
Malam hari pun tiba, saat ini Aleya tengah berada di ruang TV dengan Satya selepas makan malam tadi.
Gadis itu sibuk membaca buku dengan Satya yang berada di pangkuannya tengah memainkan ponsel Aleya.
"Sat, obatnya udah kamu minum belum?". Tanya Aleya di sela-sela membacanya.
Satya menggeleng dengan pandangan yang masih fokus ke ponsel Aleya. Pria itu tengah memainkan game mobile legends kesukaannya.
"Matiin dulu itu gamenya, minum obat sekarang". Ujar Aleya.
"Nggak ah, pait". Sahut Satya.
Aleya yang geram pun akhirnya meletakkan bukunya dan merebut ponselnya dari tangan Satya, membuat pria itu kesal.
"Minum obat atau aku tinggalin tidur sendirian". Ancam Aleya membuat Satya mau tak mau harus meminum obat yang terasa pahit itu.
Pria itu membuka kotak obat, dan mengambil salah satu botol berisi kapsul yang harus di minumnya saat ini.
"Aleya, di ancurin ya". Bujuk Satya dengan mata memelas.
Aleya memutar bola matanya malas dan menuruti pria itu untuk menghancurkan obat berwarna putih yang ada di tangannya.
Setelahnya, ia meneteskan air dan mengaduk obat yang saat ini sudah berada di sendok dan siap untuk Satya minum.
"Aaaa buka mulutnya". Seru Aleya.
Satya menurut dan membuka mulutnya, seketika matanya membola saat merasakan pahit obat itu menyentuh lidahnya.
__ADS_1
Pria itu hendak memuntahkan kembali obatnya namun ia urungkan kala Aleya mencium ganas bibirnya. Dengan terpaksa, akhirnya Satya menelan obat itu sambil memejamkan matanya menahan rasa pahit di tenggorokannya.
Aleya melepas pangutan di bibirnya saat merasakan Satya sudah menelan obatnya. Ia menatap Satya sambil tersenyum puas.
"Good". Ucapnya membuat Satya melengos. Namun sedetik kemudian, pria itu kembali menatap Satya dengan puppy eyes nya.
Aleya yang mulai merasa firasat tak enak pun menatap Satya waspada.
"Aleya, cium lagi". Ucap Satya sambil menggoyangkan tangan Aleya.
Aleya menggelengkan kepalanya, melihat sifat Satya yang jauh berbeda saat di rumah, dan di luar rumah.
"Aku mau ke kamar mandi dulu". Ucap Aleya sambil beranjak dari posisinya. Dan kembali berdiri sambil menatap Satya tajam. Cukup sudah, ia lelah jika sudah terus-terusan meladeni sifat manja Satya. Dirinya juga punya pekerjaan yang harus di selesaikannya sekarang.
"Aleya peluk". Rengek Satya yang tak di hiraukan oleh Aleya. Gadis itu masih fokus dengan aktivitasnya membaca buku.
"Aleya jangan marah". Suara Satya mulai memelan saat Aleya tak kunjung meresponnya.
"Aleyaaa". Satya merengek sambil menghentak-hentakkan kakinya. Pria itu beranjak dari kasur dan berjalan menghampiri Aleya. Ia langsung bergelayut di lengan Aleya sambil menatap gadis itu instens.
"Jangan manja Satya". Ujar Aleya sambil kembali meletakkan bukunya. Gadis itu mulai berjalan meninggalkan Satya yang menatapnya dengan bibir mengkerucut.
Satya pun berniat mengikuti Aleya ke kamar. Namun, gerakannya terhenti saat mendengar ponsel Aleya yang terus-menerus berbunyi.
Aleya pun yang hendak membuka pintu kamar, turut menghentikan langkahnya dan menatap Satya yang tengah membuka ponsel miliknya.
Raut Satya yang awalnya biasa saja, menjadi memerah seperti menahan amarah saat tahu siapa yang mengirimi Aleya pesan spam. Pria itu menatap Aleya dengan rahang yang mulai mengeras.
__ADS_1
Siaga satu.
Aleya menghampiri Satya, berniat memeluk pria itu agar sedikit lebih tenang. Namun, baru saja dirinya hendak menyentuh lengan Satya, pria itu menyentaknya hingga tubuhnya nyaris terhuyung ke belakang.
"Baca". Ujar Satya dengan suara dinginnya. Pria itu melempar ponsel Aleya dengan kasar, yang langsung di tangkap Aleya.
Terlihat di sana ada pesan dari Bagas yang sudah di baca siapa lagi kalo bukan Satya yang bacanya.
Aleya
Sepeda lo udah gue balikin tadi sore
jangan lupa traktirannya
Hehe
see you mis bar-bar.
Aleya meneguk ludahnya kasar saat membaca pesan terakhir dari Bagas. Sudah pasti inilah penyebeb Satya bisa marah seperti ini.
"BAGUS YA! LO MAIN-MAIN DI BELAKANG GUE?". Tanya Satya dengn intonasi yang mulai meninggi.
"Sat, Bagas cuman bantuin gue aja". Ujar Aleya, masih mencoba memberikan penjelasan pada Satya.
"BANTU APA?! BANTU JADI ISTRI NGELAWAN SAMA SUAMINYA?!!". Sentak Satya bakal orang kesetanan.
Aleya menatap Satya dengan pandangan tak percaya. Pria di depannya ini seperti bukan Satya yang ia kenal. Pria itu terlalu mudah termakan omongan daripada memilih mendengarkan penjelasan.
__ADS_1