
"Gak percaya aku. Yaudah ayo kita pergi ke danau". Satya menggandeng tangan Aleya. Pria itu memeluk pinggang Satya sambil membantunya berjalan dengan perlahan.
"Yang lain mana?". Tanya Aleya saat tak melihat keluarganya berada di ruangannya tadi.
"Udah pada nunggu di rumah". Jawab Satya sambil terus mendorong kursi roda istrinya.
Sepanjang koridor rumah sakit, kedua insan itu tak luput dari perhatian orang-orang disekitarnya. Wajah tampan Satya yang membuat suster-suster juga pasien lainnya terkesima, serta wajah garang Aleya yang membuat mereka menunduk, tak berani menatap Satya kembali.
Belum lagi gadis itu melototkan matanya pada siapapun yang secara terang-terangan menatap suaminya.
"Dengar ya Aleya, aku gak mau lagi lihat kamu ikut balapan. Kalau ada masalah gak perlu di lampiasin kayak gitu". Ujar Satya, memperingati istrinya untuk tak kembali melakukan hal gila itu lagi.
"Hm". Aleya hanya menjawab dengan deheman karena kedu bola matanya masih fokus ke gadis-gadis yang menatap suaminya.
Satya mendorong kusri roda Aleya menuju parkiran dan membantu istrinya itu masuk ke dalam mobil dengan hati-hati.
Setelahnya pria itu juga ikut masuk ke dalam mobil dengan tangan kiri yang langsung menggenggam tangan kanan Aleya. Sedangkan tangan yang sebelahnya ia gunakan untuk memutar stir kemudi mobil.
"Inget ya sayang, jangan pernah ngelakuin hal gila itu lagi. Aku bakal marah banget dan bakal ngehukum kamu dengan berat". Ujar Satya, kembali mengulang perkataannya di rumah sakit tadi.
Aleya mengangguk dengan mata yang tak luput dari pemandangan di depannya. Saat pandangannya menatap seorang pedagang es cendol di pinggir jalan, gadis itu spontan berteriak membuat Satya terlonjak kaget karenanya.
__ADS_1
"SAT, BERHENTI SATTTT". Teriak Aleya sambil mengayunkan tangan Satya yang tengah menggenggamnya.
Satya menurut. Ia memberhentikan mobilnya sambil menatap Aleya kesal. Beruntung saat ini mereka sedang tak berada di jalan tol.
"Mau apa sih? Tahu gak itu tadi bisa membahayakan keselamatan kita berdua Aleya". Tanya Satya kesal. Aleya tak menjawab dia hanya menundukan kepalanya.
"Maaf sayang, aku hanya takut kamu terluka lagi tadi". Ucap Satya merasa bersalah sudah memaraghi Aleya tadi.
"Bilang sayang, kamu mau apa?". Tanya Satya.
"Aku mau es cendol itu Sat, boleh ya?". Aleya bertanya dengan hati-hati.
"Kan cuma sekali aja, habis itu engga lagi deh". Tawar Aleya.
"Enggak, sekali gak tetep gak! Aku beliin susu aja kamu di Indomaret. Kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana. Awas kalo kamu pesen es cendol". Ancam Satya tanpa menunggu jawaban dari Aleya, Satya segera berlalu pergi melangkah menuju Indomaret terdekat yang tak jauh dari tempat berhenti mobilnya.
Saat sudah sampai di depan Indomaret, Satya langsung masuk membeli sekardus susu indomilk. Biar saja istrinya meminumnya sepuasnya, ia tak peduli.
Bosen menunggu antrian di kasir, Satya mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ia menyipitkan matanya guna apakah Aleya masih di dalam mobil atau tidak.
Melihat istrinya masih ada di dalam mobil, Satya kembali memfokuskan pandangannya ke arah pedagang es cendol. Namun baru saja hendak menoleh, netranya terpaku pada sebuah mobil berwarna silver yang berada disebrang. Kaca mobil itu terbuka, memperlihatkan seorang gadis cantik yang tak asing bagi Satya.
__ADS_1
Pria itu tertegun saat tahu siapa gadis itu. Matanya terpejam sambil menggelengkan kepalanya pelan. Meyakinkan dirinya bahwa itu hanya halusinasinya saja.
Namun saat ia kembali melihat ke seberang. Gadis itu masih ada, menatapnya sambil tersenyum tipis. Membuat Satya sadar bahwa ini benar-benar nyata.
"Dia gak mungkin ada di sinikan?". Gumam Satya pelan sambil mengalihkan pandangannya.
Disisi lain, Aleya tengah memainkan ponsel Satya sambil sesekali menatap suaminya yang menunggu antrian bayar di kasir.
Atensi gadis itu teralihkan saat mendengar kaca mobil di sebelahnya di ketuk kasar.
Aleya mengernyit saat melihat sosok pria yang tak asing tengah menatapnya dibalik kaca mobil. Pria itu menyeringai membuat Aleya menelan ludahnya kasar.
Secara tak sadar, Jari Aleya menekan sebuah tombol yang membuat kaca mobil itu turun, sehingga wajah si pria itu terpampang jelas di depan matanya.
"Long time no see, Aleya".
"E-edo?"
......................
Next bab selanjutnya:)
__ADS_1