Aleya

Aleya
Chapter 14


__ADS_3

Malam hari telah tiba. Keluarga Bagaskara tengah berada di kediaman keluarga Wicaksono untuk acara makan malam.


Mereka tengah makan malam sambil sesekali bersenda gurau. Terkecuali dua insan yang sedari tadi melempar tatapan permusuhan.


Ralat, hanya Aleya saja yang menatap Satya dengan aura permusuhan. Sedangkan Satya, pria itu hanya membalas tatapan Aleya dengan senyum menjengkelkan.


"Hmm Satya, Papa mau tanya sama kamu". Ucap Satria.


Satya mengelap mulutnya menggunakan tissu kemudian menatap papanya dengan alis terangkat.


" Ya pah, mau tanya apa?". Tanyanya.


"Apa benar kamu berbuat tak senonoh bersama Aleya di dalam perpustakaan".


Brakkk!


Aleya yang sudah kelewat emosi, menggebrak meja makan sambil menatap Satria dengan kilat amarah dimatanya. Nindi terus mencoba menenangkan putrinya yang sedang marah dengan mengusap-ngusap punggung putrinya.


"Om, saya tahu kalau saya memang cewek nakal, gak kayak cewek diluaran sana yang sok kalem. Tapi om, otak saya gak pernah sekalipun tercemari sama pikiran-pikiran kotor dan mesum. Om jangan seenaknya berbicara. Tolong kondisikan mulut om yang terhormat itu!". Ucap Aleya menggebu-gebu.


Satria memijit pelipisnya. Pria itu tak menyangka jika akan berhadapan dengan gadis yang super bar-bar seperti Aleya.


Satya hanya terdiam. Semua orang dimeja makan itu terdiam setelah mendengar bentakan Aleya barusan.


"Begini". Papi Aleya mulai membuka suaranya.

__ADS_1


"Papi bingung, harus percaya yang mana. Coba kalian jelaskan secara detail kejadiannya". Ucap Adit dengan pelan. Tak ingin membangunkan amarah putrinya.


Satya menghela napas berat. Setelahnya, pria itu mulai menceritakan kronologi kejadian di perpustakaan tadi siang, hingga dimana mereka dipergoki oleh Pak Candra saat posisi mereka sangat intim.


"Gitu Pa, om dan semuanya". Ucap Satya, mengakhiri ceritanya.


Satria tak bergeming. Pria itu hanya menatap Satya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Tapi Satya, mau bagaimanapun, Pak Candra berfikir jika kalian sudah melakukan perbuatan tak senonoh di dalam perpustakaan, jelas nama kalian sudah tercoreng". Kekeh Satria papa Satya.


Satya kembali mengeraskan rahangnya. Matanya menatap papanya nyalang. Ia paling tak suka jika papanya lebih mempercayai perkataan orang lain daripada anaknya sendiri.


"Terserah papa!". Sentak Satya.


Aleya menatap Satya dengan kening mengkerut. Lalu gadis itu beralih menatap Satria, Papa Satya.


Satya beralih menatap Aleya yang sedang menunduk. Aleya yang merasa ditatap pun mendongakan kepalanya, dan seketika netra mereaka bertubrukan.


Aleya segera memutus kontak mata mereka. Dadanya berdegub kencang.


Ada apa ini?


Baru ditatap Satya saja sudah seperti ini. Padahal Satya adalah rivalnya, pria paling menjengkelkan yang pernah Aleya kenal. Tapi kenapa hanya dengan menatap mata tajam milik Satya, dadanya sudah berdetak tak karuan.


"Begini, Papa bukannya tidak percaya kamu Satya. Tapi kejadian tadi membuat harga diri papa sebagai pemilik sekolah, merasa malu". Ujar Satria.

__ADS_1


Satya kembali menatap papanya dengan kilat amarah dimatanya.


"Itu karena papa memang selalu memikirkan harga diri papa, jabatan papa. Dari dulu juga begitu! Dasar egois!". Sentak Satya.


"Sayang sudah tenangin diri kamu dulu". Salma mengusap pundak Satya sambil menenangkan putranya yang sudah kelewatan emosi.


Sedangkan Aleya dan kedua orang tuanya, hanya menatap mereka dengan alis terpaut.


Bingung? Tentu saja.


Ini pertama kalinya Aleya melihat Satya semarah ini.


" Sudah-sudah, alangkah lebih baiknya jika kita memikirkan kasus Satya dan Aleya tanpa melibatkan emosi". Adit mengutarakan pendapatnya, mencoba mengalihkan ayah dan anak yang sedang bertengkar di depannya.


"Mami boleh kasih saran?".Tanya Nindi sambil tersenyum menatap Salma yang juga tersenyum kearahnya.


Sedari tadi, ibu tiga anak itu hanya menonton perdebatan di depannya tanpa berniat untuk mengutarakan pendapatnya.


Tapi sekalinya berpendapat, malah nyaris membuat jantung Satya dan Aleya copot karenanya.


"Gimana kalau kalian kita jodohin aja?".


" Setuju".


"NGGAK! AKU GAK MAU DI JODOHIN".

__ADS_1


......................


Next:)


__ADS_2