
mereka meminumnya hal itu bekerja salah satu dari mereka berdua berubah menjadi seorang tahanan yang waktu itu aku temui dipenjara.
" kau bohong" ucapku.
" silahkan ingin anda apakan saja silahkan yang mulia" ucapku.
ia memukulinya dengan sangat kuat hingga wajah dan tubuhnya penuh dengan llebam
" toto kurung dia dan wanita sialan ini"
" baik tuan"
mereka dikurung di jeruni hantu.
" siapa kau? kenapa kau menolong kami?"
" aku anakmu ayah"
" iya dia anakku"
" apa? kau tau dia benaran anakku?"
" benar yang mulia dia yang memberi tau ku"
" aku tidak percaya denganmu kau tadi mengatakan kau anaknya abangku yang aku bunuh"
" ha... baiklah ini" aku mengeluarkan batu orang tua aku membelinya di pelelangan waktu itu aku kira ini takkan berguna sama sekali.
" apa itu?"
" ini adalah batu sihir orang tua jika aku anakmu dia akan berwarna cerah jika aku bukan anakmu batu itu akan berwarna gelap".
" baiklah ayo kita lakukan"
__ADS_1
aku meneteskan darah disana dan ayh juga meletakkan darahnya batu itu tak berwarna...
" apa yang terjadi?"
" dia tak berwarna"
" uhhh aku lupa... darhku belum aku mirnikan"
" apa?"
" emmm aku melatih darah iblis darahku hitam legam aku lupa membuat darahku berwarna merah lagi... Hehehe"
" kau ini yang serius dong rey" ucap ibu...
" iya iya maaf bu"
aku kembali fokus dan mengeluarkan darahku warnanya merah tidak hitam.
."ha... tapi jika begini aku tak perlu susah susah memberikan posisi ini kepadamu.... kau kan sudah punya kerajaan sendiri bagaimana aku harus mengangkatmu menjadi putra mahkota?"
" ehemmm masalah itu aku tidak ikut oh iya ayah aku punya ide bagaimana...." aku dan ayah melihat kearah ibu...
" baiklah... bersenang senanglah aku menantikan adik baru darimu ayah ibu" ucapku sambil melambaikan tangan.
" kau... dasar anak nakal kau ngerjain ibumu lagi?" ucapnya ayah mendekatinya dan menggendong ibu masuk kegubuk kecil itu.
" apa yang kau lakukan yang mulia... aku tidak bisa melahirkan lagi..." teriaknya.
sementara itu aku kembali ke kastil Loren aku masuk kedalam begitu indah pemandangannya ia membuatku tak bisa berketa kata lagi...
" sayang aku lapar..." ucapku manja.
" rey kau bisa makan aku akan menyiapkan makanan untukmu"
__ADS_1
" tapi aku tidak nafsu makan"
" lalu..?"
" emm"
" aku hanya mau anak perempuan..."
" ah... apa?"
aku menggigit lehernya kali ini ia terlihat agak menikmatinya...
" rey... kau... ahhh rey... hentikan.... aku...tak bisa lagi rey..."
" emm nikmat... kau harus mengurusku masa kau hanya mengurus si kembar itu aku kan butuh untuk kau urus dan kau kasih makan" ucapku kembali menggigit lehernya sedangkan tanganku meraba bagian itu.
" ahhh... rey.. tanganmu nakal sekali..."
" kau suka sayang?"
" ahh yang lembut... rey"
" aku akan lembut dan akan selalu lembut padamu"... ucapku.
aku tenggelam dalam buaian dan nafsuku aku tau itu tidak dibolehkan tapi... aku sudah lama menunggu hari ini yah.. walaupun ia telah sembuh beberapa hari yang lalu.
hari berganti hari bulan berganti bulan sekarang kedua anak itu sudah berusia 1 tahun aku melakukan perayaan ulang tahun sang pangeran kembar yang akan menjadi penerus kerajaan ini.
sekaligus perayaan hari pembukaan sekolah eden yang baru bergabung dengan nebula... ehh terbalik...
perayaan nebula yang bergabung dengan eden untuk melakukan semua usaha memnempa remaja menjadi seorang penyihir sekaligus menjadi seorang yang berguna untuk kerajaan.
halo semuanya... maaf ada kesalahan pada chapther jadi saya mengubahnya sedikit dari yang sebelumnya....
__ADS_1