
saat aku pergi aku melihat sebuah toko usang disana aku melihatnya banyak semua barang antik disana aku melihat kebawah ada sebuah rak khusus sepatu disana aku mengambilnya seseorang tiba tiba muncul di depan ku.
" apakah ada yang bisa saya bantu anak muda?" ucap pria parubaya itu.
" emmm saya ingin memilih sepatu yang cocok tuan
" emmm saya punya sepatu yang cocok untuk anda anak muda"
" bolehkan saya melihatnya?"
" silahkan masuk"
" itu dia barangnya "sebuah sepatu berwarna hitam mengkilat disana.
" sepatu ini.... baiklah saya akan membelinya berapa harganya?"
" ambil saja aku memberikannya padamu"
" benarkah?"
" benar"
" kalau begitu aku mengnginginkan topeng pesta apakah ada?"
" ada ini"
" berapa?"
__ADS_1
" 2 keping emas"
"ini terimakasih"
" sama sama yang mulia pangeran" ucapnya akupun mulai bingung.
" bagaimana dia bisa tau kalau aku adalah pangeran?" ucapku dalam hati.
aku pulang saat sampai di kamar ku aku tidak melihatnya sama sekali...
aku mencoba mencarinya.... disalah satu ruangan itu ia berdiri diatas balkon dengan pakaian yang biasa ia gunakan untuk tidur...
"ikut aku aku ingin menyihir kainnya untuk kau pakai"
aku membawanya ke cincin dimensi aku muncul tepat di hutan bambu tempat aku biasanya tidur atau tidak ingin diganggu oleh siapapun.
disana ada sebuah ruangan transparan ups maaf maksudku ruangan yang jika orang melihat dari luar tidak ada apa apa namun jikalau dilihat dari dalam sangat jelas.
" apa?" aku melilitkan kain ke seluruh tubuhnya dan mengubah kain itu menjadi sebuah baju...
" kayaknya ada yang kurang"
" untuk apa kau memberikan pakaian sebagus ini untukku tuan aku hanya pelayan darahmu"
aku tidak menghiraukannya aku kembali mengayunkan tongkatku dan memberi baju itu pita di bagian belakangnya.
tak hanya itu aku juga memberi beberapa hiasan tepat dibagian roknya.
__ADS_1
" berputar" ucapku ia menuruti apa yang aku ucapkan.
" ini dia aku tau letak kesalahannya kainnya tidak cukup bagaimana bisa aku membuat baju tapi bagian belakangnya tidak ditutup." ucapku lagi aku menelan air liur mencoba tuk bertahan...
aku kekurangan bahan warna putih untuk bagian atasnya dann... dadanya juga tak tertutup sempurna aku rasa filingku benar bajunya takkan cukup jikalau ia memiliki payudara yang lumayan besar.
" apakah kau ingin pakaian yang seperti ini atau aku tambah bagian atasnya?"
" terserah" ucapnya dingin...
" ya sudah lepaskan bajunya besok akan ku sambung"
" apakaian tadi aku lepaskan dari tubuhnya.
aku iseng menggelitik tubuhnya.
" ahh tuan... kau... kau membuatku geli tuan" teriaknya dengan keras.
" apakah kau masih marah denganku?"
" ti.. tidak tuan aku tidak akan marah lagi ku mohon tuan... hentikan hahahah"
" ehh tapi?"
" tapi... aku belum puas menggelitikimu..." ucapku wajahnya memerah padam.
" hahaha sudah tuan aku mohon berhenti ini sungguh... hahaha geli tuan"
__ADS_1
saat selesai aku kembali fokus membuatkan gaun untunya aku juga tidak lupa membuat topeng untuknya serta tak hanya itu aku juga membuatkan sepatu jinjit ala kerajaan ia tampak seperti pakaian seorang putri karena pesta itu adalah pesta topeng.
tak lama aku mempersiapkannya elsa bangun dan melihat sekelilingnya ia melihat kearah ku yang tengah menyusun pakaian kami disana gaun pesta dan sebuah topeng tak ketinggalan lagi adalah sepatu yang mengkilat hanya dalam waktu setengah hari aku bisa membuat sepasang baju yang sangat mewah.