
keesokan harinya....
istana tengah gaduh dengan hal tersebut banyak warga yang tengah heboh membicarakan kata kata itu... tepat disana seorang sarjana negri itu pulang ke wilayah asalnya dia termasuk seorang dokter dan juga seorang pria tampan yang memiliki pikiran setajam duri...
namanya terkenal dimancan negara... kaliz... sang dewa kematian...
yah namanya tak salah namun julukannya yang salah dewa itu tidak ada aku tidak pernah percaya kata dewa...
namun dalam fikiran kakek tua itu... dia bertemu dengan seorang dewa yang memiliki wajah tampan namun aku rasa dia bukan dewa tapi dia adalah makhluk biasa... apa bagusnya jadi dewa?...
hanya melakukan apa yang kau mau dan orang yang dibawahnya akan menderita...
dia menatap kearah semua orang... yah... aku disana tengah membeli beberapa makanan salah satunya adalah sosis daging best... lumayan rasanya enak dan tahan untuk beberapa hari.
dia menatapku terus terusan lalu aku mendatanginya...
" hey... apakah disini ada orang?"
" ahh tidak"
" apakah saya boleh duduk"
" silahkan"
" apa yang tengah anda pikirkan?"
"tak ada hanya rumor itu apakah benar?"
" entahlah aku juga tidak tau apakah itu benar atau tidak"
" bagaimana pendapatmu tentang kasus ini"
" yahhh aku rasa mereka orang yang licik beberapa bulan yang lalu katanya banyak prajurit yang mati dikediaman selir ke7 dan beredar juga berita bahwa putri 1 dan ibunya menghilang beberapa hari kemudian ada juga beredar berita bahwa kediaman itu berhantu"
__ADS_1
" benarkah?"
" hemm... hey bung... aku rasa mereka ingin membuat keributan di istana agar sang raja banyak pikiran dan turun dari tahta"
" benarkah tapi menurutku ini sama saja dengan merebut tahta" ucapnya tersenyum... aku tau senyuman itu.
" hahahaha benar juga sih anda sungguh pintar apakah anda seorang pelajar atau... seorang cendakian istana?"
" ahh tidak hanya seorang pelajar biasa saya disuruh kembali dengan raja sekarang"..
" hidup ini sungguh tak adil... ha... kali ini saya hanya memakan beberapa potong sosis besok saya makan apa ya??" ucapku ngeluh.
" ada apa?"
" ha... biasa aku hanya warga biasa aku menjual beberapa potong kue dan mendapatkan beberapa potong daging ini mungkin akan enak jika dimakan dengan beberapa sup..." ucapku melihat ke sosis yang aku pegang.
" kau membuat roti?"
" benarkah?"
" hemm"
" dimana anda tinggal?"
" emmm didekat hutan timur"
" hutan timur? aku beberapa kali kesana tapi tak menemukan rumah"
" benarkah? rumahku dekat dengan sungai"
" ahhh sungai.... aku bahkan ingat jika disana ada sungai"
" hey bung kau tidak percaya denganku aku membangun rumah disana hampir 7 tahun yang lalu bersama.... istriku" ucapku sedih...
__ADS_1
" ada apa? ada apa dengan istrimu?"
" emm ti... tidak tidak ada apa apa"
" apakah aku boleh ikut denganmu?"
" ahh silahkan"
kami pergi ke arah timur tepatnya di hutan timur dalu. disana banyak sekali pohon dan beberapa ada banyak hewan buas. seekor harimau datang dan menerkam kearah kami. dia sangat gesit namun ia tidak bisa menghindari cakaran harimau itu ia terjatuh aku menusuk hewan itu tepat di kepala nya.
ia tumbang
" wow.... apakah kau benar seorang petani kenapa tidak menjual hewan hewan disini itu akan mendapatkan uang"
" apakah kau tidak memikirkan kelestarian lingkungan? aku sengaja ingin menjaga mereka aku tinggal hanya ber tiga disini jadi kami akan kesepian jika kali tak melihat seekorpun hewan"
" ber... tiga?"
" iya bertiga aku tutu dan toto"
.
" nama yang unik apakah mereka manusia?"
" emm" aku terhenti sebentar
" kenapa?"
" tidak ada apa apa ayo lanjutkan". kami melanjutkan perjalanan hingga ditengah hutan.
" apakah masih jauh lagi?"
" ha... sebentar lagi kita sampai hanya tinggal mengelilingi pohon itu sebanyak 3 kali"
__ADS_1