
"SAH!". Kata itu menggema di berbagai sudut rumah Aleya. Akhirnya, setelah belasan tahun dirinya jadi seorang gadis, kini hanya dengan satu kalimat saja, ia resmi menjadi seorang istri dari pria yang sama sekali tak dicintainya. Ralat, belum dicintainya.
Aleya meneteskan air matanya saat melihat maminya yang menangis sesenggukan di pelukan sang papi. Lalu gadis itu kembali tersadar saat penghulu memberikannya instruksi untuk mencium tangan Satya.
Aleya menurut. Ia mengambil tangan kanan Satya dan menciumnya. Baru saja hendak melepaskan tautan tangannya, Aleya kembali tersentak saat pinggangnya ditarik oleh Satya hingga tubuhnya menempel sempurna. Sedetik kemudian, matanya membola saat Satya ******* bibirnya lembut.
Aleya memejamkan matanya merasakan sapuan lidah Satya di permukaan bibirnya. Ia kembali tersadar saat mendengar pekikan sahabatnya dan keempat sahabat Satya. Segera mungkin Aleya mendorong tubuh Satya agar melepaskan tautan mereka.
"GILA SAT, MAIN SIKAT AJA LO". Teriak Tari membuat Aldi segera membekap mulutnya.
"Kalem dikit bisa gak sih". Ucap Aldi sedikit ngegas, yang hanya dibalas cengiran oleh Tari.
Ya disini Satya dan Aleya hanya mengundang sahabat-sahabat mereka saja yaitu : Aldi, Bima, Arya, Restu, dan Tari. Selebihnya hanya kerabat dan rekan bisnis orang tau mereka saja.
"Sini sayang". Nindi merentangkan tangannya yang langsung disambut pelukan erat oleh Aleya.
"Mulai sekarang surga kamu berpindah ke Satya. Kamu harus nurutin perintah dia karena dia sekarang suami kamu, jangan membantah oke". Ujar Nindi dengan air matanya yang terus mengalir.
Aleya mengangguk lalu kembali memeluk Maminya.
__ADS_1
"Mi, Aleya sama mami aja deh ya". Rengek Aleya.
"Gak, kamu harus belajar mandiri. Masa mau gelendotan sami mami mulu sih". Ucap Nindi sambil terkekeh.
"MasyaAllah menantu mama, cantik banget kamu sayang". Salma datang dengan suaminya dan langsung merangkul Aleya layaknya anak sendiri.
"Mama titip Satya sama kamu yah sayang, ingetin dia kalau salah". Ucapnya.
"Dan kamu Satya, awas aja kalau bikin menantu kesayangan Mama sedih". Ancam Salma pada Satya, pria itu pun hanya bisa memutar bola matanya malas.
" ALEYAAA". Teriak Tari itu membuat beberapa tamu yang hadir langsung menoleh ke arahnya.
"Sat, jangan maen kasar ya lo nanti malem" Sambungnya pada Satya, pria itu hanya mengangkat jempolnya lalu kembali berbincang dengan keempat sahabatnya.
"Pasti anak-anak sekolah pada penasaran kenapa kita bertujuh pada kompakan gak masuk sekolah" Ujar Tari.
"Bodoamat lah untung aja gue gak ikut presentasi sekarang". Ucap Aleya yang dibalas anggukan semangat oleh Tari.
"Aleya, siapin mental untuk tempur nanti malem yah". Celetukan Satya membuat Aleya membulatkan matanya.
__ADS_1
"SIALAN LO SAT!".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malamnya, usai melaksanakan resepsi pernikahan di hotel milik keluarga Bagaskara, Aleya dan Satya memutuskan untuk menginap semalam di hotel itu untuk melepas penat sebelum esoknya mereka harus kembali ke apartemen Satya.
Saat ini, Aleya tengah merebahkan dirinya di kasur sembari menunggu Satya yang tengah berbincang-bincang dengan orang tuanya di bawah. Aleya tak ikut berkumpul karena kakinya lecet, menyebabkan dirinya sulit berjalan.
"Sepatu hak tinggi sialan". Umpat Aleya.
Ceklek
Aleya menolehkan kepalanya ke arah pintu, terlihat disana Satya dengan kaos santai berwarna hitam dan celana selutut tengah membawa segelas teh ditangannya. Ia mendekati Aleya dan memberikan teh hangat itu kepada Aleya.
"Minum dulu". Ujar Satya. Aleya menurut dan meminum teh itu beberapa kali lalu setelahnya ia meletakkan gelasnya di nakas.
......................
Next kelanjutan ceritanya!
__ADS_1