Aleya

Aleya
Chapter 51


__ADS_3

Aleya menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Ia menurunkan kakinya dan mengayunkannya maju mundur sambil sesekali mantap ke arah jendela.


Sudah 30 menit berlalu, namun tak ada tanda-tanda bahwa Satya akan kembali ke ruang inapnya. 30 menit sebelumnya, pria itu izin pergi keluar sebentar dan sampai sekarang belum kembali juga.


Aleya tak tahu apa yang di lakukan Satya di luar sana, karena Satya tidak mengatakan dia mau pergi untuk apa. Dia hanya bilang ada urusan penting yang harus dia selesaikan sekarang ini juga.


Selang 1 jam kemudian, Satya kembali ke ruang inap Aleya. Pria itu berjalan menghampiri Aleya yang menatapnya penuh tanya.


"Kenapa sayang?". Tanyanya sambil mendekat dan mengelus rambut Aleya.


"Kamu habis pergi ke mana?". Tak menjawab, Aleya malah balik bertanya pada Satya sambil menarik tangan pria itu agar duduk di sampingnya.


"Gak pergi kemana-mana cuman duduk di taman depan doang yank". Ucap Satya berbohong.


"Tiduran aja sayang". Ujarnya.

__ADS_1


Ia membaringkan tubuh Aleya dengan hati-hati di atas ranjang sempit itu. Satya memeluk Aleya dari belakang sambil mengusap-usap rambut Aleya.


"Sat, ngantuk". Aleya mengusap matanya sayup-sayup ingin menutup, membuat Satya semakin mengeratkan pelukannya sambil terus mengelus puncuk kepala Aleya.


Tak lama, Aleya benar-benar memejamkan matanya disertai dengan nafasnya yang menderu teratur. Satya mengecup kening Aleya sambil perlahan memejamkan matanya, menyusul gadisnya pergi ke alam bawah sadar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain, Bagas tengah berada di toko bunga setelah tadi dia mampir ke toko buah untuk membeli buah tapi sekarang dia sedang berada di toko bunga.


Pria itu memilih bunga yang bagus untuk di kasihnya ke Aleya saat dia menjenguk Aleya nanti. Ia sangat khawatir akan keadaan sahabat kecilnya itu. Ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Aleya seperti mereka waktu kecil dulu.


Pria itu membeli bunga matahari yang sangat indah. Namun di antara semua macam jenis bunga, yang paling ia suka adalah bunga matahari. Itu karena bunga matahari melambangkan kesetiaan dan loyalitas karena bunga matahari tumbuh mengikuti arah matahari terbit dan terbenam.


Setelah selesai melakukan transaksi, Bagas segera melangkah ke tempat motornya terparkir. Lalu setelahnya, pria itu mulai melajukan motornya ke tempat Aleya dirawat. Sepanjang perjalanan, Bagas tak henti-hentinya tersenyum membayangkan dirinya berduaan dengan Aleya sambil bercerita banyak hal.

__ADS_1


Selang beberapa menit, ia pun sampai di tempat yang dituju. Bagas segera memarkirkan motornya dan melangkah dengan wajah ceriah. Ia benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan sahabat kecilnya itu.


Senyum Bagas semakin melebar saat melihat tak ada satupun orang yang berjaga di depan ruangan Aleya. Ia merasa kesempatannya untuk berduaan dengan Aleya semakin besar.


Pria itu menghembuskan nafasnya pelan, lalu dengan perlahan menarik knop pintu dan mendorongnya agar terbuka.


Senyum lebarnya perlahan memudar saat melihat gadis yang dicintainya sejak kecil terbaring lemah dengan seorang pria yang juga berada di brankarnya.


Hati Bagas mencelos saat melihat betapa mesranya mereka berdua berbagi tempat tidur. Pria itu mendongakan kepalanya, berusaha menghalau buliran yang hampir jatuh dari matanya.


Sesakit inikah mencintai gadis yang sudah bersuami?


Bagas dengan perlahan melangkah, mendekati ranjang Aleya. Ia meletakkan barang yang dibelinya di atas meja.


......................

__ADS_1


Sedikit gue jelasin ya guys, disini pasti kalian bingung kenapa Bagas sahabat kecil Aleya namanya bisa sama dengan Bagas teman SD Tari. Disini emang gue sengaja buat namanya sama tapi di karakter yang berbeda.


Terima kasih sebelumnya udah mampir ke cerita gue ini:)


__ADS_2