Aleya

Aleya
Chapter 12


__ADS_3

Aleya segara berlari dan berusaha membuka pintu perpustakaan itu. Namun hasilnya nihil.


Pintunya terkunci.


Aleya berteriak meminta tolong, berharap ada seseorang yang mendengarnya. Namun nihil, perpustakaan ini berada di ujung ruangan musik, tak mungkin ada yang mendengar teriakan Aleya saat ini.


Aleya beralih pada ponselnya, dan berusaha menelpon sahabatnya Tari. Namun, sayang dia sedang mengikuti pelajaran dan tidak bisa memainkan ponsel.


Aleya pasrah, ia berharap ada yang menolongnya untuk keluar dari perpustakaan menyeramkan ini.


Aleya terus menyusuri perpustakaan, dan pandangannya terhenti pada sosok yang tengah menunduk.


Kaki Aleya bergetar hebat dan mendadak lemas seketika.


Perlahan Aleya mendekat dengan kaki lemas sambil terus menatap sosok itu dengan ponsel di tangannya.


Dan


"Aaaaaaaaa---hmmpp". Aleya berhenti berteriak saat mulutnya di bekap oleh sosok yang berada di perpustakaan bersamanya.


"Sttt". Karena keadaan perpustakaan yang gelap, Aleya tak bisa melihat dengan jelas siapa pria yang memeluknya dari belakang.


Yang pasti Aleya ketakutan.


Namun satu hal yang membuat Aleya bingung. Ia mengenal parfum dari pria ini.


Pria itu merampas ponsel di tangan Aleya, Lalu menghidupkan senter di ponsel itu dan mengarahkan ke wajahnya. Dan seketika mata Aleya melotot sempurna.


"SATYA!!! Ngapain lo disini, lo mau bikin gue mati berdiri hah?!". Teriak Aleya saat Satya telah melepaskan bekapannya dari mulut Aleya.

__ADS_1


Satya hanya memutar bola mata malas.


"Lo ngapain sih disini?! Mau berbuat mesum ya lo?". Tanya Aleya sambil bersedekap dada.


Takk


Satya menjitak kening Aleya membuat gadis itu meringis.


" Gue disini disuruh Buk Dewi bersih-bersih". Ucap Satya.


"Kalo ngomong di filter dulu sayang". Ucapnya genit. Aleya hanya bergidik ngeri mendengar Satya bilang " Sayang".


Aleya tak menghiraukan. Gadis itu beralih menatap pintu dengan raut cemas.


"Kenapa lo?". Tanya Satya.


"Kita terkunci".


"Gue gak tahu, kita harus cari cara biar bisa keluar dari perpustakaan ini". Aleya beralih ke meja penjaga perpustakaan dan mencari sesuatu disana.


"Percuma, penjaga perpustakaan gak mungkin naruh kunci cadangan disana". Ucapan Satya membuat Aleya menghentikan pencariannya.


"Terus? Kita harus nunggu sampe istirahat kedua gitu?". Tanya Aleya


"Istirahat kedua masih 2 jam lagi, lo kuat 2 jam ada di perpustakaan yang gelap kayak gini?. Aleya menggeleng.


"Gak akan lah, apalagi kekuncinya bareng lo". Ucap ketus Aleya.


Satya mendengus.

__ADS_1


"Ikut gue". Satya menarik tangan Aleya dan membawa gadis itu tepat di pojok ruangan.


"Mau ngapain lo?". Tanya Aleya was-was. Pikirannya sudah melayang kemana-mana.


Lagi-lagi Satya menjitak kening Aleya membuat gadis itu melotot tak terima.


"Noh lihat, di atas ada ventilasi, kayaknya masih cukup buat badan lo yang kecil, nanti kalau lo udah keluar, lo minta kunci perpustakaan di Pak Candra, trus bantu gue buat keluar dari sini, paham?". Satya menjelaskan panjang lebar hingga Aleya mengerti.


Aleya mengut-mangut.


Mereka segera menyusun kotak kardus yang tak terpakai untuk memudahkan Aleya menuju ventilasi yang lumayan tinggi.


Saat kotak kardus sudah tersusun rapih, perlahan Aleya menaiki kota itu satu persatu agar cepat sampai di ventilasi yang cukup sempit itu.


"Awas sampe lo ngintip!". Peringat Aleya membuat Satya memutar bola matanya malas.


Saat sampi dipijakan terakhir, Aleya memekik kegirangan karena berhasil menyentuh ventilasi itu. Namun naas, kakinya tergelincir membuatnya kehilangan keseimbangan dan...


"Aaaaaaa".


Brakkkk


Aleya terjatuh dan membuat suaunan kotak-kotak kardus itu berjatuhan seketika. Parahnya, Aleya jatuh dengan posisi yang cukup mengenaskan.


Ia menimpa kayu yang cukup tebal, yang membuat kakinya sedikit terasa nyeri. Dan naasnya, Satya berada di atasnya dengan posisi menindih tubuhnya. Wajah mereka sangat dekat hingga hembusan napas keduanya pun terasa, membuat keduanya mematung beberapa saat.


Ceklek


"Astaghfirullah alazim! Kalian ngapain?".

__ADS_1


......................


Next:)


__ADS_2