Akulah Raja Termuda Didunia Sihir

Akulah Raja Termuda Didunia Sihir
ep. 81


__ADS_3

" aku jadi ingin bertanya kau ini perempuan taua laki laki sih" ucapku dan pindah kebagian belakangnya dan memeluknya...


" kau... mesum..."


aku masih bertanya tanya ini diatlante tapi kenapa begini... jika diperhatikan lebih lanjut pakaian yang mereka kenakan seperti jaman dimana aku dilahirkan...


" dunia dewa?" ucapku bingung...


" apa... iya ini dunia dewa kenapa kau bertanya seperti itu?"


" apa?"


" apa?"


" ah... ternyata kau wanita aku kira kau pria..."


" apakah pakaiannya seperti ini?"


" kau... belum ada yang salah dengan pakaianku kau salah mungkin... huh... anak anak jaman sekarang... kenapa kelakuannya seperti ini... eh.. tunggu bagaiamana kau bisa masuk ummm" aku menutup mulutnya


" hey... pelan kan suaramu nanti aku ketahuan... apakah kau tau... bagaimana orang dewasa membuat anak?"


" emmm"


" bagaimana jika orang beranggapan seperti itu?" ucapku ia terdiam sejenak..


" emmm"


" apa? kau berkata iya?"

__ADS_1


" emmm" ucapnya memberontak ingin melepaskan dirinya.


" tapi sayang jika aku biarkan begitu saja kan?... bagaimana jika kita bermain main sebentar?"


" e... emmmm... emmm"


aku menggigit lehernya dan menghisap semua darahnya ia pingsan sejenak.


" cuih... darahnya benar benar hambar terasa tidak enak sama sekali..." ucapku sambil membuang darahnya dari mulutku.


" apakah semua darah disini semenjijkkan ini? sungguh amis... cuih..."


" te... terimakasih tuan saya berterimakasih kepada anda"...


"cih... wanita tua yang menyebalkan buat aku tak tenang saja kau ikut denganku jangan kemana mana..." ucapku dan memasukkannya ke cincin dimensi.


aku keluar dari sana wanita yang aku hisap darahnya tadi langsung aku bunuh menggunakan tanganku. kini tanganku penuh dengan darah. untuk memperingati mereka aku membunuh beberapa penjaga disana dengan tanganku sendiri...


darah terus mengalir tanpa henti di tangan ku sudah penuh dengan darah manusia itu aku kembali menjilat tanganku dan rasanya sama saja seperti ikan laut amis dan asin...


cih... kenapa semua orang disini darahnya amis dan asin sih... ucapku dalam hati.


" tapi tak masalah ini sungguh menyenangkan. aku ingin melakukannya lagi sudah lama aku tidak menggila" ucapku.


aku membunuh semua orang disana tubuhku tampak karena darah itu membasahi tubuhku prajurit yang disana lari mengatakan hantu...


" ha... hantu... ja... jangan mendekat..." ucapnya takut setengah mati dan pingsan...


" dasar pengecut bagaimana kau bisa menjadi seorang prajurit jika nyalimu sekecil biji gandum baru begini saja sudah kencing didalam celana."

__ADS_1


aku kembali pergi membersihkan darah didalam tubuhku. seorang pangeran datang memeriksa lagi dan benar saja bahwa para prajurit itu mati dan satu lagi pingsan.


" apa yang terjadi?"


" entahlah akupun juga tidak tau apa yang terjadi... akukan selalu denganmu kemana pun kau pergi" ucap pangeran satu lagi.


" e... bodoh... aku juga tau itu"


" tau kenapa nanya?"


" ha... lu kira aku nanya sama lu dasar..."


" apa? kau mau memanggilku apa lagi? babi tengkurap?"


" ha... lu bukan babi tengkurap"


" terus?"


" babi buncit... kerja kau makan saja tau badan ni ya udah mulai gemuk mata sipit pakai baju kerajaan sudah kayak buntal ayut tau gak"


" kau ini enak saja aku bukan buntal ayut tauk"


" terus apa lagi kalau bukan buntal ayut?"


" sudah kalian ini bertengkar saja ingat martabat kalian sebagai seorang pangeran..."


aku kali ini memiliki ide gila aku meletakkan darah didepan pintu kamar mandi dan aku menghancurkan buah strawberry dan aku masukkan kedalam kolam mandi agar warnanya pekat aku memasukkan beberapa mayat pria disana. darahnya bercampur dengan air kolam.


aku melepaskan mana ku dan menerbangkan kain putih tepat didekat kolam itu.

__ADS_1


__ADS_2