
Riuh suasana koridor semakin terasa saat Satya beserta keempat sahabatnya melewati setiap lorong-lorong kelas dengan wajah datarnya.
Yaampun Satya ganteng banget
MasyaAllah ciptaan mana lagi yang engkau turunkan.
Satya kalau ke pacaranya hangat gak ya?
Yaiyalah kan gue pacarnya.
Satya jangan dingin-dingin apalagi datar ya, ntar gue tambah cinta lagi sama lo.
Huwaaa Satya keren banget
Satya saranghae
Teriakan histeris dari siswi-siswi yang berada di koridor, tak Satya hiraukan. Pria itu berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai dua.
Lalu duduk di kursinya yang di bagian pojok kiri. Mata Satya memincing mengamati sekitar.
Satya menyuruh Bima untuk membeli sesuatu di kantin. Bima mendengus kesal, walau begitu ia tetap pergi ke kantin untuk membeli pesanan Satya.
__ADS_1
"SATYAA!". Satya terkejut saat seorang gadis dengan style layaknya ondel-ondel, datang menghampirinya dan langsung bergelayut manja di lengannya.
Bertepan dengan itu, Aleya baru saja datang ke kelasnya mau mengucapkan terima kasih telah menolongnya kemarin. Tetapi tak sengaja melihat adegan Angel yang tengah memeluk lengan Satya.
Satya yang risih, segera menghempaskan tangan Angel hingga gadis itu jatuh ke lantai. Angel mendengus kesal, lalu kembali mendekati Satya dengan gayanya yang kegatelan.
Mata tajam Satya, tak sengaja melihat keberadaan Aleya di dalam kelasnya. Gadis itu hanya menatap Satya datar, lalu pergi meninggalkan kelas Satya bersama Tari disampingnya.
Satya mengernyit. Ada apa dengan Aleya? Kenapa gadis itu menatapnya datar, dan menatap Angel dengan tajam. Satya tak menghiraukan, ia kembali duduk di kursinya dan memainkan ponselnya kembali sambil menunggu Bima membawakan pesanannya.
"Satya". Angel merengek sambil menggoyangkan lengan Satya.
" Ehhh ayam ehh ayam". Ucap lata Angel dengan kaget. Sedangkan Zora hanya menatap Angel dengan mulut terbuka lebar.
"SATYA!". Pekik Angel sambil mengusap dadanya pelan. Gadis itu sudah sangat malu karena semua teman kelas Satya melihatnya dan ada juga yang menertawakannya.
Satya menatap Angel datar. Pria itu memang sangat dingin pada siapapun itu, terkecuali Aleya.
"Sorry, abisnya gue muak dengan suara lo yang menjijikkan itu". Ucap Satya lalu melenggang pergi dari kelasnya meninggalkan Angel yang tengah menghentak-hentakan kakiny karena kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Bel masuk sudah berdering sejak 5 menit yang lalu. Koridor pun tampak sepi karena semua siswa-siswi telah masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran pertama.
Terkecuali Aleya.
Gadis itu kini tengah menuju perpustakaan untuk mengambil buku paket, karena bukunya ketinggalan dirumah.
Jangan salahkan Aleya. Salahkan saja Tari, karena dia menyuruh Aleya cepat-cepat pergi berangkat ke sekolah, dan itu membuat Aleya tidak sempat lagi buat mengecek mapel apa saja yang harus di bawak hari ini.
Bagaiamana tidak, tas Aleya di bawak Tari masuk ke dalam mobilnya yang membuat Aleya kesulitan untuk mengecek apa aja barang yang ketinggalan.
Beruntung saja buku paket di perpustakaan masih ada. Jika tidak ada, sudah dipastikan Aleya akan dihukum saat ini.
Aleya sudah tiba di perpustakaan. Gadis itu mendorong pintu perpustakaan dengan hati-hati.
Gadis itu sudah memasuki ruangan perpustakaan yang sepi, Aleya mencari buku paket itu namun tak kunjung ditemukan. Terpaksa ia harus bertanya dengan penjaga perpustakaan, tetapi penjanganya tidak ada di tempatnya.
Baru saja Aleya ingin berjalan menuju pintu, suara pintu perpustakaan dibuka dengan kencang membuatnya terkejut. Aleya mendongak, dan yang ia lihat, pintu perpustakaan sudah tertutup rapat.
Aleya segera berlari dan berusaha membuka pintu perpustakaan itu. Namun hasilnya nihil.
Pintunya terkunci.
__ADS_1