
tanpa ku duga mereka melemparkan mesiu kearah barat tempat dimana tak ada pelindung utama aku baru tersadar aku terbang dengan kecepatan maksimum dan berdiri membalik datangnya bom dan bom itu jatuh tepat di punggung ku.
aku sama sekali tak sempat untuk melakukan perlawanan atau membuat kubah pelindung dan aku menjadikan tubuh dan sayap ku sebagai pelindung. banyak orang menatap kearahku yang melindungi mereka sayap ku mampu menutupi 1 kota kecil itu.
" aku tak boleh mati aku harus bertahan..." ucapku keras.
mereka menangis melihat mesiu itu berjatuhan diatas punggungku.
mesiu itu tak henti hentinya dan pertahanan utamaku pecah kini tinggal tubuhku saja aku butuh waktu untuk mengaktifkan bom itu tepat dibawah kapal dari tedore.
tubuhku makin oleng dan aku hampir terjatuh. bom itu telah sampai dan terikat dibawah kapal itu dan aku mengaktifkannya lautan itu hancur.... sunami masuk semua orang diungsikan untuk sementara darel sudah mengumpulka. mereka semua kini tinggal desa kecil itu.
" bertahanlah rey... sedikit lagi kau pasti bisa" ucapnya.
saat itu hampir seperempat penduduk disana diungsikan dan dibawa kealtar utama untuk di teleportasikan ke kota.
sedikit lagi... karena suami itu aku terjatuh tak bisa menahan lebih lagi dan aku pingsan....
saat aku membuka mata aku berada disalah satu tempat disana tampak 2 orang yang satu perempuan dan satunya lagi laki laki.
" siapa kalian? aku dimana?" ucapku mencoba bangun tapi tak bisa tubuhku seakan remuk hancur.
mereka berbicara menggunakan bahasa asing... dimana ini? kenapa aku tak mengingat apapun? apa yang terjadi?
saat aku melihat gelang di tangan ku aku baru ingat semuanya siapa aku aku berasal dari mana semuanya.
" apakah rakyatku baik baik saja?" ucapku dalam hati.
" tuan... apakah kau ingat siapa namamu dan dimana kau berasal?" ucapnya bahasanya aku benar benar tak mengerti dimana ini?"
__ADS_1
" apakah kau tak mengerti bahasa ku?" ucapnya sekali lagi dengan peragaan. aku membalasnya dengan gelengan kepala.
" baiklah.... dari... mana... kau... berasal" ucapnya berusaha melakukannya dengan gerakan.
aku hampir tertawa....
" kenapa kau malah tertawa?"
aku menariknya dan memegang pipinya dan mengecup kening nya untuk mengambil ingatan serta ilmu yang ada didalam dirinya.
" be... beraninya kau"
" a... apa yang kau lakukan?"
" oke terimakasih telah menolong saya jika saya boleh tau ini dimana?" ucapku dengan bahasa mereka.
" kau... kau bisa berbicara menggunakan bahasa kami?"
" jadi dari mana kau berasal?"
" aku dari Eden"
" apa? eden? negara dengan kekayaan berlimpah ruah?"
" benar... tapi ini dimana?"
" emm" ia berfikir sejenak.
" ini di atlante"
__ADS_1
" apa atlante? "
" iya ini benua atlante"
" benarkah?"
" benar"
." setelah kau mengetahui ini kau tidak diperbolehkan untuk keluar dari sini"
" tapi... aku punya anak dan istri"
" apa anak dan istri diumur yang begitu muda?"
" benar saya punya anak walaupun... istri saya pergi meninggalkan saya" ucapku sedih.
" dia meninggalkanmu? kemana?"
" ke alam baka"
" alam baka?"
" iya alam dimana tempat orang yang kembali dari kematian"
" dia sudah meninggal?"
" iya sekarang saya harus kembali sesegera mungkin kasihan anak saya bagaimana nasibnya?"
" benar sih kasihan tapi disini tidak ada alat transportasi jalur laut"
__ADS_1
" apa?"