
hal itu tak bisa aku lakukan... namun mau bagaimana lagi?...yahhh walau aku tak ingin membukanya tapi mau bagaimana lagi aku harus melepaskannya dan menyamarkan wajahku untuk sekarang sebelum aku menaklukkan kota atlante yang memiliki sumber daya dan teknologi luar biasa katanya pemilik atlante adalah seorang wanita yang cukup cantik dan anggun aku harus mengumpulkan kekuatanku dan menaklukkan kota atlante.
wajahku aku ganti menjadi diriku yang dulu namun rambut dan mataku tidak aku ubah hanya untuk melihat reaksi wanita itu ya... dia qina... yang posisinya tak jauh dari sang pangeran.
" aku bukanlah rey pangeran pertama tapi aku.... Elano rey reger Timothy seorang anak dari raja jonest Timothy almost" ucapku...
" apa? kakakku terdahulu?" ucap sang raja.
" iya aku anak pangeran yang kau bunuh waktu itu.." ucapku sembarangan padahal aku hanya mengasal saja.
"karena wajahku yang hampir sama dengan pangeran 1 jadi... seorang meminta tolong padaku untuk bilang bahwa aku adalah pangeran pertama hanya untuk membuatmu senang namun kau malah menjerumuskan ku pada kematian sungguh hal yang sangat kejam...." ucapku menangis namun setelahnya aku tertawa...
tampilan ku saat ini membuatku tak bisa menahan tawaku melihat ekspresi wajah Qina.
" ha.. apakah sudah bermain mainnya?" ucapku mulai bosan.
__ADS_1
" apa yang akan kau lakukan sekarang?"
" tidak ada aku hanya bosan sedikit hey manis apakah kau ingin bermain dengan ku sebentar" ucapku pada gadis pelayan itu.
" Cain berikan dia padaku..."
" apa yang kau lakukan?" teriaknya saat aku mulai menyentuh tubuh gadis itu.
ia menyerang namun sia sia karena terdapat pelindung dimensi yang mengepung kota itu.
" hahaha bodoh ini sangat menyenangkan bagaimana jika aku menyuntikkan beberapa cairan padanya?"
" sialan kap**at kau iblis"
" ehh... kau benar aku memang iblis raja iblis terus mau apa kau?"
__ADS_1
" kau dasar iblis yang tidak punya hati sedikitpun kau bahkan rela melakukan itu pada seorang gadis yang tidak bersalah" ucap salah seorang jendral asasi timur.
" benarkah tapi apakah kau tidak salah kau menyerang kerajaan maka kau akan menyerang lebih banyak belahan jiwa dan bahkan kau akan merusak ketenangan dan kebahagiaan penghuni eden jika sampai pemerintahan hancur dan tidak ada seorangpun yang bisa mengendalikannya apakah kau paham?"
" aku memang iblis" ucapku sambil mengepakkan sayap ku mengeluarkan wujudku sang raja iblis.
" tapi kau lebih iblis... aku tidak pernah mengganggu wilayah seseorang jika mereka tidak becus dalam memimpin wilayah mereka masing masing aku hanya mengambil wilayah kalian karena banyak orang orang ataupun rakyat yang kelaparan dan kalian menyerang kami dengan begitu banyak rombongan kalian lebih parah dari iblis... eh.... hahahaha... akukan iblis jika aku iblis yang masih punya hati... apakah kalian cocok untuk dipanggil iblis tidak kalian lebih cocok dikatakan sebagai baj*ngan tak berguna"
mereka terdiam sejenak aku melepaskan sihir pelindung kubah istana dan melindungi semua orang aku melepaskan sebuah bom yang aku racik sendiri.
bom itu berwujud asap hanya dalam bentuk asap yang mampu memudarkan pandangan seseorang.
aku mengepakkan sayap ku lebih tinggi aku menemukan mereka disana aku mengambil dengan mana tumbuhan menjalar menutupi mereka.
aku sebenarnya tau bahwa itu hanyalah taktik untuk membuatku terkecoh hahahaha lucu sekali
__ADS_1