
" tapi.... siapa kiki?"
" ohh ibu tidak tau kiki adalah hewan yang aku pelihara"
" kau memelihara hewan bete lagi?"
" ehh iya kiki... biarkan ibu melihatmu"
kiki keluar sayapnya yang dikepakkan memancarkan cahaya yang bersinar.
" burung bulan?"
" iya dia kiki dan yang ini mumu"
mumu menampakkan dirinya ruangan sempit dibuatnya.
aku memasukkan mereka berdua kedalam cincin ruang.
" kapten anda kembali?" ucap seseorang. dia darel kaki tangan kanan ku dan satu lagi adalah Mateo dia kaki tangan kiriku.
" kalian masih disini?"
" hehehe iya soalnya kami telat bangun"
" kapten persiapannya telah selesai sebentar lagi pasukan akan berangkat sesuai intruksi anda"
" baiklah..."
" tunggu rey... apa yang kamu lakukan?"
" ibu... rey pernah bilang kan bahwa rey akan menguasai dan membawa kekuatan yang besar saat rey kembali rey telah bilang juga bahwa ayah dan ibu harus pergi... nanti akan ada ledakan karena raja saat ini ingin memanggil monster tahap jantung tak hanya itu hewan itu adalah iblis rey baru dapat info bahwa monster itu akan muncul saat 5 menit pesta akan dimulai jadi cepat pergi rey sebentar lagi akan membawa pasukan rey masuk" ucapku lalu menghilang.
di satu sisi momo muncul tepat didepan elsa.
" na... naga?"
__ADS_1
mereka merdua menghilang...
" ehh kemana mereka pergi?"
sebuah lingkaran sihir muncul di kaki sang raja Arthur dan ratu renata. mereka dibawah ke salah satu tempat disana adalah kediaman mereka istana Oliver.
" ada apa ini? kenapa kita ada disini?"
" ini pasti kerjaan rey" ucap ibu tersenyum.
" ada apa renata? kenapa kau tersenyum?"
" ah.. tidak ada baginda raja"
" kau ini ketawa ketawa siapa yang melakukan hal ini kenapa kita dipulangkan ?"
" saya juga tidak tau yang mulia"
" apa itu?"
" Elano? anak yang tadi?"
" benar"
" siapa dia? kenapa dia memberikan burung itu padamu?"
" emm ia meminta saya untuk menjaganya karena ingin pergi menaklukkan best yang ada ditingkat jantung yang mulia"
" bagaimana mungkin itu setidaknya setara dengan kekuatan inti putih... apakah dia gila?"
" hentahlah sayapun tidak tau"
" aku harap kau baik baik saja rey... aku menanti kepulanganmu sayang" ucapnya dalam hati.
" emm. yang mulia bagaimana jika kita makan sup hari mendung pasti akan turun hujan nanti malam dingin dingin emang enaknya makan sup jamur saya akan meminta seseorang untuk membuatkannya"
__ADS_1
" baiklah ayo"
para dayang memasak makanan yang diinginkan sang ratu. namun sang ratu meletakkan 2 tetes cairan merah itu pada mangkuknya sendiri dengan sengaja.
" ehhh yang mulia itu... sup jamur punya saya saya meminta ada sedikit sifut disana tapi saya memesankan daging best yang sangat enak untuk yang mulia tapi kayaknya yang ini deh"
" hemm sifut..."
" iya sifut saya kepingin sifut karena sudah lama saya tidak memakannya saat saya diluar dulu"
" kau ngidam??"
" ti..tidak... saya tidak ngidam yang mulia"
" terus?"
" saya kepingin hanya itu yang mulia"
" kirain aku akan memiliki seorang anak lagi"
" hahaha" Arthur menukar makanan itu dan memakannya.
" bauk darahnya masih agak pekat... tapi enak"
" ehh benarkah"
" hemm ingin?"
" boleh?"
" hemm tentu" arthur menyuapkan makanan itu kedalam mulut renata.
kecurigaan Arthur berkurang saat renata juga memakannya.
" benar enak walaupun agak ada rasa seperti darahnya tapi tidak terasa amis tapi manis"
__ADS_1