
di dapur makanan.
" ehhh kemana semua kue yang aku buat tadi?" ucapnya bingung karena itu kue coklat dengan toping strawberry di atas nya adalah kesukaan putri pertama.
" kepala juru masak dimana kue pesanan ku?"
" maa... maaf tuan putri kue yang saya buat tadi hilang biarkan saya membuatnya lagi tuan putri pertama"
" alah kau pastilah alasan kan kau tak ingin membuatkan aku kue lagi kan?"
" saya benar benar membuatnya yang mulia namun saya tidak tau kemana kue itu tadi pasti ada seseorang yang mrncurinya saat saya lengah"
" alasan siapa yang berani mencurinya pasti akan ku bunuh dia"
" aku kenapa kau marah jikalau begitu bunuh saja aku aku yang mengambilnya"
" siapa?"
" ha... hhahaha saya saya tak bermaksud begitu pangeran pertama anda jangan salah paham"
" aku ingin kau memasakkan ulang kuenya untukku kepala juru masak"
" baik tuan putri".
" terimakasih yang mulia".
" aku tak ingin terimakasih aku ingin susu kedelai dan kue coklat"
" ehhh bukannya kata yang mulia pangeran, pangeran yang makan kuenya"
" bukan saya juru masak tapi dia kue coklat yang kemarin yang kau masak dimakan olehnya sedangkan kau tau kalau aku menyukai kue coklat dengan toping kopi kalau tidak susu"
" ehhh ia lalu siapa?"
" momo keluar minta maaf sama juru masak" ucapku marah.
dia muncul dan membungkuk.
__ADS_1
" ia mengucapkan maaf juru masak" ucapku lgi namun juru masak kaget tak seekor hewan peliharaan pun yang boleh masuk ketempat ini kalau sang raja tau dia akan marah.
" yang mulia dia.... hewan peliharaan anda?"
" emm namanya momo bentuknya adalah rubah putih "
" rubah putih?"
" benar seorang wanita memberikannya padaku beberapa bulan yang lalu terus dia memintaku tuk menjaganya"
" ooo... jadi dia menyukai kue coklat?"
" hemmm.... aku minta jatah ku juru masak"
" ehh ia saya lupa pangeran ini ambillah pangeran"
dia memberikan sebungkus kue coklat dengan toping kopi dan susu serta susu kedelai kesukaanku.
" juru masak yang mulia pangeran tak diizinkan makan makanan manis untuk sekarang" ucap seseorang ia berdiri di pintu dan segera mengambil kotak isi kue itu yah dia vitor.
" anda tak boleh memakannya yang mulia atau gigi anda akan rusak jikalau memakan kue lagi kemarin sudah ku kasih jatah kue anda yang mulia"
" ayolah sekali saja"
" tidak yang mulia. oia apakah rubah kecil itu milikmu juru masak?"
" ehh bukan itu milik pangeran kepala pelayan timur"
" benarkah sejak kapan? kenapa aku tak pernah melihatnya?"
" dia sembunyi kadang menghilang"
" apa? menghilang?"
" emm" ia memandang rubah itu dan melihat kalau rubah itu menghilang dengan perlahan.
" apa? bukankah hewan peliharaan yang diberikan oleh yang mulia ratu itu seekor singa api? kenapa jadi rubah?"
__ADS_1
" emmm ia ini dia" ucapku mengeluarkan singa api ukuran anak anak dari cincin ruang menara ku.
" ehhh yang mulia anda menyimpannya di cincin ruang?"
" kenapa?"
"emmm kasihan dia yang mulia"
" aku sengaja menaruknya disana agar harta yang diberikan tidak bisa diambil jadi aku memintanya untuk menjaganya agar ku bisa menjaganya"
" ya ampun yang mulia anda tak perlu segitunya tak ada yang akan mengambilnya dari anda"
" ada suatu hari jikalau aku pergi keluar istana untuk belajar pasti ada seseorang yang akan mengambilnya."
" baiklah tapi bagaimana anda membentuk kontrak dengan kedua bets ini yang mulia? bolehkah saya melihatnya"
" ehhh bagaimana caranya?"
" gini fokuskan fikiran anda pada kening perlihatkan polanya" ucapnya dan aku lakukan seperti apa yang ia lihat.
dia terkejut dan terjatuh serta juru masak pun terduduk dan kaget.
" ada apa?"
" sayang kenapa?" ucap sang ratu tiba tiba muncul.
" kepala pelayan dan juru masak terkejut ibu"
" terkejut terkejut apa?"
" dia melihat tanda kontrakku tadi dan jadi seperti ini"
" ehh tanda kontrak? o... jadi vitor tidak mengetahuinya? Rey memang memiliki tanda kontrak kuno bebas untuknya membuat kontrak dengan bets lain"
" hemm ibu juga punya" ucapku yang membuat mereka tambah kaget.
" hahaha iya aku punya ya dia kelinci aku menemukannya terkulai hampir mati di pegunungan silus untuk berdoa beberapa tahun yang lalu"
__ADS_1