
Ariel menyentuh tangan Gelan tak seperti biasanya Gelan yang selalu dingin kepada orang asing dan tidak ingin disentuh sedikitpun kini menyentuh tangan Ariel tanpa rasa marah.
" uuu....bububu...." ucapnya berusaha bicara dengannya.
" ada apa? pangeran pertama?"
" bububu...."
" emmm raja apakah boleh saya gendong?"
" boleh" ucapku ia menggendong Gelan.
terlihat wajah gelan yang gembira dan sekejap tertidur di pelukan nya.
" apa apaan kau ini rey kenapa kau memberikan anakku padanya?"
" kau ini... bukan aku yang melakukannya tapi Gelan yang menginginkannya"
" HUH..."
setelah itu aku membawa elsa kembali kekastil nya dan menemaninya tidur setelah itu aku menjemput Gelan yang tertidur di kastil selir.
" apakah dia sudah bangun?"
" belum"
" ohh dia sungguh pulas tidur... kenapa kau menggendongnya?"
" dia tak ingin aku lepaskan"
" benarkah?"
__ADS_1
" iya saat aku meletakkannya dia malah menangis"
" menangis?"
" iya..."
" Gelan tak pernah menangis sebelumnya apakah kau yakin?"
" huh... kalau tak percaya ni aku letakkan" ia meletakkan Gelan yang benar saja ia menangis cukup kencang walaupun ia masih tertidur.
" ha... benar dia menangis jika begitu aku gendong saja bawah sini" aku mengambil Gelan di pelukan nya ia tak menangis lalu aku meletakkannya dikasur aku tidur disampingnya.
" huh...." nafasnya berbunyi lalu berbalik dan memeluk ku aku tak tau anak ini bisa manja juga.
Aurel berdiri di pintu kamarnya.
" kenapa kau disana duduk disini"
" apakah kau takut aku terkam" ucapku.
" hu... emmm iya" ucapnya pelan.
" ha? apa? aku aku tak mendengarnya makanya sini majuan" ia berjalan dan tba didepan sofa.
aku menariknya dengan sihir dan meletakkannya ditempat tidur. aku memeluknya dan menyuruhnya untuk tidur tapi saat kulihat dia terlihat merah merona. wajahnya lucu dan lugu itu yang membuatku ingin tertawa.
" dari daerah mana kau bersalah?"
" emm dari tetangga"
" desto?"
__ADS_1
" ii iya"
" benarkah kalau aku tak salah desto itu hanya gurun pasir yang berada didekat samsarah apakah kau yakin? tempatnya lumayan panas disitu hanya tinggal para monster gurun"
" ehhh mak maksudnya di sampingnya lagi" ucapnya malu.
" hahaha lucu..."ucapku pelan.
" majulah..."
" hemm. eh....." aku menciumnya hanya memeriksa apakah ada sesuatu yang ia makan yang dapat membahayakan bayiku yang ada didalam perutnya.
aku tak tau apa itu cinta, aku menyukai elsa tapi entah kenapa hatiku sakit saat aku memikirkannya.
awalnya aku hanya memakainya untuk menekan elsa namun melihat sikap elsa tadi aku merasa khawatir.
" aku akan pergi nanti vitor akan kesini dan menjemput Gelan." ucapku padanya dan ia mengangguk aku pergi setelah itu.
aku pergi kekastil elsa hatiku masih tak tenang memikirkannya.
ia masih tidur ditempat tidurnya. aku mengecupnya Galvin masih ada didalam pelukannya.
aku meletakkan Galvin di ranjang bayi. dan aku tidur disampingnya. kerena tugasku telah selesai aku bisa santai sekarang.
beberapa jam kemudian elsa terbangun. ia terkejut melihat wajahku didepan wajahnya.
" rey....?"
" dulu kau pernah berkata bahwa kau adalah Elano aku percaya namun kau bohong padaku... kau adalah putranya raja Arthur yang dikabarkan mati saat diakademi. aku tak tau sebenarnya ada wajah tampan dibalik topeng itu walaupun terkadang kau hanya menggunakan topeng untuk menutup 1 mata." ucapnya dalam hati dan mengelus pipiku aku tau karena aku tidak tidur.
" tapi aku mencintai edgo.... kau tau rey anak didalam perutku ini adalah anak edgo. tapi aku takut tuk mengucapkannya padamu. aku jatuh cinta padanya hingga memberikan semuanya... aku berharap anak ini bahagia sebagai anakmu rey..." ucapnya dalam hati.
__ADS_1