
aku lanjut menempa tubuh iblisku yang sudah kacau. aku kembali menyerap mana dan setelah aku menyerap mana aku turun dan mencoba menempa senjata.
besoknya ia melakukan hal yang aku lakukan menyerap mana sampai siang, lalu mempelajari buku demi buku di perpustakaan sorenya makan makanan yang aku berikan lumayan enak itu adalah buah buahan dan sayuran aku memberikannya padanya untuk dimakan.
menjaga kesehatan tubuh lebih penting dari segalanya...
jangan lewatkan makanan bergizi dan minuman sehat seperti susu.
aku kembali dan menempa sampai 3 bulan aku telah siap menempanya, itu adalah menara iblis 7 tingkat. prasati kerajaan iblis aku membuatnya sesuai dengan arahan dari ingatan pak tua itu. setelah itu aku pergi ke ruangan biasa aku gunakan untuk menyerap mana memulihkan diriku.
setelah lama aku tak berjumpa dengan muridku satu satunya clariva hampir 1 tahun didunia ini berarti didunia nyata masih 12 hari. ia masih dengan kegiatannya menyerap mana dan membaca buku ia mulai resah karena inti mananya tidak terbentuk bentuk...
" guru... anda sudah selesai?"
" hemm"
" emmm... guru berapa lama saya harus seperti ini terus?"
" apanya?"
" i... itu sampai kapan saya akan menyerap mana?"
__ADS_1
" sampai inti manamu terbentuk"
" kalau boleh tau dulu guru... berapa tahun baru bisa membentuk inti mana?"
" 1 hari"
" apa?"
" kenapa? aku membuka inti mana ku saat berumur 2 tahun"
" cepat sekali tapi kenapa saya tidak bisa membentuk inti mana dan katanya kebanyakan orang membentuk inti mananya sejak ia berumur 5 sampai 7 tahun guru... tapi umur saya sudah 14 tahun belum bisa membentuk inti mana... setidaknya butuh 2 tahun dan guru hanya memberikan ku waktu 1 tahun untuk membentuk sayap iblis saya tak tau apakah saya bisa atau tidak"
" cepat selesaikan menyerapnya setelah selesai kau akan ku latih menguatkan tubuh iblis"
aku pergi ke tempat biasa bambu bertiup itu tempat paling sunyi yang paling aku sukai.
setelah sekian lama aku menunggu dan menyerap mana dan melakukan latihan clariva datang dengan pakaian baru ia melihatku berlatih aku memotong bambu disana dengan pedang transparan ku aku sudah lama tidak menggunakan pedang itu.
aku ingin menempa pedang lagi dan mengubahnya menjadi pedang baru.
semua batang bambu sudah aku tebang dan tinggal bagian bawahnya saja yang masih utuh.
__ADS_1
aku melemparkannya dan memotongnya menjadi beberapa bagian dan menjadi tumpukan batang bambu.
"sudah datang?"
" su.. sudah guru... bisakah saya mempelajarinya juga guru?"
" tidak sekarang lari 10 putaran setelah itu ember air ke sungai dan timba itu masukkan ke kolam itu hingga penuh" ucapku ia ternganga...
" kenapa?"
" tapi... guru kolam itu tak bisa diisi dengan ember air"
" lakukan saja cepat aku akan menunggu disini sampai kau mampu mengisi kolam itu dengan air"
" ba... baik" ia berlari mengelilingi padang bambu yang aku potong tadi yah lumayan kisaran 3 meter dari tengah dia berlari dengan kekuatan penuh setelah selesai ia kembali mengangkat ember air dan mengisi kolam sampai 2 hari kemudian.
" guru... apakah saya boleh istirahat?"
" tidak lanjutkan walaupun malam tak terisi kau takkan boleh istirahat" ucapku.
ia terus mengisi kolam air yang kiranya 2 meter dalamnya.
__ADS_1