Aleya

Aleya
Chapter 53


__ADS_3

"Apaan sih lo, jelas-jelas semua yang berbau instan itu gak sehat". Ketus Satya sambil mentap tajam Bagas.


"Ini tuh air dari pegunungan asli, udah pasti sehat. Emang lo, ambil air comberan". Sahut Bagas sambil memutar bola matanya malas.


"Sembarangan lo, gue lebih higienis kali dari pada lo. Minum kok air instan". Sewot Satya.


"Lo bego apa gimana sih? Gak ada yang namanya air instan woi. Yang ada tuh air yang dikemas secara instan". Sahut Satya tak mau kalah.


"Lo---".


"DIEM!". Ucapan Satya terpotong oleh bentakan Aleya yang menatap mereka berdua jengah.


"Kalian berdua ini bikin tambah pusing kepala gue aja". Ujar Aleya membuat kedua pria itu terdiam, seolah seperti anak kecil yang baru saja di marahin oleh ibunya.

__ADS_1


"Gue gak mau minum dan gue juga gak mau makan". Ucap Aleya sambil bersedekap dada.


Dan hal yang sama pun terjadi. Satya dengan sigap menyodorkan Aleya semangkuk bubur, dengan Bagas yang juga menyodorkan Aleya mangkuk berisi potongan buah.


"Gue mau makan bubur". Sahut Aleya sambil menatap lurus kedepan, enggan menatap dua pria yang berada di sampingnya.


Wajah Satya berubah sumringah. Berbeda dengan Bagas yang perlahan menatap Aleya sendu. Pria itu kembali meletakkan mangkuk berisi potongan buah itu ke atas meja sambil menundukkan kepalanya agar Aleya tak melihat matanya mulai memerah.


"Al-leya gue pamit pulang dulu". Ujar Bagas berpamitan pulang. Apapun yang berhubungan dengan Aleya, memang sensitif bagi dirinya. Terlebih hatinya.


Bagas menutup pintu ruangan Aleya dengan perlahan. Pria itu melangkahkan kakinya ke taman depan rumah sakit dan duduk di kursi yang berada di taman.


Ia mendudukan bokongnya di salah satu kursi itu. Tangannya terangkat untuk menutupi wajahnya yang mulai basah karena air matanya.

__ADS_1


Perlahan, bahunya mulai bergetar, pertanda ia mulai larut dalam tangisnya. Ia Bagas emang selemah itu jika menyangkut tentang Aleya.


Hati Bagas sakit, melihat sahabatnya kini lebih memilih pria lain dari pada dirinya. Bagas akui itu wajar karena Satya adalah suami Aleya, dan jelas pria itu bukan orang lain bagi Aleya.


Namun kenapa rasanya sulit sekali menerima kenyataan bahwa gadis yang dicintainya kini sudah menikah dengan pria lain.


"Aleya gue sayang lo Al, gue sayang lo dari dulu, dari kita kecil. Sayang gue ke lo bukan hanya sekedar sayang ke sahabat tapi sayang lebih dari seorang sahabat Al".Ucap Bagas.


"Gue sayang banget sama lo Al, apa lo gak ngerasa kalo gue suka sama lo Al, dari kecil kita bareng tapi kenapa lo gak ngertiin perasaan gue sama sekali. Gue cuman butuh lo yang dulu Al, yang selalu ada buat gue tanpa ada orang lain yang ikut main sama kita berdua. Hanya kita berdua gak ada yang lain". Sambung Bagas dengan air mata yang terus mengalir.


Bagas menangis pilu di kursi taman rumah sakit. Ia rindu Aleya kecil yang selalu bermain dengan dia, tanpa ada orang lain yang berani ikut bergabung main bareng mereka berdua. Tapi sekarang, dia gak boleh egois Aleya bukan lagi gadis kecil yang selalu bermain dengannya tanpa henti. Aleya sudah jadi milik orang lain, ia sudah jadi istri Satya Bagaskara.


......................

__ADS_1


Menurut kalian, Apa yang bakal kalian lakuin jika kalian sedang berada di posisi Bagas sekarang! . Apa kalian akan mengikhlaskan orang yang kalian suka dari kecil atau kalian akan memperjuangkan org yg kalian suka?


__ADS_2