Aleya

Aleya
Chapter 29


__ADS_3

"Setelah ini tunggu hukuman dari abang buat kalian berdua yang sudah berani-beraninya berbohong sama mami papi". Sambungnya lagi dengan suara datar. Setelah itu ia pergi dari hadapan mereka berdua.


Deghhh.


Jantung mereka berdua berpacu dengan sangat cepat, abang pertamanya itu gak pernah main-main kalo ngasih hukuman. Mereka berdua hanya bisa pasrah, setelah itu Aleya pamit pergi ke kamarnya.


"Bang, gue pamit ke atas". Pamit Aleya ke abangnya. Baru saja handak membuka pintu kamarnya, suara bantingan barang berasal dari kamarnya membuat gadis itu sedikit terperanjat.


Aleya terkejut saat mendapat Satya yang berada di kamarnya dengan penampilan sangat kacau.


Pria itu berlari dan langsung menubruk tubuh Aleya, membuat gadis itu sedikit terhuyung ke belakang. Beruntung Satya cepat menahan pinggang Aleya sehingga ia tak jadi terjatuh.


Satya mengeratkan pelukannya pada Aleya, sambil menangis sesenggukan. Bahu pria itu bergetar, membuat Aleya tergerak untuk mengelusnya.


"Sat, sakit". Keluh Aleya saat merasakan lengannya mulai nyerih akibat pelukan Satya.


Satya sontak melepaskan pelukannya dan memgecek keadaan Aleya.


"I-ini kenapa?". Tanya Satya sambil menangis.


"Oh, keserempet". Jawab Aleya santai membuat tangisan Satya semakin mengeras.


Pria itu kembali memeluk Aleya walau tak terlalu erat seperti sebelumnya. Satya menenggelamkan kepalanya dilekukan leher Aleya sambil terus menggumamkan kata maaf.

__ADS_1


"Maaf Aleya, hikss ma-maaf". Ucap Satya sesenggukan.


"Udah Sat, seharusnya gue yang minta maaf sama lo karena gue udah salah paham sama lo". Ucap Aleya.


Satya menggeleng keras. Pria itu menggendong tubuh Aleya dan membawanya ke atas ranjang. Ia mendudukkan tubuh Aleya di atas pangkuannya. Lalu kembali memeluk Aleya erat.


"Gue mohon ja-jangan pergi lagi, Aleya. Gue takut, gue bener-bener takut. Jangan tinggalin gue lagi, please". Lirih Satya.


"Gue nyesel, seharusnya gue berontak pas Angel meluk gue. Sorry Leya, Maaf". Racau Satya.


"Sutttt, udah gak usah di bahas lagi".Ujar Aleya. Gadis itu turun dari pangkuan Satya dan merebahkan dirinya di samping Satya. Ia menarik tubuh Satya untuk di peluknya.


"Jangan nangis". Ucap Aleya.


"Lo bakal ba-batalin pernikahan kita?". Tanyanya, rautnya sangat melas saat menanyakan hal tersebut pada Aleya.


Aleya menggeleng keras lalu kembali memeluk Satya erat.


"Enggak". Jawaban singkat itu membuat Aleya sedikit tenang.


"Udah sana pulang, besok kita kawin". Ucap Aleya sambil melepaskan pelukannya, dan itu membuat Satya sedikit tak suka. Namun pria itu tetap menurut.


"Gue tidur disini". Singkat Aleya.

__ADS_1


"Gila lo, mau tidur dimana hah?". Tanya Aleya sambil menatap Satya garang.


Satya cemberut sambil memanyunkan bibirnya. Ia kembali memeluk Aleya dan menenggelamkan kepalanya dilekukan leher Aleya.


"Jangan melotot, Aleya". Ucap Satya sambil mengecup leher Aleya beberapa kali, membuat gadis itu menggelinjang kegelian.


"Gue tidur sama bang Aldo aja". Sambungnya.


"Terus besok gimana?". Tanya Aleya.


"Besok akad jam 10 pagi, tenang aja kita tetep bakal kawin kok". Ucap Satya yang mendapatkan jitakak kuat dari Aleya.


"Bodoamat". Ucap Aleya ketus. Lalu setelahnya, gadis itu beranjak ke kamar mandi, hendak meninggalkan Satya yang kembali memanyunkan bibirnya.


"Aleyaaaaaa". Rengek Satya sambil memeluk Aleya dari belakang.


"Apaan lagi sih". Ucap Aleya sambil melepaskan pelukan Satya.


"I LOVE YOU".


......................


Next bab selanjutnya:)

__ADS_1


__ADS_2