
"Assalamu'alaikum Aunty". Sapa Satya pada seorang wanita berkisar 35 tahun ke atas.
"Waalaikumsalam, ini Satya ya? Wah sudah besar ya kamu sekarang". Ucap wanita tersebut.
Satya hanya menanggapinya dengan senyum tipis.
"Oh iya aunty, mama nyuruh Satya kesini? Ucap Satya.
"Iya mama kamu sudah bilang sama aunty tadi". Ucap Aunty Sinta namanya.
"Ya udah kalian lihat-lihat aja dulu yang mana yang cocok buat kalian, Aunty kebelakang dulu sebentar". Sambungnya lagi setelah itu ia berlalu.
Setelah wanita itu berlalu, Satya mengalihkan perhatiannya pada Aleya. Gadis itu hanya menatap sekelilingnya bingung.
"Sat, ngapain kita ke sini? Ini toko perhiasan siapa?". Tanyanya sambil menarik baju olahraga Satya.
Satya tersenyum tipis, Gadis di sampingnya ini sangat menggemaskan menurutnya.
"Gua juga gak tahu mama nyuruh kita kesini untuk apa?, btw ini toko perhiasan milik Aunty Sinta". Ucap Satya kemudian menarik tangan Aleya ke dalam untuk melihat perhiasan.
__ADS_1
Satya menolehkan kepalanya ke belakang saat mendengar suara mamanya yang baru datang memanggilnya. Ia dan Aleya berjalan menghampiri sang mma lalu mencium tangannya sebagai bentuk penghormatan.
"Sayang, makin cantik aja kamu". Puji Salma sambil mencolek pipi Aleya membuat Aleya tersipu malu.
"Ma, ngapain nyuruh Satya kesini?". Tanya Satya.
"Oh, ini mama mau nyuruh kalian pilih cincin yang cocok dan muat buat jari manis kalian". Ujar Salma.
Mendengar perkataan mamanya, Aleya dan Satya mengernyit tak mengerti untuk apa cincin? Pikirnya.
"Buat apa ma?, Mau ngasih kado perhiasan ke rekan bisnis papa?". Tanya Satya ngawur.
"Nanti aja deh jelasinnya, sekarang Aleya kamu ajak dulu milih cincin yang cowok buat jari manisnya".Ujar Salma menyuruh Satya mengajak Aleya memilih-milih cincin yang cocok buat mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai mencoba dan memilih beberapa cincin, Salma kembali menarik Aleya dan Satya untuk menghampiri butik untuk memilih-milih gaun dan tuxedo untuk Satya.
"Ehm mbak, masih ada stok gaun yang paling bagus lagi gak?". Tanya Salma tanpa mempedulikan Aleya yang sudah lelah dibelakangnya.
__ADS_1
Penjaga butik itu mengangguk dan pergi ke salah satu ruangan untuk mengambil gaun yang di maksud Salma.
"Ini bu". Ucapnya sambil menyerahkan gaun yang sangat cantik.
"Ayo sayang di coba dulu". Aleya mengangguk malas dan masuk ke ruang ganti pakaian.
Setelah menunggu beberapa saat, Aleya keluar dari ruang ganti, membuat Salma mengalihkan antesinya pada Aleya.
Salma sedikit mengangkat wajahnya saat melihat Aleya keluar dengan gaun putih menjuntai dan hiasan bunga di pundaknya, memperlihatkan punggungnya yang putih mulus.
"Aduh-aduh Aleya, kamu cantik banget sayang, belum juga di make up in". Puji Salma pada Aleya yang hanya menatapnya datar.
Bagaimana Salma tidak terkejut, Aleya benar-benar cantik hanya dengan memakai gaun seperti ini. Gadis yang biasanya memakai celana jeans, dengan balutan hodie itu benar-benar terlihat menawan saat mengenakan gaun pilihannya, Aleya yang biasanya tampil tomboy itu kini terlihat lebih feminim dengan gaun yang dipakainya.
"Kalau gini mah Satya makin cinta sama kamu". Ucap Salma sambil memutar tubuh Aleya.
"Kita kedepan yuk, mama pengen ngeliat reaksi Satya saat ngelihat kamu cantik banget kayak gini?". Salma menarik tangan gadis itu tanpa menunggu jawaban dari Aleya.
......................
__ADS_1
Next ke bab selanjutnya kalo gak males mikir hehe🤣