
" kau memang lucu pangeran kedua Oliver kau yang merenggut kakak pertama mu yang merupakan putra mahkota lalu mengambil posisinya saat hari penobatanmu esok benar benar bagus... hahahaha jujur aku paling suka hal itu namun kau tidak taukan... kalau orang yang kau cintai bersamaku"
" ha.. siapa?"
" dia..."
" ha.?"
wajahnya terkejut melihat seorang yang ia cintai bergantung disana dia adalah anak dari seorang pelayan yang dulu membela dan rela terkena cambukan kepala pelayan.
" hohoho... bagaimana apakah kau masih mencintainya... ohhh aku paling suka wanita muda nan cantik..." ucapku memegang lehernya dengan tatapan yang benar benar mesum...
" apa... jangan pernah kau sentuh dia..."
" oh benarkah... kau pasti tau tingkahku kan??"
" kau raja bejat yang mengambil seorang pelayan untuk dipermainkan"
" benar akulah dia aku yang memberikan seorang pelayan untuk dipermainkan oleh teman teman ku sendiri dan membuatnya melakukan apapun pada pelayan itu bahkan hal seperti ini sekalipun" ucapku.
dan Cain melemparkan seorang pelayan yang ia bawa 3 tahun yang lalu yang mati membusuk didalam jeruji besi banyak bekas cambukan, sayatan pisau dan pelayan itu tidak memakai sehelaipun pakaian.
__ADS_1
"Cain apakah wanita ini bisa kita lakukan seperti dia juga atau yang satunya lagi?"
arlo membawa seorang wanita dia adalah seorang wanita yang mengasuh pangeran kedua ada di tangan ku.
" kau... sejak kapan kau membawanya ha?"
" ah.. aku lupa aku mendapatkannya di perdagangan manusia bulan kemarin... dan satunya lagi seorang wanita tua yang sangat tak tau diri ini malah ingin menyelamatkannya hahaha"
darel membawa seorang wanita tua dia adalah penjaga dapur atau bisa juga sama kedudukannya dengan kepala dapur menggantikan juru masak yang ia tahan.
" apa... bu... bukannya dia ada di istana?"
aku mulai tersenyum sendiri melihat gelagatnya yang bingung apa yang harus ia lakukan...
" Cain kau boleh memegang nya mau kau apakah saja silahkan..." ucapku
" jangan aku akan mundur..."
" ha... mundur cepat sekali kalian ingin mundur tapi sayangnya akan membutuhkan waktu lama jika kalian mundur"...
" sayang datanglah kemari" ucapku
__ADS_1
elsa yang ia pegang sebagai tahanan kini malah berubah menjadi seekor burung bulan ia mematuk tangan dan mencakar wajah pengawal itu.
" akhhh"
racun yang ada dicakarnya itu akan menjadi racun paling mematikan apa lagi jika tuannya mengonsumsi racun paling mematikan...
satu persatu pengawal tumbang karena racun itu menular cakarannya bisa membunuh 20 ribu sampai 1 juta jiwa di dekat nya.
" ahhh ayo sayang kemari kiki"..
setelah kiki sampai pada tuannya sebuah dinding transparan berbentuk persegi mengelilingi tempat itu dan mengepung mereka. tak lupa dinding itu bertenaga tegangan listrik jika mereka menyentuhnya maka orang itu akan mati karena tegangannya yang mampu membuat orang terbakar.
" rey... kenapa kau melakukan hal ini pada ayhmu sendiri? aku ayahmu rey" ucapnya...
" tunggu... rey?.. siapa rey aku tidak mengetahui siapa itu rey?" ucapku dingin.
" rey...ini aku aku ayahmu rey dan ini ibumu" ucapnya sambil menunjuk kearah sosok wanita cantik nan mempesona.
dia ibunya rey...
"ini merupakan permainan perang yang sungguh bagus namun juga lucu aku tak habis fikir kau akan mempercayainya dan tak mengetahui bahwa istana itu adalah tempat kematian... tapi sayangnya kau salah orang aku bukanlah rey pangeran pertama yang selalu kau sayangi dan kau cintai lalu setelah itu kau buang begitu saja.... bahkan putri putri yang kau persunting tak bisa melahirkan seorang putra namun kau malah membuangnya dan melupakannya begitu saja..." aku membuka topengku dan mengubah wajahku
__ADS_1