aku sadar semua orang ricuh membicarakan ku, aku melihat sekelilingku membolak balikkan kepalaku ke kanan dan kekiri secara cepat.
"yaampunnnn dia tampan sekali lihat matanya berwarna biru itu makin lucu deh"
__ADS_1
"ya benar apalagi pipinya yang gembul itu ingin rasanya aku mencium pipi itu hingga habis"
"hahaha kau ini ada ada saja"
aku mulai melihat sekeliling seorang pria mengobrol dengan ayahku. mereka terlihat bahagia.
"emmm tututu..." ucapku menunjuk kearah ayahku yang asik mengobrol
"ada apa yang mulia? dia adalah raja johan raja dari kerajaan tetangga "
" oooo.. waaaaaa"tangis ku meledak saat seekor anjing menempel pada kaki vitor dan mengenai kakiku.
"jangan takut yang mulia itu hanya seekor anjing" ucapnya ramah.
"apakah anda ingin mengelusnya yang mulia?".
disisi lain
" anda benar benar beruntung raja artur anda memiliki seorang putra yang pemberani dan juga hebat serta mampu membuat orang lain tertawa raja artur jikalau saya memiliki seorang putri maka saya ingin meminangkannya dengan putra anda raja artur"
" anda terlalu memuji raja johan anak anak anda juga sama raja johan mereka bahkan lebih hebat lihatlah mereka tekap dan perkasa"
" waaaaa"
" ahh Rey menangis?"
"tenanglah sayang dia hanya terkejut lihat ia mulai mengelus anjing itu"
"ahhh syukurlah dia tak papa"
" kau tak perlu khawatir padanya dia bukanlah anak yang harus kau manjakan akulah seharusnya orang yang kau manjakan"
" yang mulia apakah anda cemburu?"
" si... siapa bilang aku hanya bilang kau selalu tak fokus saat melayaniku baru baru ini"
__ADS_1
" ahhhh benarkah?"
" emm"
sisi lain....
aku melihat seekor binatang ekornya menyembul keluar dari bawah kolong meja.
" emmm tulunkan aku"
"ada apa yang mulia anda ingin berjalan jalan tapi disini ramai akan ku temankan keluar nanti"
" tulunkan cekalang"
aku mendapatkan ide gila aku melihat diatasnya ada sepotong kue coklat disana.
" tu mau tu" ucapku sembari menunjuk meja kue itu.
" anda ingin kue itu nanti akan saya minta pelayan untuk membuatkannya yang baru yang mulia".
" tidak... mau cekalang" ucapku marah.
"ohhh dia menggemaskan" ucap seseorang.
" sepertinya dia ingin kue itu"
" benar kalau begitu akan ku ambilkan"
" tidak aku saja"
" aku saja yang mengambil kan nya"
mereka merebutkan mengambilkan kue untukku.
akhirnya semua jadi ricuh pakaian mereka terkena kue termasuk vitor.
__ADS_1
ia menurunkan ku dan menitipkan ku dengan salah seorang pelayan dan ia agak lengah sih aku pergi merangkak tepat dimejah yang tadi aku memeluk ekor binatang itu.
aku ditarik hingga badanku tergantung ternyata dia adalah seekor hewan yang besar.