
kereta berhenti hari hampir malam semua orang turun dan mempersiapkan tenda.
" yang mulia apakah anda lelah? jikalau lelah kami akan membangun tenda disini dan menyiapkan makanannya"
"yah bisakah aku keluar sekarang?"
" bisa yang mulia anda bisa keluar sekarang jikalau anda mau yang mulia"
"ya sudah siapkan tendanya"
saat penyiapan tenda sekelompok orang datang dan menyerang kelompok kami. vitor menjagaku dari belakangnya saat itu terjadi cila menutup mataku agar aku tidak melihatnya sama sekali.
" ada apa? kenapa kau menutup mataku?"
" yang mulia tidak boleh melihatnya jikalau anda melihatnya anda akan trauma"
" kenapa biarkan aku melihatnya aku mohon" ucapku namun ia tidak menjawabnya lagi ia malah mempererat pelukannya padaku.
" apa yang terjadi? cila cila apa yang terjadi?"
perlahan pelukannya melonggar dan mataku tidak lagi tertutup namun matanya yang tertutup menahan rasa sakit.
" si.... siapa yang melakukannya....?" teriakku.
" kami bocah kenapa? kau ingin membalasnya?"
" yang mulia anda tenang saja saya masih bisa melindungi anda anda harus lari yang mulia" ucapnya dengan suara kelelahan.
hal itu membuatku geram pancaran mana keluar dari tubuhku hawa membunuh pun memancarkan kematian.
mereka bergidik aku menarik semua pedang dari mereka yang mati....
" aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan aku benci hal ini kenapa aku harus kehilangan orang yang aku cintai lagi akhhhhhhh" tubuh mungilku makin banyak memancarkan hawa kematian. komandan dan vitor terkejut akan hal ini.
sebuah lubang muncul disampingku terdapat 3 lubang disana pedang yang aku kumpulkan keluar dengan deras seperti hujan pedang tanpa tersisa 1 bandit dia pemimpinnya aku telah mulai lelah karena aku sudah lama tidak menggunakannya dan lagi mana ku disegel untuk membuka segel itu aku harus memakan beberapa tumbuhan Qi yang ada di taman istana.
aku jatuh dan vitor menangkap ku komandan mengejar kepala dari bandit itu namun vitor menahannya ia meminta kami langsung pergi dan segera menguburkan mereka lagi.
__ADS_1
setelah aku bangun aku melihat ke kiri dan ke kanan.
" kk cila... ukhhh"
" yang mulia anda sudah bangun?"
" kak cila" ucapku sambil memeluknya.
" saya dengar dari vitor anda membunuh para bandit sendirian anda hebat yang mulia"
"membunuh para bandit?" ucapku baru ingat tentang itu.
" apakah kau terluka?"
" ia tapi telah disembuhkan olehnya maaf yang mulia saya tidak bisa melindungi anda saat itu"
" yang mulia anda sudah bangun? saya membawakan beberapa botol susu kedelai untuk anda"
" susu kedelai" ucapku bertingkah seperti anak kecil.
" ia juru masak membuatnya namun karena bahan utama vanilanya habis dan beberapa hancur ia membuatnya jadi susu kedelai coklat apakah anda mau yang mulia?"
rasa vanila saja enak apalagi ada campuran coklatnya pasti tambah lezat.
aku ingin duduk namun badanku tak bisa bangun.
" ukhhh sakit.."
" sakit dimananya yang mulia?"
" semuanya" ucapku sedih vitor merasa bingung pada dirinya sendiri tadi ia melihat betapa seramnya pangeran apalagi saat ia tersenyum .
ia mampu membunuh semua bandit yang cukup kuatnya itu dengan 1 mantra.
dan ia juga menerobos penghalang mana yang di lepaskan oleh yang mulia raja Arthur.
aku meminumnya dengan gembira karena aku tidak bisa bangun ia memberikan ku dot untuk membantuku meminumnya.
__ADS_1
"apakah yang mulia pangeran sudah siuman?"
" ehhh sudah kepala sekolah nebula"
" ohh apakah kau baik baik saja yang mulia?"
" ya agak baikan"
" kau tidak sadar selama seminggu."
"apa seminggu?"
" dan tak hanya itu kau merusak segel mana dan inti mana mu retak sekarang untung kau tidak meledak "
" bagaimana caranya agar inti mana ku sembuh?"
" hanya 1 cara namun butuh waktu lama untuk mencari bahannya kau membutuhkan pil dari tanaman sitrus"
" sitrus?"
" iya sitrus sangat sulit dan lengkah didunia ini butuh waktu hingga ratusan tahun kami menemukannya kami tidak memilikinya sekarang"
" sitrus.....momo"
" ia ayah..." semua kaget hewan itu muncul tiba tiba bahkan kepala sekolah tidak mengetahui adanya makhluk itu di sekitar ku ia muncul tepat diatas tubuhku dan mereka terkejut lagi dia bisa berbicara
"apakah bandit sisanya kau habisi?"
" bandit itu sudah dihabisi oleh si singa itu dia yang menyelesaikan tugasnya"
" kau ini bagaimana? aku menyuruhmu bukan dia" ucapku marah.
" singa "
ia muncul dan berbicara di pikiran ku.
" ya tuan"
__ADS_1
" ambillah dan kau tidak ada kue coklat untuk minggu ini"
" terimakasih tuan" ucapnya di pikiran ku ia Memakan makanan itu dengan lahap.