
Setelah selesai bersiap-siap, Aleya segera turun ke bawah dan melangkah menghampiri maminya yang sedang barada di dapur.
"Mi, dimana Satya?". Tanya Aleya membuat maminya terkekeh senang.
"Di kamar abang kamu sayang". Jawab Nindi sambil menunjuk Satya di kamar atas.
"Gak sabar ya buat pergi jalan sama Satya". Goda Nindi, pipi Aleya bersemu malu.
"Apaan sih mi, Aleya ke atas dulu". Aleya menciun pipi maminya lalu pergi dari dapur menuju kamar abang keduanya. Ia tersenyum dan tak lupa mencomot roti yang berada di dapur, lalu setelahnya gadis itu ngacir keluar.
"Ngapain lo di kamar abang gue". Tanya Aleya saat berhadapan dengan Satya yang tengah berbaring di kamar Aldo.
Satya mendongak lalu tersenyum tipis kepada Aleya. Membuat Aleya bertanya-tanya, apakah pria ini memang tidak tahu caranya tersenyum?
"Habais mabar mobile legends".Ucap Satya singkat.
"Ooo, Yaudah ayo jadi gak perginya kalau gak jadi gue mau lanjut tidur lagi". Tanya Aleya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di taman, Aleya turun dari motor Satya dan melepaskan jaketnya.
__ADS_1
Aleya menoleh lalu mengerjapkan matanya beberapa kali dan berdehem.
"Apaan". Tanya Satya.
"Kenapa meraka ngeliatin gue gitu?". Tanya Aleya berbisik.
Satya terkekeh. jelas saja mereka menatap Aleya sinis, siapa yang tidak mengenal mereka berdua apa lagi Satya. Selama ini tidak ada yang pernah berani duduk di jok belakang motor Satya. Keempat sahabatnya saja tidak pernah duduk di sana apa lagi para perempuan yang mengajaknya jalan. Dan Aleya adalah orang pertama yang menduduki jok belakang motor Satya.
Membuat beberapa gadis di taman menatap Aleya iri. Angel yang montok saja tak pernah di bonceng Satya, mengapa Aleya yang bar-bar bisa duduk manis di motor kesayangan Satya.
"Udah gak usah di lihatin, ayo duduk disana". Ujar Satya.
"Tapi gue mau beli permen kapas dulu di sana Sat". Ucap Aleya. Setelah itu dia bergi dari kursi taman menuju pedagang jualan permen kapas.
Tari menghampirinya dengan berlari terpogoh-pogoh.
"Gila, hoshh hoss, capek banget gu---". Tari tak menyelesaikan perkataannya, ia menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskan napasnya dalam sekali hentakan. Setelah dirasa sudah cukup tenang, ia mulai menatap Aleya dengan pandangan menyelidik.
"Lo janjian pergi ke taman sama Satya?! Demi apa?!". Tanya Tari dengan hebohnya.
"Cuman jalan doang, lebay lo". Ucap ketus Aleya lalu berlalu meninggalkan Tari yang mencak-mencak karena pertanyaannya tak dijawab.
__ADS_1
Ia berjalan ke kursi taman dimana Satya menunggu dirinya dan tak lupa diikuti Tari yang sedari tadi membuntutinya.
"Aleya jawab dulu, pasti lo ada apa-apa kan sama Satya?!". Tanyanya lagi.
Aleya memberhentikan Langkahnya dan menoleh kearah Tari dengan malas.
"Kalau iya kenapa? Kalau engak juga kenapa?". Tanyanya.
"Serius Aleya, ih kesel gue sama lo lama-lama".
"Gue serius gak ada apa-apa sama Satya, cuman gak sengaja aja gue ketemu dia di depan lorong kebetulan tujuan kita sama jadi gue nebeng aja sama dia dari pada naik angkot kan lama". Ucap Aleya panjang.
"Serius lo gak ada hub----". Ucapan Tari teputus karena omongan seseorang.
"Lo ada hubungan apa sama Satya? , sudah gue peringati jangan deketi Satya lagi, masih aja lo deketin. Dasar murahan!". Ucap seseorang itu yang tak lain ialah Angel.
Aleya beberbalik dan menatap Angel dengan senyuman angkuhnya.
"Apa lo bilang? gue murahan? gak kebalik ya, bukannya situ yang murahan. ****** murahan jangan sok keras!". Teriak Aleya sambil mengacungkan jari tengahnya. Gadis itu kemudian berbalik meninggalkan Angel yang tengah di sorakin oleh penghuni taman.
......................
__ADS_1
Next kalo seruh kita lanjut ke bab selanjutnya:)