
Ivan terkekeh kecil. Lesung pipinya terlihat sangat jelas, membuat kedua matanya menyipit dan kadar ketampanannya bertambah berkali-kali lipat.
"Kenapa, Van?". Tanya Aleya.
"Eh oh iya lupa gue, Lo dipanggil Satya, disuruh ke ruang musik sekarang". Ucap Ivan lalu pergi meninggalkan kelas dengan tergesa-gesa.
"Kenapa tuh aneh banget". Ujar Tari.
"Gue ke ruang musik dulu bentar". Ucap Aleya lalu setelahnya pergi meninggalkan Tari sendirian di kelas dengan wajah cemberutnya.
"Ya sudah sana gue mah udah biasa ditinggal sendirian". Ucap Tari mendrama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aleya mengatur nafasnya saat berada di lantai bawah. Ia melangkahkan kakinya perlahan dengan kepala yang terus menatap ke depan.
Setelah sampai di ruang musik, Aleya celingak celinguk mencari keberadaan Satya. Namun bukannya menemukan sosok yang dicari, Aleya malah mendengar suara isakan seorang gadis yang terdengar sangat jelas ditelinganya. Sial Aleya sangat merinding sekarang.
Aleya terus melangkahkan kakinya kedepan. Hingga netranya terpaku pada sosok gadis yang tengah memeluk....
Tunggu.
Satya?
__ADS_1
Ya, itu Satya. Dan yang memeluknya adalah... Angel?
Jadi Satya menyuruhnya kesini hanya untuk melihatnya berpelukan dengan Angel? Lalu untuk apa? Untuk apa Aleya tetap berdiam diri disini?
Posisi Satya yang membelakangi Aleya, membuat pria itu tidak tahu kedatangan gadis yang sedari tadi di tunggunya.
Dasar bajingan, bahkan kita belum sah aja lo sudah main di belakang gue. Batin Aleya.
"Ah, kok gue jadi sedih gini sih, semestinya gue bodoamat lah Satya mau ngapain, toh gue juga gak ada perasaan sama dia". Gumam Aleya.
Gadis itu mengelus dadanya sambil menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya beberapa kali.
Matanya menatap Satya dan Angel yang masih asik berpelukan dengan Angel yang terus mengeluarkan isakan.
"Cih, dasar ***** drama". Aleya berdecih sambil melangkah mundur, meninggalkan kedua insan yang tengah asik dengan dunianya.
Shittt
Aleya mengumpat dalam hatinya sambil meremas roknya dengan kuat.
"Aleya". Panggil Satya dengan suara melemah sambil menatap Aleya dengan tampang melasnya. Seolah menjelaskan pada Aleya lewat tatapan bahwa ini semua hanya kesalah pahaman.
Aleya mundur perlahan, Gadis itu berbalik dan segera berlari meninggalkan Satya dan Angel yang tengah menatapnya.
__ADS_1
Satya segera meninggalkan Angel dan berlari mengejar Aleya.
"Satya! Kok aku ditinggal sendirian?!". Teriak Angel yang tak dihiraukan oleh Satya.
Pria itu terus berlari secepat mungkin mengejar Aleya untuk menjelaskan semuanya.
"Aleya! Tunggu!". Teriak Satya namun Aleya tak peduli.
Aleya mempercepat langkahnya hingga saat hendak menaiki tangga, ia berpapasan dengan Tari yang tengah menatapnya bingung.
"Tari, Gue titip buku PR sama lo, Gue lagi ada urusan di jam pertama jadi gue gak bisa ikut belajar di jam pertama". Ucapnya lalu segera berlalu meninggalkan Tari yang dilanda kebingungan.
Saat hendak melanjutkan langkahnya, Tari kembali terkejut saat tubuhnya tidak sengaja tesenggol lengan Satya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Satya berlalu meninggalkan Tari yang tengah mengelus-ngelus dadanya.
"Ish, gak calon istrinya, gak calon suaminya, bikin kesel mulu". Gerutu Tari.
"WOI, GUE DOAIN LO SAMA ALEYA GAK JADI KAWIN". Teraknya. Untung saja koridor sedang sepi karena siswa-siswi belum pada dateng semua.
Satya tak menghiraukan teriakan Tari, tujuannya saat ini adalah Aleya. Ia harus menghentikan gadis itu dan menjelaskan semuanya.
"Aleya berhenti, gue bisa jelasin". Teriak Satya.
__ADS_1
......................
Next cerita selanjutnya