
pantas saja momo bilang waktu itu kapan aku pulang terus menerus dalam beberapa hari ternyata aku sudah melewati waktu 5 tahun hanya berada didalam pulau itu rupanya...
jika begitu... apakah para iblis ini akan masuk ke eden? pikiranku mulai berantakan.
" sudah sampai mana kalian mencari sang raja itu?"
" emmm hampir semua tempat terkecuali eden"
" iya eden tempat itu tak bisa kami datangi karena ada nafas raja naga disana kami tak bisa masuk tanpa perizinan sang penguasa eden sebelum sang penguasa itu pulih"
" benarkah gini deh aku punya saran kalian tak perlu menguasai daratan ini kalian ikut aku. aku akan pergi ke eden lumayan butuh waktu yang lama untuk sampai ke eden kalian bisa masuk walaupun tanpa persetujuan penguasa eden bagaimana? yahh hitung hitung kalian mencarinya sambil berjalan" ucapku menawarkan sesuatu.
aku sudah tau bahwa aku adalah raja iblis itu sedangkan raja kegelapan adalah anakku. yang memiliki mata merah menyala bagaikan iblis.
" apakah bisa begitu?"
" bisa karena kalian bukan dari dunia ini makanya mereka tak mengizinkan kalian masuk ke eden tapi jika kalian bersamaku dengan tujuan perdamaian hanya ingin mencari orang itu kalian bisa masuk kesana. yah.... jika kalian mau?"
" baik kami mau"
" tapi sebelumnya sepertinya hanya beberapa orang saja yang harus ikut dan yang lain pulang"
__ADS_1
" baik kami akan ikut tapi... kau harus berjanji kau tidak akan membunuh kami"
" ahhh aku capek ingin sekali tidur... hey pak tua penguasa kota. apakah kami boleh masuk ke dalam kota?" ucapku pada pemimpin yang sedang menunggu dilangit dan bersembunyi untuk mengawasi jalannya perang.
" ehh.. ba... bagaimana kau tau bahwa aku disini?"
" aku sudah capek dengan sandiwara begitu aku juga begitu dulu apakah aku boleh masuk kota aku sungguh hoammm... mengantuk sekali"
" bo... boleh tapi apakah kau bisa memberikan ku tanda pengenal dahulu sebelum masuk?"
" ha... aku tak punya"
" ha... merepotkan, nih" ucapku melemparkan tanda pengenal ku itu yang asli tanda pengenal raja eden
" kau... dari mana kau mendapatkan ini?"
" itu punyaku ada apa emangnya?"
" tapi... untaian ini... berlambangkan kerajaan eden"
para iblis yang ada di sana pun terkejut mendengarnya.
__ADS_1
" aku panglima raja eden tangan kanan darel"
" apa?"
" ahhh si... silahkan anda boleh masuk. ini saya kembalikan untaian anda tuan"
saat sampai di dalam kota banyak bunga yang bermekaran dan ada banyak dedaunan yang jatuh dari pohonnya., sebentar lagi musim gugur akan datang?
seorang bernyanyi disudut jalan suara indah nan mempesona itu membuatku merasa tenang aku mendengarkan dengan seksama sambil melihatnya.
" bunga... apakah kau akan pergi? kenapa tidak membawaku sekali aku ingin bersamamu selalu, bunga aku ingin melihatmu dan ingin meminta dirimu untuk tetap ada disini..." itu bagaikan puisi yang dinyanyikan.
" musim gugur kan tiba, aku ingin membawamu bersamaku. namun apabila kau pergi, kesenjangan akan datang. kesunyian akan melanda, kota ini tanpa kau yang bagai mentari akan sirna. biarkan aku yang pergi, agar aku bisa datang dengan sejuta kerinduanku." ucapku sambil berjalan disampingnya.
ia tercengang ada seseorang yang menjawab puisinya ia mengikutiku dan terus memanggilku terus menerus hingga aku hilang dari pandangannya.
" siapa pria itu tadi?"
" hey... kau mau kemana sih? aku dari tadi memanggilku tau"
" ehh Lily ada apa?"
__ADS_1