
Benar saja beberapa menit setelahnya, abangnya telah duduk santai di ruang tamu Dhani. Saat Aleya turun dari kamar, ia melihat abangnya tengah menatapnya datar.
Aleya meneguk ludahnya kasar. Ia berjalan menghampiri dua pria yang tengah menatapnya itu dan mengambil tempat di sebelah Dhani.
"Abang kesini?". Tanya Aleya basa-basi.
Aldo hanya membalasnya dengan anggukan kepala. Lalu ia melirik Dhani sekilas, Dhani yang paham pun mengangguk dan dua kakak beradik itu pergi dari ruang tamunya.
"Satya udah cerita semuanya". Ucap Aldo memecah keheningan.
Aleya hanya melirik abangnya sekilas, lalu kembali menundukan kepalanya dan memainkan jari-jarinya. Aura mengintimidasi dari abangnya menguar membuat Aleya tak berani menatap mata hitam itu. Ya walaupun Aldo biasanya memang jahil dan usil, tapi jika sudah menyangkut kenakalannya, maka pria itu akan sedikit lebih kerasa dari biasanya apa lagi jika abang tertuanya tahu dia akan lebih parah dari abang keduanya.
"Lo salah paham dek". Sambungnya.
Mendengar pembelaan Aldo untuk Satya, Aleya mengangkat mulutnya hendak protes, namun ia urungkan kala melihat mata Aldo yang semakin menatapnya tajam.
Aldo menghela nafasnya kasar lalu mulai menjelaskan asal muasal masalah adiknya ini.
"Kucing anggora kesayangan Angel mati dek, lo tahu sendiri gimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangin walaupun ini cuman hewan tapi dia udah nemenin Angel dari kecil dek. Jadi, dia butuh seseorang buat ngeyakinin dia kalo semuanya akan baik-baik saja. Dia meluk Satya, karena dia gak sengaja ketemu Satya di ruang musik. Satya kaget dan dia sempet berontak, tapi denger alasan Angel, dia biarin aja cewek itu meluk dia, lo lihat sendirikan kalau Satya gak bales pelukan Angel karena dia masih jaga perasaan lo. Lalu, setelahnya lo dateng dan ya ko tahu sendiri selanjutnya kayak gimana". Ucap Aldo panjang lebar ngejelasinnya.
__ADS_1
Aldo terdiam mencerna semua yang Aldo ucapkan. Gadis itu menggeleng pelan kemudian kembali menatap abangnya.
"Tapi kenapa Satya ngejauh dari gue setelah dia denger kalau pernikahan ini di majuin?". Tanya Aleya.
"Satya butuh waktu buat mikirin ini semua, Aleya. Dia butuh pekerjaan, dia gak mau ngandelin kekayaan orang tuanya. Dia mau berjuang sendiri buat rumah tangganya, Dia akhir-akhir ini sering ngelamun karena bingung gimana dia mau nafkahin lo kalau dia belum punya pekerjaan". Ucap Aldo membuat Aleya termenung.
Ia kira Satya tak menginginkan pernikahan ini, a kira Satya tak ingin menikah dengannya, ia kira Satya tersiksa dengan semua ini.
Aleya menatap abangnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Dahinya mengerut, tatapannya memelas, dan tangannya saling bertaut. Ia benar-benar merasa sangat bersalah pada Satya.
"Kenapa abang bisa tahu semuanya?". Tanya Aleya, suaranya melirih membuat Aldo menghela nafasnya kasar.
"Jadi gini..."
BRAKKK!!!
Aldo terlonjak kaget saat pintu kamarnya dibuka kasar oleh seseorang.
Baru saja hendak memarahai pelakunya, ia urungkan kala melihat Satya di depan pintu kamarnya dengan keadaan kacau. Seragam lusuh, rambut berantakan dan wajah merah sembab. Ia menatap Satya bingung.
__ADS_1
Satya mendekat kepada Aldo lalu menguncang lengan abang iparnya itu dengan keras. Wajahnya sangat frustasi membuat Aldo yakin bahwa ada yang tak beres dengan hubungan Satya dan Aleya.
"Bang, tolong bantuin gue bang, please. Aleya kabur, tadi dia sempet keserempet, gue gak sempet ngejar karena jalanan rame banget pas gue mau susulin Aleyanya, dia udah gak ada. Bantu gue bang, gue mohon". Ucap Satya memelas.
Aldo terkejut mendengar bahwa adiknya terserempet mobil dan menghilang.
Ia menyuruh Satya tenang, dan menceritakan semuanya sedatail-detailnya.
Satya menurut, ia mulai menceritakan awal dari dirinya yang dipergoki Aleya tengah berpelukan dengan Angel dan salah paham pun terjadi.
Aldo menganggukan kepalanya. Ia menyuruh Satya untuk mengantarkannya ke perempatan dimana Aleya terserempet.
Satya menurut. Pria itu membawa mobil bak orang kesetanan, membuat Aldo bergidik ngeri dibuatnya.
Di tengah perjalanan, Aldo mendapat notifikasi pesan dari nomor tak dikenal yang Aldo sendiri tak tahu siapa.
+62895XXXXXX
[Location]
__ADS_1
......................
Next