
terlebih lagi...itu karena gelan adalah anak pertama dalam catatan klaen iblis dikitabnya seorang yang melakukan kultivasi itu maka anak pertama adalah anak yang akan menanggung mata si raja yang matanya tidak akan memudar setelah melakukan kultivasi itu namun anaknya yang akan menanggungnya.
" sayang ada apa?" ucap elsa panik.
" ia tak menyukai keramaian bawa ia aku akan menggendong si Galvin."
" bagaiaman jika Galvin juga akan menangis saat bangun?"
" tak apa aku saja dia tak akan menangis"
" ehh ba... baiklah"
ia pergi dan aku kembali berbincang dengan beberapa raja kerajaan sebelah.
" silahkan dinikmati semuanya" ucapku tersenyum.
" raja kita itu baik dan kuat tapi aku dengar dia melatih kekuatan iblis"
" ia aku juga dengar tentang rumor itu tapi dia tidak seperti seorang yang melakukan pelatihan itu"
" aku dengar sang raja paling suka wanita cantik untuk dimainkan tapi kenapa tak ada seorangpun selir disini"
" benar... aku juga bingung"
" yang mulia raja saya memiliki hadiah untuk kedua pangeran"
__ADS_1
" hoho... anda sungguh murah hati pangeran silvia"
" hahaha anda memuji ini adalah hadiah dari saya dan kerajaan silvia karena saya dengar putri haram dari raja ada disini" semua orang ricuh setelah mendengar hal itu.
" anda benar sang ratu adalah anak haram raja maka itu aku sangat ingin me.ng.han.cur.kan. istana silvie..."
semua orang terdiam mendengar perkataan ku. banyak tugas yang ada di pundak ku dan belum lagi masalah siapa sebenarnya sang ratu aku selalu memikirkan itu.
" ha... hahaha... anda pasti bercanda raja Elano"
" hahahaa benar hanya bercanda jangan sampai dimasukkan ke hati pangeran Jiyoon silvie" ucapku tersenyum sambil memberikan aura yang pekat padanya dia bergidik ngeri.
semua orang begitu bingung apa yang ia lakukan.
" emmm dimana hadiahnya bisakah kau lihat kan padaku pangeran?"
" ini adalah kerang mutiara berharga di kerajaan kami kerang ini sebagai simbol kehidupan negara ini juga bisa jdi jimat" ucapnya.
" wahh hadiah yang mewah terimakasih pangeran silvia" ucapku tersenyum melihat senyumku para wanita itu hampir pingsan.
Galvin terbangun dan menangis. aku melihatnya ia tersentak kaget.
" apakah kau ingin makan?" ucapku anak itu berhenti menangis dan menatapku dengan lekat lalu tersenyum.
" huh... apakah kau baik baik saja?"
__ADS_1
" kyaa.... sungguh tampan apakah dia menyukai baginda?"
" sepertinya iya dia sangat tampan..."
" seperti ayahnya mereka seperti kembaran..."
" aduhhh pangeran.. kau membuat jantungku tersa terhenti.."
mereka riuh tiba tiba terdiam saat melihat dekan iren kepala sekolah iren datang.
" hahhaa siapa ini.... sang dekan yang memiliki julukan penyihir suci yang kuat... ah... aku hampir lupa kalau anda dan saya itu berlawanan..."
" hahaha anda bisa saja raja Elano itu hanya julukan tak lebih dan lagi kekuatan anda dapat menghancurkan seluruh kerajaan hanya dengan hentikan jari saja"
" benarkah tapi... aku rasa ini tidaklah cukup aku masih memerlukan kekuatan yang lebih untuk menciptakan serangan untuk semua benua" ucapku tersenyum.
" aaa...uuu..."
" kenapa? bicaralah jika kau bisa bicara jangan aa uu saja" ucapku pelan namun anak itu malah memukul pelan ku kakinya melayang ke kepala ku semua orang terkejut melihatnya.
" uhhh pasti yang mulia akan marah nantinya gawat ini..."
" ehhh Galvin... jangan begitu..." ucap elsa ia baru saja menidurkan Gelan.
aku tersenyum lalu menarik kaki itu...
__ADS_1
" apakah ingin dipatahkan?" suara hati semua orang.