
" ayah... tolong aku..."
" kenapa denganmu momo?"
" ini anak anakmu memegang ekorlu yang berharga"
" ha.... ahh tak masalah kau ajak saja ia bermain aku akan kesana sebentar lagi setelah tugas tugasku selesai"
" ha... ayah... kau kenapa kejam sekali aku ingin kue coklat bawakan padaku nanti sebagai imbalan oke?"
" iya iya kau urus saja tu anak anak dulu aku akan kesana sebentar lagi"
aku menyelesaikan tugasku menggunakakan sihir beberapa kertas melayang mengelilingi ku. aku menyelesaikannya satu persatu.
" toto... bisakah kau mengawasi elsa sebentar kalau bisa jangan sampai ia tau aku masih penasaran anak itu anakku atau tidak?"
" baiklah aku akan mengawasinya tuan"
toto pergi dengan cepat dan mengawasi elsa di istana Loren"
" tuan... gawat tuan...elsa sama wanita yang kau bawa itu kelahi..."
" siapa yang memulainya duluan?"
" emmm sepertinya elsa tuan"
" apakah kau yakin?"
" benar tuan elsa tau bahwa adalah selir raja yang baru dan memarahinya untuk jangan dekat dekat dengan anda tuan wahh tuan hebat bisa diperebutkan oleh banyak wanita aku jadi pingin dan lagi... sepertinya para selir juga bekerja sama dengan elsa untuk memojokkannya"
" baiklah terimakasih toto kau pantau sampai selesai pekerjaanku akan ku selesaikan secepatnya."
" baik tuan"
__ADS_1
aku dengan sepet menyelesaikan dokumen dokumen laporan dan segera bergegas ke istana pengeran aku melihat merwka bermain dengan momo dan aku mengangkat mereka berdua dan meletakkannya dalam pangkuanku.
" ayah kau sudah datang?"
" sudah ayo ikut aku"
" tapi kue ku mana ayah?"
" kue?"
" jangan bilang kau lupa?"
" nanti saja aku buru buru" ucapku lalu menghilang.
aku membawa Gelan dan Galvin ke istana para selir utama.
" ada apa ini ribut ribut" ucapku pura pura tidak tau
" gelang?"
" iya rey... gelang dia menginginkan gelang yang kau berikan dulu padaku"
" lalu...?"
" kau ingin gelang? kenapa tidak memintanya denganku... oia aku hampir lupa siapa namamu aku mengangkat mu menjadi selir tapi tak tau namamu"
" saya... nama saya Aurel yang mulia"
" aurel?"
" baiklah ini ambil agar tidak berebutan ingat jangan sampai hilang jika hilang akan kuhukum kau"
" ha? te... terimakasih yang mulia"
__ADS_1
" dan kau... kau sudah memiliki seorang anak tapi sikapmu seperti kekanak kanakan akan kau memiliki hak untuk melindungi barangmu sendiri dan kenapa wanita wanita sialan ini juga ada di istana selir pertama kembali ke pengasingan kalian" ucapku dingin.
" Gelan, Galvin... aku merindukanmu" ucapnya manja.
" apakah ini anak anak anda yang mulia?"
" iya ini anak anakku yang satu Gelan dan yang satunya lagi Galvin."
" hello... " matanya terbelalak saat Galvin memegang tangan wanita itu.
" ehhh"
" sepertinya ia menyukai mu"
" be... benarkah?"
" hemm"
" rey... apakah aku boleh menggendong Galvin?"
" tentu boleh siapa yang melarang" elsa mengambilnya dan menggendong Galvin tapi lain halnya dengan Gelan perasaan dingin disekujur tubuhnya tekanan mematikan Gelan pada elsa.
" ehh hawa dingin apa ini?"
" Gelan ada apa?" ucapku hawa dingin itu seperti hawaku tekanan yang sangat dingin.
ia memalingkan wajahnya. Gelan kembali melirik Ariel matanya berbinar dan mengulurkan tangannya.
" bububu..."
" ada apa?" ia juga mengulurkan tangannya... aku tau gelan menyukai Ariel karena Ariel mengandung anak ku adik dari Gelan, walaupun gelan seperti anak kecil tapi akalnya seperti orang dewasa.
aku bangga dengan anak ini bisa membedakan hal yang salah dan benar.
__ADS_1