
aku dan clariva terbang bagaikan kilat. menembus langit clariva sudah memahami bagaiman terbang tanpa sayap ia hanya mengeluarkan beberapa qi lalu meletakkannya dimakinya dan ia bisa terbang namun itu membutuhkan qi yang cukup banyak untuk melakukan itu.
mereka mengikuti dengan mengepakkan sayap mereka yang seukururan 3 kaki dari tubuh mereka.
mereka tak bisa mengikuti karena laju cahaya yang dilakukan lumayan cepat clariva mulai berhenti dan mengepakkan sayapnya aku sebetulnya ingin tapi itu cukup sulit jika kami berempat mengepakkan sayap aku maju hingga beberapa meter menunggu mereka dan mulai mengepakkan sayap ku yang lumayan panjang ini aku bisa mengubahnya menjadi ukuran kecil agar bisa menyamai mereka. namun, itu hal yang tidak mudah itu memerlukan qi yang lumayan sama dengan menggunakan cahaya kilat.
aku menggoyqngkan sayap ku dan kembali terbang namun aku muak dengan ukurannya aku kembali menggunakan karpet terbang dengan menggunakan mana lalu berbaring diatasnya.
" guru apakah anda tidak ingin menggunakan sayap guru sayap anda bagaikan malaikat guru"
" hentikan itu jangan samakan aku dengan bangsa malaikat itu kami berbeda dan sayap ku warnanya hitam legam apanya yang cantik?"
" emm tidak cantik ya? tapi menurut saja sayap anda cantik guru warna hitam yang terkena sinar matahari dan sinar bulan memantulkan cahaya dari sayap anda saya sangat menyukainya terlihat seperti sayap yang bersinar saat para malaikat turun ke bumi"
" sudahlah"
mereka berempat terlihat kebingungan soalnya mereka belum melihat sayapku itu.
tak terasa sudah 3 hari kami terbang, bulan terus terusan mengeluh lapar akhirnya kami turun dikota selanjutnya kota itu bernama Danik kota yang memiliki banyak sekali gadis gadis cantik yang bekerja sebagai penghibur dan juga tak hanya gadis cantik tapi juga pria pria tampan penjaga pintu gerbangnya saja seorang wanita cantik.
__ADS_1
' haduhh mataku ternodai lagi' ucapku dalam hati.
" kenapa kita harus berhenti dikota ini sih?"
" hey... kau tadi terus terusan mengeluh untuk singgah makan sebentar kan? kenapa sekarang malah jadi ribut sendiri ha?"
" ya... singgahnya jangan disini kenapa kita langsung aja kekota sebelah sih?"
" kau ini cerewet aku dengar dikota ini ada kompetisi pengunjung"
" kompetisi? kompetisi apa?"
" salah..."
" apa?"
" salah kompetisi ini diadaka. oleh walikota kota cantik. untuk mencari seseorang yang cocok untuk menjadi pemimpin selanjutnya kota cantik karena walikota sudah tua dan tak bisa memiliki seorang anak pun untuk dijadikan sebagai penerus walikota"
" oo jadi begitu?"
__ADS_1
" hemm"
" tapi apa kompetisinya kecantikan?"
" bukan kecantikan melainkan pertarungan pendatang boleh melakukan bagaimanapun caranya untuk menang tidak ada pengecualian dan tidak ada aturan sama sekali namun saat mereka berada di luar panggung maka mereka akan kalah dan dilarang untuk menyerang" ucap clariva.
" dan kau ikut dalam kompetisi"
" apa? sa... saya guru?"
" iya kau ikut aku ingin libat seberapa gesit dan hebatnya kau jika kau tidak sanggup jangan memaksakan diri mengaku kalah saja agar tidak terjadi cedera parah"
" ba... baik guru"
" ayo masuk."
kamipun masuk biaya masuk lumayan mahal harganya kisaran 20 sampai 30 koin emas jika mereka menginginkan tempat duduk mereka akan membayar sebesar 35 sampai 40 koin emas.
" kenapa harganya begitu mahal sih?"
__ADS_1