
"benarkah?" terdengar suara dibelakangnya.
"hehehehe" tawaku melihat wajah ibuku yang terkejut.
" lihatlah pangeran kecilku tertawa melihat wajah ibunya"
"kau... dasar anak nakal kau menertawakan ku akan ku makan kau ammm ammm" ucapnya sambil mencium pipiku yang gembul.
" ahahahaha" tawaku terasa geli.
dari jauh aku merasakan seseorang memperhatikan kami dia adalah anak ke 9 dari ayahku.
putri termuda yah umurnya kisaran 4 tahunan seluruh wanita di kerajaan dilarang mempelajari sihir Oliver mereka hanya boleh membentuk inti mana dan setelah itu maka akan disegel sampai ia umur 15 tahun makanya itu seorang raja harus memiliki seorang anak laki laki untuk dijadikan pewaris kerajaan dan sekaligus menjadi pewaris sihir Oliver.
jika itu tak ada maka sihir pewaris Oliver akan lenyap karena hanya seorang dengan keturunan alami oliver yang mengalir kedalam darah merekalah yang mampu tuk melakukannya.
hal itu berlaku pada seluruh kerajaan sedangkan anak laki laki jikalau mereka masuk sekolah mereka akan pergi setidaknya saat umur mereka 10 ataupun 12 tahun karena pada saat itulah sihir darah akan bangkit ( sihir yang dimiliki oleh seorang penyihir itu biasanya beratributkan sihir api, angin, air, tumbuhan dan kolem dan yang paling jarang orang memilikinya adalah es. air bisa berubah menjadi es namun biasanya jikalau seseorang memiliki sihir es maka es yang ia gunakan akan kokoh tidak akan terhancurkan oleh apapun namun bisa dihancurkan oleh kefokusan dan niat seorang penyihir. namun alangkah susah nya seseorang mengembangkan sihir es mereka karena sihir ini terfokus pada perasaan penyihir itu sendiri).
dia melihat kami aku melihat kearah pintu itu yang terbuka lebar.
__ADS_1
" ada apa sayang? kenapa kau menatap kearah pintu terus?" ucap ibuku.
" apakah kau ingin aku mengusirnya?" ucapnya dengan nada dingin.
aku mencoba melepaskan diriku dari gendongannya. ibuku meletakkan ku diatas lantai. aku merangkak menuju pintu namun aku ditarik oleh ayahku.
" nya.... nya... nya...(ayolah aku ingin keluar biarkan aku keluar)" ucapku
" kau ingin kemana bocah nakal jangan keluar disana berbahaya"
aku dibawa kearah ibuku dan ia memelukku dengan erat.
" apakah kau sudah makan?" ucap ibuku lembut.
" emmm belum yang mulia ratu dia belum makan karena ia baru mandi tadi"
" ehhh kau belum makan?"
" baiklah ayo kita makan lalu kau boleh tuk tidur lagi" ucapnya.
__ADS_1
aku diberi sebotol susu olehnya dan ia menidurkanku dengan sebuah lagu yang belum aku dengar sebelumnya.
" tidurlah sayangku hingga mentari terbit biarkan ku menjagamu siang dan malam agar kau tetap aman. bulan kan tiba, bintang kan bersinar. malam kan jadi sebuah kisah. dimana kau akan diciptakan, matahari kan terbit tapi bulan enggan pergi, cinta dan kasih takkan pernah bisa hilang didunia ini. kekekalan akan membawa kematian abadi selamanya." ucapnya sedih.
dan keluar dari kamarku sambil mengelap air mata nya.
" dia tertidur?"
" benar dia sudah tidur apakah yang mulia raja luang hari ini? hingga anda kesini"
" tidak aku sibuk namun aku ingin melihatnya dan aku beberapa kali melarang mereka untuk kesini agar ia bisa tenang bermain tapi masih saja ada yang kesini untuk mengambil hati putraku ahhh"
" biarkan saja mereka hanya ingin bermain dengannya"
" tak boleh ia harus belajar ia tidak diperbolehkan bermain setidaknya ia akan belajar bagaimana caranya ia berjalan dan berlari jikalau ia bisa maka aku akan membiarkannya bermain sekitar 2 sampai 3 jam perhari"
" ahhh baiklah"
" kau jangan memanjakannya karena ia akan menjadi penerus kerajaan ini jikalau sikapnya tak menjadi sederhana dan anggun maka ia akan ku hukum termasuk juga kau akan ku hukum"
__ADS_1
" ehhh baiklah yang mulia"
" dasar kejam dia itu ayahku atau apa kenapa ia begitu kejam pada ibuku?"