
kedua anak itu menangis mendengar suaraku.
" ada apa dengan raja..."
" huhuhu.... ratu... ratu meninggal saat melahirkan anak yang mulia" ucap salah seorang dayang.
berita itupun menyebar kini kematian ratu menjadi gosip hangat di istana dan di seluruh benua.
bahwa anak perempuan yang lahir ini membawa kematian yang ratu. dalam artian anak pembawa sial.
bayi itu menangis... suara lencangnya memekakkan telinga.
" kau.... kenapa kau begitu berharga dari pada nyawa seorang ratu... padahal sudah kubilang untuk menggugurkanmu tapi ia tetap kekeh ingin melahirkan mu demi orang yang ia cintai.... padahal orang itu telah mati..." ucapku marah.
darah di tubuh ku tak bisa ditahan, dan istana itu hancur karena amukanku. para pelayan yang ada disana berteriak histeris bayi itu tetap menangis dengan kencang.
aku menghancurkan tempat itu dan pergi. tak lupa pula aku menyuruh mereka membawa anak itu keistana dingin.
kabar itu membuat kerajaan pulau sebrang ternate ingin menguasai kepulauan eden yang daku kuasai tempat pusat dari seluruh perdagangan jalur perairan.
mereka pergi menggunakan kapal.
" raja apakah kita akan bersiap siap menyerang yang mulia?"
__ADS_1
" iya... ini adalah waktu yang tepat untuk menguasai kepulauan eden." ucapnya. namun ia tak tau bahwa aku rey... ingin menguasai kepulauan itu dari jauh jauh hari.
walaupun aku tau itu menyakitkan namun itu adalah waktu yang tepat. aku pergi pelabuhan dan menaiki kapal induk pasukan aku bagi menjadi 2 yang pertama pasukan induk yang dipimpin oleh Matteo dan satu lagi pasukan raja yang aku pimpin dengan darel pergi ke kerajaan tedore dan ternate. yang digabungkan menjadi 1 kekaisaran.
kami melewati jalur perdagangan agar tidak terlihat mencolok saat bertemu dengan mereka kebanyakan dari pasukan aku sembunyikan bawah kapal dagang dan aku menyamar menjadi seorang pedagang dari daratan elenoir untuk menjual rempah rempah yang didapatkan di kerajaan eden.
saat kami sampai di simpangan dengan mereka yang benar saja aku ditahan di dekat perbatasan perairan.
mereka menggeledah barang barang dan tidak ditemukan apa apa namun mereka tidak tau dibalik dinding kapal ada sebuah ruangan rahasia yang dibuat khusus untuk para prajurit agar bersembunyi disana.
setelah penggeledahan selesai kami dibiarkan pergi dari sana dengan membawa beberapa barang.
" hey.. tunggu" ucap mereka...
apakah kita ketahuan sesuatu? ucapku agak ketakutan tapi wajahku masih tenang dan dingin.
" ada apa?"
" ehh iya... ini pesanan untuk pulau sebelah yang meminta bubuk mesiu setelah dari pulau tedore kami akan berlabu lagi kepulau mancu apakah ada masalah?"
" pesanan dari pulau mancu?"
" iya pulau mancu raja armor meminta bubuk mesiu untuk membuat bahan peledak untuk membuka lahan baru" ucapku.
__ADS_1
" oo ya sudah kau boleh pergi"
" terimakasih" ucapku lalu menyuruh kisirnya berangkat.
" bodoh.. mau saja dibohongi" tawaku.
kami pergi tak lama perjalan kami sampai di salah satu pelebuhan kota Tidore dan menurunkan barang barang.
terdapat banyak orang disana. kami melemparkan bubuk misiu pada pelabuhan terjadi seperti kembang api jika ditembakkan dengan anak panah.
" wahhh.... indah... siapa yang melakukannya?"
" entahlah..."
" bau apa ini?" ucap salah seorang warga.
" gawat... cepat lari..." ucap komandan penjaga pelabuhan.
" ada apa?"
" itu bubuk misiu cepat lari jika sampai itu akan terbakar" ucap mereka.
orang orang pada lari. kami mencoba mempermainkan mereka dengan menggunakan bubuk misiu.
__ADS_1
" tidak terjadi apa apa? hey kau kalau ngasih informasi yang jelas dong.."
" ehh... kenapa tidak ada ledakan nya?"