Aleya

Aleya
Chapter 23


__ADS_3

"Kita kedepan yuk, mama pengen ngeliat reaksi Satya saat ngelihat kamu cantik banget kayak gini?". Salma menarik tangan gadis itu tanpa menunggu jawaban dari Aleya.


"Sat, liht deh menantu mama, cantik kan?". Ujar Salma.


Satya meletakkan ponselnya ke saku celananya, dan mengalihkan perhatiannya ke Aleya yang sedang menunduk memainkan jari-jemarinya.


Melihat Aleya yang biasanya mengenakan celana dan hodie, kini Satya dibuat terkejut melihat Aleya yang berdiri di depannya dengan gaun yang menjutai indah di tubuhnya. Satu kata yang menggambarkan Aleya hari ini, cantik.


Ini belum juga di dandanin udah begini, apa lagi kalo udah di dandanin nambah MasyaAllah cantiknya". Batin Satya.


"Heh, malah bengong, gimana cantik gak sayang


Aleyanya? ". Ucap Salma membuyarkan lamunan Satya.


"Eh, em i-ya cantik banget ma". Ucap Satya gugup.


"Tuhkan, emang ya pilihan mama itu gak pernah salah". Ujar Salma.


"Yaudah sayang sekarang kamu coba pakai tuxedonya tuh udah mama siapin di belakang, buru di pakai sekarang". sambungnya.

__ADS_1


Satya yang sedari tadi menatap Aleya, kembali menatap Salma dengan bingung.


"Ma, emang ada acara apa sih?". Tanya Satya penasaran.


" Loh, emang kalian belum dikasih tahu ya kalau pertunangan kalian dibatalin dan digantikan sama pernikahan kalian, dan acara pernikahan itu lusa". Ucap Salma panjang lebar.


Hening sejenak. Hingga Aleya yang sedari tadi memilin-milin jarinya sontak menegakkan kepalanya, menatap Salma dengan wajah cengonya. Begitu juga dengan Satya yang menatap Salma dengan mulut sedikit terbuka.


"APAA?!".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aleya berjalan menelusuri koridor sekolahnya dengan wajah datar dan hati yang terus mengumpat, menyumpah serapahi orang-orang di sekitarnya. Tak sedikit juga siswa-siswi yang menatap Aleya bingung dan segera pergi sebelum gadis itu mengamuk dan membuat keributan.


Aleya benar-benar merasa dirinya dikendalikan oleh orang tuanya. Kehidupannya, pilihannya, dan masa depannya semua ada ditangan kedua orang tuanya dengan dalih 'Yang terbaik' untuknya. Lama-lama Aleya menjadi muak jika terus menerus mendengar kultum maminya. Ingin kabur, tapi takut durhaka.


Ia juga heran dengan Satya. Sejak perkataan Salma di toko perhiasan kemarin, Satya terdiam membisu hingga sekarang. Biasanya setiap malam, pria itu akan meneror Aleya dengan segala kejahilannya. Namun, sejak kemarin Satya terus berdiam diri dan sukses membuat Aleya kebingungan dengan sikapnya. Apakah pria itu sangat keberatan dengan keputusan orang tuanya?.


"Hei". Suara pekikan seorang gadis membuat Aleya terkejut dan mengalihkan antesinya.

__ADS_1


Terlihat Tari berada di belakangnya dengan cengiran khasnya yang sangat menyebalkan dimata Aleya.


"Ngagetin aja lo setan". Ucap Ketus Aleya.


"Ye sembarangan mana ada setan secantik gue, Lagian sih lo, ngapain di depan kelas ngelamun. Bukannya masuk malah berdiri aja". Tanyanya namun tak mendapat jawaban dari Aleya.


BRAKKK!


Suara pintu kelas ditendang terdengar jelas ditelinga keduanya, membuat mereka sama-sama terkejut dan mengalihkan perhatiannya ke sang pelaku yang menunjukkan deretan giginya dengan tampang tak berdosanya.


"Dasar anjing lo". Ucap ketus Tari.


"Salam kek bukannya malah nendang pintu". Ucap Aleya.


"Waalaikumsalam". Ucap ivan, ketua bendahara.


"Assalamu'alaikum, tolol". Koreksi Tari.


Ivan terkekeh kecil. Lesung pipinya terlihat sangat jelas, membuat kedua matanya menyipit dan kadar ketampanannya bertambah berkali-kali lipat.

__ADS_1


......................


Lanjut gak nih bestie kalo like and komennya banyak bakal gue lanjut:)


__ADS_2