
Pagi ini, Aleya dan Tari pergi ke sekolah bersama. Tari tak main-main dengan ucapannya. Gadis itu benar-benar menginap di rumah Aleya hanya karena ia merasa bersalah telah mengenalkan sahabatnya pada laki-laki brengsek seperti Bagas.
Sebenarnya ini bukan kali pertamanya mereka menginap bersama. Hanya saja, biasanya Aleya lah yang pergi kerumah Tari untuk menginap disana. Dan ini bisa dikatakan pertama kalinya Tari menginap dirumah Aleya. Karena setiap Aleya mengajak Tari untuk menginap di rumahnya, gadis itu selalu saja menolak. Alasannya simpel, "Gue gak bisa jauh dari boneka kesayangan gue".
Ya, Tari setiap malam selalu tidur memeluk boneka teddy bear kesayangannya. Gadis itu sangat menyayangi itu boneka.
Tari selalu memperlakukan Teddy layaknya seorang adik. Dan hal itu terkadang menjadi perdebatan unfaedah yang terjadi antara Aleya dan Tari, saat dirinya pergi menginap di rumah sahabatnya. Ia merengek agar Tari tak memeluk Sih beruang karena bakal terasa sempit walaupun ranjangnya luas.
Lupakan tentang sih beruang.
Aleya dan Tari berjalan menyusuri koridor. Banyak yang menatap mereka dengan berbagai macam ekspresi. Ada yang menatap Aleya penuh iri, benci atau bahkan memuja. Tapi jangan lupakan sifat Aleya yang bodoamatan, membuat gadis itu tak terlalu menghiraukan tatapan-tatapan yang ditunjukkan padanya.
Mereka tak sengaja bertemu dengan Angel dan temannya Zora. Angel menap Aleya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kemudian gadis itu terkekeh sinis. Aleya hanya menatapnya dengan alis terangkat.
__ADS_1
"Satya mana mau modelan kayak lo begini". Ucap Angel sambil menunjuk bahu kanan Aleya.
"Emang gue modelan kayak apa?". Tanya Aleya dengan tampang sok polosnya, membuat Angel geram.
"Modelan cewek murahan". Ucap Angel disusul gelak tawa anteknya.
Aleya juga ikut tertawa, membuat Angel dan Zora serasa ingin menelan Aleya detik ini juga.
Tari? Gadis ini hanya menatap datar dengn raut wajah bingung.
Yang bener saja dirinya tak pernah ganti atau nyuci BH berbulan-bulan. Apakah Aleya lupa, bahwa Angel adalah salah satu siswi terkaya di SMA mereka. Tapi sayangnya, kekayaan Angel tak sebanding dengan kekayaan yang Aleya miliki.
Tanpa menunggu jawaban dari Angel, Aleya dan Tari pergi meninggalkan Angel dan anteknya yang tengah menatap mereka dengan amarah yang memuncak.
__ADS_1
"Gila tuh perempuan, mulutnya ember banget". Ucap Angel sambil menatap punggung Aleya yang mulai menghilang.
" Lo jangan sampe biarin Satya jatuh ke tangan Aleya ". Sambil Zea.
" Tenang aja, dalam waktu dekat Satya bakal jadi milik gue seutuhnya ". Ucap Angel dengan seringai diwajahnya.
" Emang lo mau apain Satya?". Tanya Zora sambil memegang buku di tangannya. Gadis ini memang agak sedikit eror otaknya. Entah mengapa dia bisa bergabung dengan geng Angel yang terkenal dengan sebutan Queen Bullying.
Angel hanya memutar bola matanya malas. Gadis itu segera melenggang pergi bersama teman-temannya saat mendengar bel tanda masuk berdering.
Baru berapa langkah mereka berjalan tiba-tiba mereka berhenti karena mendengar suara familiar milik seseorang berbicara.
"Berhenti jadi cewek murahan yang hobi Ngancem-ngancem seseorang untuk dekat dengan Satya! Lo, gak ada hak buat ngatur seseorang mau dekat dengan siapa pun itu bahkan ke Satya pun. Bersaing lah secara sehat, jodoh gak akan ketuker mau sejauh manapun lo berada kalau Satya sudah digarisin berjodoh dengan lo dia pasti akan kembali ke lo". Ucap Aleya lalu pergi meninggalkan Angel dan temannya.
__ADS_1
......................
Next kalu seru kita lanjut wkwk🤣