
" minumlah pilnya ini dibuat oleh ku sendiri dengan tingkat pemurnian 99 persen anda akan sembuh nanti yang mulia"
" baiklah terimakasih" ucapku lalu aku memakannya dan duduk layaknya bermeditasi.
aku menyerap semuanya dan membentuk kembali inti mana ku kini telah kokoh dan fondasi mana ku juga kokoh termasuk badanku juga sehat seperti semula.
" wahhh ajaib enak sekali...." ucapku dan meregangkan ototku.
" emm jikalau anda telah baikan pangeran kita akan bersiap untuk melakukan pengobatannya besok sekaligus pelajaran bagaimana menyalurkan serta memindahkan mana ke tangan atau kaki anda"
" emmm apakah aku bisa belajar lusa? 2hari lagi aku ulang tahun yang ke3 apakah ibu akan disini 2 hari lagi?"
" bi..." ucap ibu terpotong.
" tidak bisa banyak pekerjaan yang harus aku lakukan untuk besok" ucapnya dengan cepat dan dingin.
" aku tidak memintamu tuk menemaniku jika kau mau pulang saja aku hanya mau menanyakan ibuku" ucapku kesal.
" ha... anak macam apa yang kau lahirkan sudah monster sikapnya juga seperti anak kecil tanpa rasa kasihan"
" hei.... raja artur aku menurun darimu....karena sikapmu padaku selalu dingin bukan salah ibuku" ucapku memeluk ibuku.
" ahhh sudahlah aku tidak akan menang melawanmu" ucapnanyha membuat semua orang disana terkejut seorang raja Oliver yang selalu tidak mau mengalah kini ia mengalah demi anaknya.
hari berlalu....kini hari ulang tahunku mereka membawakanku kue dan hadiah...
ayahku mengundang semua orang murid untuk makan makan memperingati hari ulang tahunku yang ke3.
semua orang membawa kan ku banyak sekali kado dan dari semua kado itu aku sangat menyukai kado dari kedua orang tuaku dan lebih dari juru masak....
kado yang diberikan juru masak adalah kue mawar coklat dengan toping susu dan susu kedelai dengan rasa kopi awalnya aku tak ingin meminumnya karena aku takut akan rasanya tidak enak ternyata itu memang enak ada rasa seperti gabungan susu dan kopi serta coklat yang menjadi satu...
__ADS_1
" hemmm enak terimakasih juru masak atas kadonya " ucapku sambil menikmati makanan yang kumakan.
" dasar kau rakus " ucap ayahku semua orang tertawa mendengarnya.
tiba tiba datang momo ia menyambar kue coklat ku dan memakannya.
" momo kau mengambil kue coklatku lagi?" ucapku sambil mengejarnya....
namun aku menabrak seorang wanita umurnya kisaran 4 sampai 5tahun
"ukhhh sakit"
" maaf aku minta maaf apakah kau tidak papa?" ucapku.
" tidak tidak papa" ucapnya malu pipinya memerah.
aku memang tampan wajahku memancarkan kharisma yang kuat. dia berlari dengan kencang dan membawa bonekanya kembali.
"ini semua gara gara kamu sih mo kan kasihan dia kemungkinan sakit sampai wajahnya merah banget kayak tomat"
"hahaha ayah dia bukan sakit tapi malu ayah hahaha".
setelah aku pergi kembali dan membuka beberapa hadiah dari para tamu ada pedang ada sebuah tongkat sihir, ada baju zirah, ada.... apa ini? topeng untuk apa?.
banyak hadiah yang mereka berikan padaku ibu datang padaku dan mencium kening ku.
" sayang..."
" iya ibu?"
" ini hadiah dari ayahmu"
__ADS_1
" benarkah ayah yang memberikannya?"
" iya ayah yang memberikannya bukalah"
aku tidak segan lagi aku buka barang itu ukurannya panjang lebih panjang dari ukuran badanku yang pendek.
aku membuka lapisan demi lapisan tampak benda itu berwarna biru, dan sebuah kotak dibagian sampingnya aku membuka dahulu kotak itu isinya sebuah anting...
" ibu aku tidak salahkan? ayah memberikan ku anting anting aku kan bukan cewek bu"
" itu untuk pria sayang tak masalah"
" ha.. baiklah" aku melanjutkannya sebuah peti yang aku pegang itu berisi sebuah tongkat berwarba biru dengan aksesoris yang lumayan indah.
seperti tongkat malaikat maut.... tapi warnanya cantik banget.... aku suka dan warnanya serasi dengan anting anting yang diberikan.
" suka?"
" hemmm"
" buatlah kontrak"
" kontrak?"
" iya kontrak"
aku meneteskan darahku di atas nya tongkat itu mengecil seukuran tubuhku.
" itu dibuat oleh pengrajin istana sebuah artefak jaga baik baik dia dapat menyesuaikan dengan tubuhmu."
" woaahh terimakasih ayah"
__ADS_1
" hemm" ucapnya tersenyum... semua orang terkejut😂😊